p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Maritim
Mika Patayang
Teknika, Jurusan Kemaritiman, Politeknik Negeri Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA MENURUNNYA PRODUKSI UDARA BERTEKANAN PADA KOMPRESOR DIATAS KAPAL MV ORIENTAL SAMUDRA Mika Patayang; Roni Ama Hajon
Jurnal Maritim Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kemaritiman
Publisher : Politeknik Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jmarit.v12i2.1722

Abstract

Pesawat bantu merupakan suatu peralatan yang sangat penting keberadaannya diatas kapal dimana pesawat bantu berfungsi untuk memperlancar pengoperasian mesin induk dan pengoperasian kapal secara berkesinambungan.  ada banyak jenis pesawat bantu diatas kapal  baik yang ada di bagian deck maupun  pesawat bantu yang ada dikamar mesin. salah satu pesawat bantu yang ada dikamar mesin   adalah kompresor udara,  dimana Kompresor udara merupakan salah satu pesawat bantu yang berfungsi  untuk penyediaan udara bertekanan, terdapat main kompresor dan auxialliry kompresor untuk mengisi 2 tabung angin dan dua tabung angin itu biasanya memiliki maksimum tekanan 20 kg - 30 kg lalu udara tersebut di gunakan untuk menunjang operasional kapal antara lain untuk udara start mesin induk, generator, untuk membunyikan suara horn di kapal,untuk alarm kamar mesin , untuk melakukan pengeringan maupun pembersihan saat melakukan pencucian saringan oli, saringan bahan bakar, saringan turbo charge.Didalam pengoperasian kompresor udara yang selalu digunakan tidak menutup kemungkinan dapat mengalami kendala atau hal-hal yang menyebabkan performansi dari kompresor udara tersebut menurun.  Adapun tujuan Dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa factor utama penyebab turunnya produksi udara bertekanan  kompresor udara. Dari penelitian yang dilakukan dengan melakukan obserfasi dikamar mesin pada kompresor udara ditemukan adanya penurunan tekanan dan penurunan jumlah debit udara yang masuk ke kompresor udara sehingga berdampak terhadap turunnya produksi udara bertekanan pada kompresor udara tersebut. Adapun penyebab masalah diatas adalah  karena adanya kebocoran pada system pemipaan yang terdapat pada kompresor.
ANALISA PERAWATAN OIL WATER SEPARATOR (OWS) DALAM MENCEGAH TERJADINYA PENCEMARAN LAUT AKIBAT KEGIATAN OPERASIONAL KAPAL Mika Patayang; Puji Astuti Amalia; Herdi Syam; Rusman Rusman
Jurnal Maritim Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Bidang Kemaritiman
Publisher : Politeknik Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jmarit.v13i1.1811

Abstract

Tingginya tingkat penyemaran laut yang berdampak terhadap ekosistem laut, menjadi perhatian khusus bagi pemerintah  khusussnya bagi Negara-negara yang  memiliki luas laut yang sangat besar. Salah satu penyebab tingginya tigkat pencemaran laut, yaitu akibat buangan limbah air got dari kapal yang disebabkan banyaknya aktifitas operasional diatas kapal khususnya pada kamar mesin. Aktifitas operasional dikamar mesin tersebut dapat meningkatkan tingginya kandungan minyak pada limbah air got tersebut. Limbah air got pada kapal harus dibuang karena dapat mempengaruhi stabilitas dari kapal tersebut. Penelitian  ini bertujuan untuk menganalisa perawatan yang dilakukan terhadap OWS (Oil water separator) dalam mengegah terjadinya pencemaran laut akibat kegiatan operasional diatas kapal. Dimana penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi terhadap beberapa kapal yang berlabuh dipelabuhan samarinda tentang bagaimana cara melakukan perawatan terhadap OWS agar output luaran limbah air got setelah keluar dari OWS tidak melebihi 15 PPM. Dari hasil penelitian di peroleh hal yang mempengarui perawatan terhadap OWS ialah kurangnya kesadaran crew kapal khususnya dibagain kamar mesin akan peraturan yang berkaitan dengan MARRPOL dan dampaknya terhadap lingkungan laut sehingga berdampak terhadap pengoperasian dari OWS yang ada diatas kapal.