Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Promosi Kreatif Dan Manajemen Kampanye Penjualan UMKM Binaan BARA Foundation Muhammad Risyad
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1805

Abstract

The Covid-19 pandemic has made every business compete during the Covid-19 pandemic to use social media in making sales. In Indonesia, Covid-19 has also encouraged MSMEs to increase digital literacy, especially in marketing products and competing with other businesses. Digital literacy in the form of social media education for MSMEs is a must-have for every business activist because it is a digital skill. Therefore, a better level of digital literacy is needed for MSMEs. The problem of the low level of digital literacy, especially in utilizing social media, is our basis for holding the event "Burning with Universitas Pelita Harapan". The hope that will be completed through the event, MSME partners can apply the materials provided in their business, and the level of digital literacy in Indonesia increases.
Peningkatan Daya Saing UMKM Berbasis Kualitas Produk melalui Sertifikasi Halal dan Edukasi Pangan Aman di Komunitas Salimahpreneur Depok Elia Yuswita; Andriati Reny Harwati; Muhammad Novianto Bayu Saputro; Sabriella Afni; Riska Rahmawati; Ridha Alivia Putri; Rizka Sheema Nabila; Adellia Adha; Asshifa Salwa; Muhammad Risyad
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2906

Abstract

Abstrak: Komunitas Salimahpreuneur Depok memiliki potensi UMKM pangan yang signifikan, namun dihadapkan pada kendala legalitas dan pengetahuan teknis yang menghambat daya saing. Data awal menunjukkan 68,2% produk mitra belum bersertifikat halal dan 86,4% belum memiliki izin edar (PIRT/MD BPOM). Kesenjangan pengetahuan juga terlihat dari nilai pre-test rata-rata 69,55, dengan 50% responden tidak memahami penyusunan Manual SJPH. Tujuan PkM ini adalah meningkatkan daya saing melalui pendampingan Sertifikasi Halal Self-Declare dan Edukasi Pangan Aman (CPPPOB). Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis intervensi, dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test serta pendampingan langsung. Hasil menunjukkan program sangat efektif, dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata post-test menjadi 90,75. Dampak implementasi sangat tinggi, yaitu 100% pelaku usaha berhasil mengunggah dokumen halal dan 25 sertifikat halal berhasil diterbitkan untuk 25 mitra. Program ini berhasil menumbuhkan kepercayaan diri (95% responden) dan meyakini adanya peningkatan daya saing produk melalui pemenuhan standar kualitas dan legalitas.