Irfan Addriadi
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SOSIALISASI DAN INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM MELALUI PEMBACAAN TERJEMAH ALQURAN BAHASA SUNDA PADA KEGIATAN PENGAJIAN MAJELIS TAKLIM Akmaliyah Akmaliyah; Irfan Addriadi; Eghy Farhan Nugraha; Indra Gunawan
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 1 (2022): AL-TSAQAFA : JURNAL ILMIAH PERADABAN ISLAM
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i1.17670

Abstract

Alquran sebagai pedoman umat Islam diturunkan dalam Bahasa Arab, maka salah satu upaya untuk sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai Islam dalam Alquran yang berbahasa Arab itu dilakukan penerjemahan Alquran ke dalam Bahasa nasional atau Bahasa daerah. Seperti halnya pembacaan Alquran dalam Bahasa Sunda yang dilakukan ibu-ibu Majelis Taklim An Nur Kabupaten Bandung yang diuraikan dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerjemahan Alquran dalam bahasa daerah memiliki manfaat yang besar bagi sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Alquran. Terdapat manfaat pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Islam dalam Alquran pada ibu-ibu pengguna Bahasa Sunda peserta Majelis Taklim An Nur melalui kegiatan membaca Alquran terjemah Bahasa Sunda.
GAYA BAHASA JINAS DALAM BUKU MAHFUDZAT KELAS LIMA KMI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR Firdaus Atmajaya; Nurlinah Nurlinah; Irfan Addriadi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5, No 1 (2022): -
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i1.17676

Abstract

ABSTRAk Penelitian ini berjudul “Gaya Bahasa Jinas dalam Buku Mahfudzat Kelas Lima KMI Pondok Modern Darussalam Gontor” Di dalam penelitian ini menjelaskan adanya keindahan-keindahan bahasa dengan bentuk jinas yang terkandung dalam setiap mahfudzat. Jinas merupakan salah satu sub pembahasan yang ada di dalam ilmu Badi’ atau ilmu yang mengungkapkan keindahan berbahasa. Buku mahfudzat ini dipelajari oleh para santri Gontor yang sudah duduk di kelas lima KMI. Terdapat banyak mahfudzat yang bermacam-macam di dalam buku ini seperti mahfudzat dalam bentuk sya’ir, prosa, dan bahkan ada pula hadits Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif karena penelitian ini ialah penelitian kualitatif sehingga untuk menyelasaikannya dapat ditempuh dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan metode inilah akan mempermudah peneliti untuk menemukan lafadz-lafadz yang merupakan bentuk jinas serta menentukan makna dari setiap lafadz tersebut. Hasil dari penelitian ini yang berkaitan dengan lafadz-lafadz yang mengandung jinas di dalam buku tersebut, peneliti menemukan dari sepuluh sy’air dan enam prosa serta tiga hadits Rasulullah SAW terdapat 134 kata yang merupakan jenis jinas yang digabungkan menjadi 67 keindahan berbentuk jinas. Dari 67 bentuk yang ada ini terdapat delapan jenis jinas yang berbeda di antaranya jumlah al-jinas al-mumatsil ada delapan, al-jinas al-murakkab ada satu, al-jinas an-naqish ada 12, al-jinas al-lahiq ada delapan, al-jinas al-muharraf ada tiga, al-jinas al-mushahhaf ada dua, al-jinas al-mudhori’ ada tiga dan jenis jinas yang paling banyak ialah jinas al-isytiqaq dengan 30 jumlah jinas. Adapun perbedaan lafadz dari setiap dua kata yang bermiripan mempengaruhi maknanya dan menjadikan maknanya berbeda.  Kata Kunci : Buku Mahfudzat Kelas lima KMI, Ilmu Badi’, Jinas
GAYA BAHASA FIGURATIF DALAM DȊWȂN TARJUMȂN AL ASYWȂQ KARYA IBNU ARABI Rizki Abdul Rojak; Irfan addriadi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v5i2.18364

Abstract

ABSTRAKKarya sastra merupakan hasil dari pemikiran seseorang yang diungkapkan baik secara lisan maupun tulisan dengan gaya bahasa yang indah. Setiap sastrawan memiliki cara dan gaya bahasa masing-masing dalam menciptakan karya sastranya. Salah satu gaya bahasa yang sering digunakan sastrawan adalah bahasa figuratif. Diwan Tarjuman al Asywaq adalah salah satu karya yang banyak menggunakan gaya bahasa ini. Dȋwȃn Tarjumȃn al Asywȃq yang dikarang oleh Ibnu Arabi ini terdiri dari 61 judul puisi dan 563 bait. Setiap judul memiliki jumlah bait yang bervariasi. Jumlah bait paling sedikit dalam satu judul adalah 3 bait dan paling banyak 37 bait.  Bait-bait puisi yang ditulis oleh Ibnu Arabi dalam Diwan ini berisi tentang konsep-kosnep sufistik yang digagas olehnya. Ia banyak menuliskan gagasan-gagasannya dalam bentuk bahasa figuratif. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa figuratif yang terdapat dalam Diwan Tarjumanul Asywaq Ibnu ‘Arabi serta menjelaskan fungsi dan efek yang ditimbulkannya pada makna maupun keindahan diwan tersebut secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi serta menjelasakn bahasa figuraif yang terdapat dalam Diwan Tarjuman al Asywaq serta efektifitasnya dalam konteks bait-bait puisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu dengan menenkankan pada nilai-nilai dengan mendeskripsikan setiap temuan bahasa figuratif yang ada dalam Diwan Tarjuman al Asywaq karya Ibnu ‘Arabi. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat gaya bahasa anastrof, kiasmus, asindenton, polisindenton, ellipsis, litotes, pleonasme, tautologi, simile, metafora, alegori, eponim, personifikasi, epitet, dan sinekdoke. Fungsi-fungsi dan efek yang ditimbulkan secara keseluruhan dalam penggunaan bahasa figuratif tersebut adalah al hashr (pembatasan), al taysdid (penekanan), al taukid (penegasan), al ihtimam (pementingan), inhad al khayali (membangkitkan imajinasi), menjelaskan dengan cara samar, memuji dan mencela dengan cara memperbandingkan dan menyesuaikan dengan wazan yang ditulis oleh penyair.
Imitating Quranic sentences as a learning strategy for translating Arabic into Indonesian Akmaliyah Akmaliyah; Setia Gumilar; Muhammad Ibnu Pamungkas; Irfan Addriadi; Sarastika Endang Hapriyonita; Maman Suherman; Zalifa Nuri
Indonesian Journal of Applied Linguistics Vol 13, No 1 (2023): Vol. 13, No.1, May 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijal.v13i1.58265

Abstract

Accurately translating the messages embedded in Quranic verses into the target language is of paramount importance. Although numerous studies have examined translation qualities in Quranic translations, there is limited research exploring the effectiveness of an imitation technique in enhancing students' translation skills for Quranic verses into Indonesian. This qualitative descriptive study aims to investigate the efficacy of imitating sentence patterns through the utilization of drill techniques in teaching Arabic-to-Indonesian translation. The study involved a total of 18 students who underwent a pre-treatment translation test and a post-treatment test. The primary focus of the translation assessment centered on accuracy. The findings unveiled that the implementation of this method significantly improved students' translation skills, particularly in terms of accuracy. Not only did it enable students to effectively imitate patterns, but it also fostered creativity by encouraging variations within these patterns while upholding accuracy in conveying the intended meanings from Arabic to Indonesian. The students exhibited enhanced translation quality following the treatment, thus highlighting the positive impact of employing the imitating sentence patterns method. This approach is especially well-suited for beginners as it facilitates the comprehension of fundamental sentence patterns, expands vocabulary, and enhances translation proficiency. When employing this method, it is crucial to consider factors such as using analogous sentence patterns in both languages, avoiding cultural terminology in examples, ensuring literal translations of sentence patterns, and permitting flexibility for variations.