Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

APLIKASI METODE PENANGKARAN INDUK RAJUNGAN SEBAGAI UPAYA RESTOCKING DI ALAM MELALUI SISTEM RUMÔH BIENG RENJONG Syamsul Bahri; Teuku Muhammad Faisal; Teuku Fadlon Haser; Andika Putriningtias
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10850

Abstract

ABSTRAKRajungan merupakan komoditas ekspor yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tingginya penangkapan rajungan menyebabkan hasil tangkapan yang diperoleh nelayan semakin menurun. Kurangnya pemahaman masyarakat terkait teknologi penangkapan yang ramah lingkungan dan teknik penangkaran telah memperparah penurunan stok dialam. Model penangkaran rajungan yang berkelanjutan diketahui dapat dilakukan untuk mengatasi penurunan stok rajungan dialam. Adapun metode teknis pelaksanaan utama dalam kegiatan ini, yaitu (1) Kegiatan pengelolaan induk mulai dari penampungan dan penerimaan induk bertelur yang tertangkap dari nelayan pemeliharaan bak induk, seleksi induk khususnya yang sudah bertelur, pakan dan pengelolaan kualitas air induk, pengeraman (inkubasi) induk  serta penetasan  telur rajungan.  (2)  Pengelolaan  kualitas  air  agar diperoleh kelulushidupan crablet yang tinggi. (3) Pencegahan hama dan penyakit, hama dan penyakit yang sering menyerang seperti ektoparasit dan jamur. Hasil PKM ini merupakan solusi alternatif dalam kegiatan ini dengan membuat sistem RUMÔH BIENG RENJONG dapat memudahkan nelayan dalam memahami konsep ini dibuat sesederhana mungkin, sehingga diperoleh peningkatan stok di alam dari hasil restocking secara mandiri oleh masyarakat nelayan secara berkelanjutan yang nantinya dapat meningkatkan hasil tangkapan dan meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir, khususnya pelaku usaha perikanan rajungan. Kata kunci: induk; penangkaran; rajungan; restocking ABSTRACTBlue swimming crab is an export commodity that has high economic value, the high crab catch causes the catches obtained by fishermen to decrease. The lack of public understanding regarding environmentally friendly fishing technologies and captive breeding techniques has exacerbated the decline in natural stocks. It is known that sustainable crab breeding models can be used to overcome the decline in natural crab stocks. The main implementation technical methods in this activity are (1) broodstock management activities starting from sheltering and receiving egg-laying broodstock caught from fisherman maintenance of brood tanks, selection of broodstock especially those that have laid eggs, feed and broodstock water quality management, incubation (incubation) of broodstock and hatching crab eggs. (2) Management of water quality in order to obtain high crablet survival. (3) Prevention of pests and diseases, pests and diseases that often attack such as ectoparasites and fungi. The results of this PKM are an alternative solution in this activity by making the RUMÔH BIENG RENJONG system easier for fishermen to understand this concept. Make it as simple as possible, so that an increase in stocks in nature is obtained from the results of independent restocking by fishing communities in a sustainable manner which can later increase catches and increase fish stocks. the economy of coastal communities, especially crab fisheries business actors. Keywords: broodstock; crab; restocking
Upaya peningkatan mutu udang pada Kelompok Mulia Bahri Desa Paya Lipah, Peureulak Aceh Timur melalui sosialisasi CPIB dan restocking di alam dalam pelestarian sumber plasma nutfah induk udang windu (Penaeus monodon) Andika Putriningtias; Siti Komariyah; Syamsul Bahri; Teuku Muhammad Faisal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27359

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan pembibit/pembudidaya udang windu di Aceh Timur mengenai pentingnya Cara Pembenihan Ikan Yang Baik (CPIB) dan sertifikasi benih udang. Dalam kegiatan PKM ini, juga dilaksanakan restocking  benih udang windu ke alam guna menjaga kelestariannya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis produk ini dilakukan dengan beberapa tahapan, seperti : survei pendahuluan ke lokasi mitra untuk berkoordinasi pelaksanaan kegiatan yang meliputi penyampaian materi dan praktek pembuatan produk serta monev. Adapun metode teknis pelaksanaan kegiatan ini, yaitu (1) Tahap persiapan, persiapan dokumen CPIB, pemahaman fungsi tiap dokumen. (2) Tahapan Pelaksanaan berupa penyuluhan yaitu dengan memberikan pemahaman dan pelaksanaan prosedur cara pembenihan udang windu yang baik (CPIB) dan penyampaian materi pentingnya restocking udang windu di alam. (3) Tahap monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan dengan wawancara mitra terhadap program yang telah dilaksanakan (CPIB dan restocking). Mitra kegiatan PKM adalah “Kelompok Mulia Bahri”, yaitu kelompok usaha pembenihan udang yang ada di Gampong Payah Lipah, Kabupaten Aceh Timur yang beranggotakan 15 orang. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah adanya peningkatan pengetahuan mitra mengenai CPIB, peningkatan skill mitra dalam pembenihan mandiri dan prosedur sertifikasi benih udang. Kata kunci: aceh timur; benih; CPIB; sertifikasi; udang AbstractThis community service activity (PKM) was carried out in July 2024. The purpose of this activity is to increase the knowledge of tiger shrimp breeders/cultivators in East Aceh about the importance of Good Fish Hatchery Practices (CPIB) and shrimp seed certification. In this PKM activity, restocking of tiger shrimp seeds to nature is also carried out to maintain its sustainability. This product-based community service activity (PKM) is carried out in several stages, such as: preliminary surveys to partner locations to coordinate the implementation of activities which include the delivery of material and practice of making products and monitoring and evaluation. The technical method for implementing this activity, namely (1) Preparation stage, preparation of CPIB documents, understanding the function of each document. (2) Implementation stage in the form of counselling, namely by providing understanding and implementation of good tiger shrimp hatchery procedures (CPIB) and delivering material on the importance of restocking tiger shrimp in nature. (3) The monitoring and evaluation (M&E) stage is carried out by interviewing partners on the programmes that have been implemented (CPIB and restocking). The PKM activity partner is ‘Mulia Bahri Group’, a shrimp hatchery business group in Gampong Payah Lipah, East Aceh Regency with 15 members. The results of this PKM activity are an increase in partner knowledge about CPIB, increased partner skills in independent hatcheries and shrimp seed certification procedures. Keywords: certificate; CPIB; east aceh; seed; shrimp
Pemberdayaan perempuan dalam mengembangkan usaha rumahan melalui added value ikan bulan di Gampong Kuala Langsa, Kota Langsa Andika Putriningtias; Fiddini Alham; Hanisah Hanisah; Teuku Muhammad Faisal; Fauziah Azmi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29960

Abstract

AbstrakKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai September 2023. PKM ini bertujuan untuk menghasilkan produk olahan ikan, hingga tahap pemasaran. Indikatornya adalah kontribusi perempuan dalam peningkatan pendapatan keluarga. Mitra yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Karang Taruna Gampong. Metode yang dilakukan adalah pendekatan sosial, pelaksanakan kegiatan, evaluasi dan monitoring. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah terciptanya kreatifitas masyarakat Gampong Kuala Langsa, khususnya perempuan dalam menciptakan sebuah produk olahan ikan bulan. Dimana dari hasil olahan ini dapat meningkatkan nilai atau harga jual ikan bulan tersebut dan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan skill anggota mitra terhadap pentingnya packaging dan branding suatu produk. Serta peningkatan daya kreatifitas mitra untuk mengembangkan suatu bahan menjadi suatu produk olahan yang memiliki nilai tambah sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Kata kunci: ikan bulan; kuala langsa; nugget; pemberdayaan; Perempuan; usaha rumahan. AbstractThis Community Service (PKM) activity was carried out from August to September. This PKM aims to produce processed fish products, up to the marketing stage. The indicator is the contribution of women in increasing family income. Partners who are the target of this activity are Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) and Gampong Youth Organization. The methods used are social approach, activity implementation, evaluation and monitoring. The result of this PKM activity is the creation of creativity in the community of Gampong Kuala Langsa, especially women in creating a processed moon fish product. Where from these processed results can increase the value or selling price of the moon fish and can help improve the family economy. The result of this activity is an increase in the knowledge and skills of partner members on the importance of packaging and branding a product. As well as increasing the creativity of partners to develop an ingredient into a processed product that has added value so that it can increase family income. Keywords: moon fish; kuala langsa; nuggets; empowerment; women; home-based business.