Safrina Arifiani Felayati
Universitas Jenderal Soedirman

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GENDER PERFORMATIVITY IN BANG SALLEH/SALLY Safrina Arifiani Felayati; Riefki Fajar Ganda Wiguna
LEAD (Language, Education and Development) Vol 2 No 2 (2023): Volume 2 Number 2 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.lead.2023.2.2.8344

Abstract

This article focuses on looking at gender performativity, a feminist theory approach put forward by Judith Butler on the character Bang Saleh or also called Bang Sally, in the Upin Ipin series. Upin Ipin is a popular children's animation series from Malaysia. In this animated series which is aimed at children and comes from a country with a majority Muslim population, it will seen how the character Bang Saleh/Bang Sally is presented. How is gender performativity in the character? The method used in this article is descriptive qualitative. In this study, it was found that the character Bang Sholeh/Sally showed performance with gender as a woman but was still within the corridors of law and religion in Malaysia. Hence, the character still had to perform as a man. Here it is seen that Bang Sholeh/Sally has a different gender identity.
Dinamika Hubungan Senpai dan Kouhai dalam Perusahaan Jepang Sinta Raya Nurita; Yusida Lusiana; Safrina Arifiani Felayati
IZUMI Vol 15, No 1 (2026): Current
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/izumi.15.1.71-78

Abstract

<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini mengkaji dinamika hubungan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">senpai</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> - </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">kouhai</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> di sebuah perusahaan Jepang modern, dengan fokus pada perubahan sosial, tantangan profesional, dan persepsi generasi muda terhadap sistem senioritas tradisional. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan wawancara mendalam dengan karyawan di Komeda Coffee, penelitian ini menemukan bahwa meskipun struktur hirarkis berdasarkan urutan masuk ke dunia kerja tetap berkelanjutan, implementasi hubungan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">senpai</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> - </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">kouhai</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> telah mengalami adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan nilai-nilai generasi muda. Hubungan ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme hirarkis formal, tetapi juga sebagai proses pendampingan dan transfer nilai yang mempengaruhi motivasi, kesejahteraan psikologis, dan inovasi kerja. Penelitian ini menyoroti pentingnya komunikasi yang terbuka, keseimbangan antara otoritas dan empati, serta peran penting </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">senpai</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> dalam membimbing </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">kouhai</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> dengan empati dan keterbukaan. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pemahaman budaya organisasi Jepang dan memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan untuk mengelola hubungan hirarkis agar tetap adaptif dan inklusif dalam konteks kerja modern.</span></span></p> <a href="https://gb777info.com">gb777</a><a href="https://pajak.blitarkota.go.id/uploads/profile/">gb777</a><a href="https://baak.uika-bogor.ac.id/uploads/">slot gacor</a><a href="https://siadmin.baak.uika-bogor.ac.id/files/images/">gb777</a><a href="https://jdih.dprd-pemalangkab.go.id/">gb777</a><a href="https://disnakertrans.bungokab.go.id/">GB777</a><a href="https://jdih.bungokab.go.id/">GB777</a>slot gacorslot gacor
Pelatihan Keigo Dan Pemahaman Budaya Jepang untuk Meningkatkan Kompetensi Komunikasi siswa dalam Persiapan  ke Jepang Hartati; Ely Triasih Rahayu; Eko Kurniawan; Safrina Arifiani Felayati; Fauzan Fadlullah
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): PRAXIS Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/aq288407

Abstract

Program pelatihan keigo dan pemahaman budaya Jepang ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi siswa dalam rangka persiapan keberangkatan ke Jepang, khususnya bagi siswa yang akan mengikuti program magang, studi, atau kerja. Permasalahan utama yang dihadapi siswa adalah keterbatasan pemahaman terhadap penggunaan keigo (bahasa hormat Jepang) serta rendahnya kesadaran akan nilai-nilai budaya Jepang yang sangat menekankan kesopanan, hierarki sosial, dan etika komunikasi. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui pelatihan intensif yang meliputi pemaparan materi, simulasi komunikasi kontekstual, diskusi interaktif, serta praktik langsung penggunaan keigo dalam situasi formal dan semi-formal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar keigo, kemampuan memilih ragam bahasa yang sesuai dengan konteks sosial, serta meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang secara sopan. Selain itu, siswa juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai budaya kerja dan kehidupan sosial masyarakat Jepang. Program ini memberikan kontribusi positif dalam mempersiapkan siswa agar mampu beradaptasi secara linguistik dan kultural, sehingga diharapkan dapat meminimalkan kesalahpahaman komunikasi dan meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi lingkungan Jepang yang multikultural dan profesional.