Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH INKLUSI SEKOLAH DASAR INTERNATIONAL ISLAMIC SCHOOL (INTIS) YOGYAKARTA Nuniek Rahmatika; Dani Ratrianasari; Hendro Widodo
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 12, No 1: January 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v12i1.18596

Abstract

UNESCO mecetuskan bahwa educational for all atau pendidikan untuk semua atau pendidikan disemua kalangan yang berarti bahwa semua siswa berhak mendapatkan apa yang dicita-citakan, dan tanpa diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kurikulum 2013 dapat diimplementasikan di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan mendalam mengenai isu atau fenomena di sekolah inklusi. Wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu wakil kepala sekolah bagian kurikulum, koordinator inklusi, wali kelas dan guru pendamping khusus. Hasil penelitian penunjukkan bahwa: 1) Penerapan kurikulum 2013 di sekolah inklusi, dimulai pada perencanaan, pembuatan RPP dan silabus dibuat bersama-sama guru pendamping khusus. penyususnan RPP dan silabus dilakukan sesuai dengan hasil assessmen psikolog berdasarkan apa yang dibutuhkan oleh siswa berkebutuhan. 2) Perbedaan dan kesamaan kurikulum 2013 pada siswa berkebutuhan khusus. berdasarkan hal tersebut, dalam RPP masih belum ada perbedaan dan pemisahan antara siswa berkebutuhan dan siswa reguler.  Perbedaan tersebut terletak pada penyampaian metode yang dilakukan oleh guru pendamping khusus. 3) Evaluasi yang diterapkan pada kurikulum 2013 untuk siswa berkebutuhan khusus dengan melakukan laporan perkembangan siswa berkebutuhan bekerjasama dengan guru pendamping khusus. Guru pendamping akan menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi pada siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.
“My Concerns Were Unproven”: A Phenomenological Study on Tolerance Experiences of Non-Muslim Students at Muhammadiyah University Suyatno Suyatno; Muhammad Sayuti; Nuniek Rahmatika; Dody Hartanto; Febiana Kornelia Wu; Abdunrorma Samaalee
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i1.307

Abstract

Muhammadiyah University (PTM), as an educational institution with a distinct ideological mission, frequently admits non-Muslim students. This phenomenon theoretically creates a quo-vadis scenario, and the primary objective of the university is to instill the ideology of association in students. However, there is an interest for Muhammadiyah to emphasize its position as a moderate organization that upholds religious tolerance. Therefore, this study aimed to investigate the experiences of non-Muslim students at Muhammadiyah University in Yogyakarta, particularly in terms of religious tolerance. This study used a qualitative with a phenomenological method. In-depth interviews were conducted with 7 non-Muslim students who had completed studies at Muhammadiyah University in Yogyakarta. Subsequently, data were analyzed using interpretative phenomenological analysis. The results showed that non-Muslim students experienced tolerance when studying. Based on the report, initial concerns were unproven, as students felt comfortable with differences, worshiped according to beliefs, and were free from discrimination. Moreover, Muhammadiyah University provided a platform for interfaith dialogue, facilitating a shift from mere tolerance theology to active engagement. The results showed the significant role of Muhammadiyah University in fostering tolerance education for non-Muslim students.