M. Rohmad Abdan
STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peran Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Total Quality Management (TQM) di MI Nurrohman Jajar Donorojo M. Rohmad Abdan; Luqman Hadi
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 15 No. 1 (2022): JANUARI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tingkat paling operasional, kepala sekolah adalah orang yang berada di garis terdepan yang mengkoordinasikan upaya meningkatkan pembelajaran yang bermutu. Kepala sekolah memang bukan satu-satunya yang determinan bagi efektif tidaknya suatu sekolah karena masih banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan salah satu misalnya guru. Namun kepala sekolah memainkan peran yang termasuk sangat menentukan. Di Indonesia potret kualitas kepala sekolah masih memprihatinkan, terutama pendidikan yang bercirikan keislaman/ madrasah. Kualitas kepala madrasah masih jauh dari kepala sekolah umum dilihat dari  kreativitas dan inovasinya. Melihat fenomena tersebut kiranya upaya untuk menciptakan kondisi yang kondusif dalam mencapai tujuan pendidikan adalah mutlak membutuhkan budaya manajemen kualitas. Dan TQM adalah salah satu alternatif yang harus diterapkan dalam lembaga pendidikan. Dengan manajemen tersebut diharapkan efektivitas sekolah akan dapat terwujud secara sempurna.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam mengimplementasikan TQM di MI Nurrohman Jajar Donorojo dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Dan pengumpulan datanya dilakukan dengan metode interview, observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif non statistik dengan analisis deskriptif sebagai penyajian datanya.Dari hasil analisis dibuktikan bahwa kepemimpinan dalam hal ini Kepala madrasah adalah elemen kunci keberhasilan implementasi TQM: peran kepala sekolah dalam menentukan  kebutuhan lembaga dan menyusun visi, misi dan tujuan lembaga. kemampuan manajerial yang mumpuni, memiliki gagasan pembaharuan dan mampu memotivasi terwujudnya tim kerja yang solid. merupakan salah satu indikator efektifitas implementasi TQM. Implementasi TQM sudah berjalan dan diterapkan dengan baik dan TQM berperan secara langsung (efektif) terhadap peningkatan mutu pendidikan di MI Nurrohman Jajar Donorojo. Hal ini di dukung dengan indikator : Kepemimpinan madrasah yang kuat, efektifitas proses pembelajaran, pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif, memiliki team work yang kompak, cerdas dan dinamis,  Partisipasi warga madrasah dan masyarakat, memiliki akuntabilitas dan penekanan angka drop-out.
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DARING) MASA PANDEMI COVID 19 PADA GURU SMK MA’ARIF HASYIM ASY’ARI TEGALOMBO Siti Khurota A'yunin A'yun; M. Rohmad Abdan
Transformasi : Jurnal Studi Agama Islam Vol. 14 No. 2 (2021): JULI
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran jarak jauh dengan melihat faktor-faktor pendukung serta faktor-faktor penghambat dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi COVID-19 pada guru SMK Ma’arif Hasyim Asy’ari Tegalombo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembelajaran jarak jauh belum terlaksana dengan baik oleh semua guru di SMK Ma’arif Hasyim Asy’ari Tegalombo. Adanya factor pendukung yang menunjang proses pembelajaran yaitu tersedianya fasilitas HP bagi siswa namun pembelajaran jarak jauh pada masa pandemic COVID-19 belum dapat dikatakan efektif karena pembelajaran jarak jauh/daring yang dilakukan dalam jangka waktu panjang menimbulkan dampak pada siswa menjadi jenuh karena tidak ada interaksi dengan teman, mereka bosan dengan pemberian tugas setiap harinya. Siswa juga menjadi malas dalam mengerjakan tugas, tidak semua materi dapat dipahami dengan baik. Hal tersebut menjadikan pengumpulan tugas menjadi sangat terlambat sehingga menjadikan guru sulit melakukan penilaian. Faktor hambatan yang dialami guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring adalah tidak semua siswa memiliki HP pribadi, kuota internet yang belum mencukupi untuk kebutuhan pembelajaran daring serta kurangnya pendampingan orangtua dalam proses belajar dirumah, Orang tua menjadi seseorang yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring, karena orangtua secara langsung terlibat dalam membimbing dan mengawasi siswa dalam pembelajaran. Pemberian motivasi menjadi sangat berarti bagi siswa, hal tersebut dilakukan agar siswa kembali semangat meskipun belajar dari rumah.