Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Pencegahan Radikalisme Melalui Media Sosial Di Kalangan Remaja Andy Sanjaya M; Rahmat Dwi Putranto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 2 No. 1: Desember 2022
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v2i1.1173

Abstract

Media online maupun media sosial online dapat menunjang terjadinya radikalisasi. Sebagian besar kelompok teroris memfokuskan kegiatan mereka pada ranah aktivisme seperti : publisitas, penyebaran propaganda, perekrutan, pengembangan jaringan (Networking), dan mobilisasi, sehingga media sosial digunakan sebagai alat untuk meradikalisasi oleh individu maupun kelompok untuk perubahan politis dan sosial khususnya bagi kalangan remaja dan generasi muda. Media sosial yang efektif dapat menghubungkan orang-orang dengan sumber informasi yang berbeda-beda serta membuat individu seolah terlibat langsung dalam suatu kejadian. Selain itu media sosial dapat meningkatkan reaksi emosional agar terlibat dan menjadi pendukung gerakan radikal.
MENJADIKAN GURU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DENGAN MENERAPKAN POLA PENDIDIKAN REVOLUSI MENTAL DI SMA MUHAMMADIYAH 4 JAKARTA Marjan Miharja; Nurul Hasanah; Hendrio H. Pesik; Luqman Hadi R; Satriya Kurnia S; Abdullah Zaini; Tri Arief Noviyanto; Ricky Adi Prasetiyo; Andy Sanjaya M; Akmal Ridho; Asmila Sari; Esa Dian Arifni
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v2i1.244

Abstract

Perubahan pola pikir yang terdapat pada kehidupan memaknai bahwa dimulainya revolusi mental. Berdasarkan penilaian bagaimana reaksi dan interaksi masyarakat kelak terhadap perubahan tersebut juga patut diperhitungkan, apalagi ranah pendidikan merupakan penentu awalnya. Revolusi mental wajib mencakup sebagai angin segar yang menyembuhkan pilar-pilar negara yang sudah roboh atau berubah dari nilai-nilai moral Pancasila, menjadi sebuah dongkrak bagi masyarakat yang terjatuh, menjadi jembatan toleransi dan kemanusiaan, dan juga penegak identitas bangsa Indonesia. Guru memiliki posisi terpenting dalam sektor Pendidikan karena guru sendiri menempati posisi sebagai agen perubahan atau bisa disebut agent of change. Posisi guru sebagai garda terdepan dan yang utama, memiliki andil dalam proses perubahan individu, dimana terdapat pengisian gelas ilmu pengetahuan yang tadinya kosong lalu memiliki isi (input knowledge). Profesionalisme guru yang menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan merupakan hasil dari proses belajar yang kelak akan dilaksanakan oleh para peserta didik baik secara bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara.