Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PEMIKIRAN TOKOH EKONOMI ISLAM INDONESIA TENTANG MERGER BANK SYARIAH BUMN MENJADI BANK SYARIAH INDONESIA Anggie Ika Rahmayati; Aisyiatus Shahiyah Suharto; Ahmad Qosim
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 6 No 1 (2023): Article Research Volume 6 Number 1, Januari 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v6i1.990

Abstract

Inisiasi pendirian mega merger Bank Syariah BUMN mendatangkan pro dan kontra di banyak tokoh. Beberapa tokoh yang menyikapi merger tersebut di antaranya ialah Agustianto Mingka dan Riawan Amin. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk menganalisis pemikiran Agustianto Mingka dan Riawan Amin tentang merger Bank Syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam upaya peningkatan perbankan Syariah di Indonesia; 2) Untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan pemikiran Agustianto Mingka dan Riawan Amin tentang merger Bank Syariah BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam upaya peningkatan perbankan Syariah di Indonesia. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan interpretative. Dalam pengumpulan data, riset ini menggunakan dua teknik, yakni wawancara dan studi dokumen. Dalam hal analisis data, penelitian ini menggunakan analisis isi dan analisis komparatif. Kesimpulan dari riset ini: 1) Agustianto Mingka, melalui pemikirannya terhadap merger Bank Syariah BUMN menyatakan kesetujuannya. Kesetujuan ini didasarkan pada beberapa peluang dan kesempatan merger yang melebihi permasalahan, tantangan, serta konsekuensi mudhorot merger. Adapun Riawan Amin sebelum dilakukan merger, pemikirannya lebih tercurahkan kepada kelemahan-kelemahan, tantangan-tantangan, serta konsekuensi-konsekuensi merger yang berorientasi merger bukanlah solusi dan pilihan terbaik. Setelah dilakukan merger, solusi dan strategi yang diberikan oleh Agustianto Mingka sekiranya bank hasil merger menjadi bank besar ialah penambahan modal sekiranya Bank Syariah Indonesia (BSI) menempati BUKU IV, serta berfokus terhadap penanggulangan kelemahan dan tantangan merger. Adapun Riawan Amin setelah dilakukan merger juga berpendapat jika pemerintah perlu menambah modal kepada Bank Syariah Indonesia (BSI), sehingga Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi bank tergolong BUKU IV. Selain itu, strategi dan solusi yang diberikan oleh Riawan Amin dalam rangka mengusahakan Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi bank besar ialah dengan pengoptimalan sumber daya manusia dan sumber daya non manusia; 2) Persamaan pemikiran Agustianto Mingka dengan Riawan Amin, keduanya mengasumsikan solusi dan strategi merger berupa penambahan modal, sehingga BSI bisa menjadi bank BUKU IV yang arah geraknya lebih luas dari pada bank BUKU I, II dan III. Perbedaan pemikiran Agustianto Mingka dengan Riawan Amin bisa dilihat dari sebelum dan sesudah merger Bank Syariah BUMN. Sebelum merger, Agustianto Mingka menyatakan sikap kesetujuannya terhadap merger bank syariah BUMN. Sementara itu, Riawan Amin menyatakan ketidaksetujuannya sebab pengaruh dari pemikiran Anwar Abbas, ketua PP. Muhammadiyah. Perbedaan lain bisa dilihat dari segi strategi pembesaran merger bank syariah. Strategi yang dipilih oleh Agustianto Mingka berupa antisipasi terhadap permasalahan dan tantangan, serta penanggulangan terhadap kekurangan-kekurangan merger. Adapun Riawan Amin, strateginya lebih tercurahkan pada pengoptimalan sumber daya manusia dan sumber daya non manusia. Dalam riset ini, penulis menuliskan tiga saran. Pertama, meneliti hal-hal yang besifat spesifik, seperti komparasi strategi pemikiran Agustianto Mingka dan Riawan Amin dalam membesarkan merger Bank Syariah BUMN. Kedua, meneliti seberapa efektif strategi yang diberikan oleh Agustianto Mingka dan Riawan Amin dalam membesarkan merger Bank Syariah BUMN. Ketiga, meneliti aspek kekurangan dan kelebihan strategi yang diberikan oleh Agustianto Mingka dan Riawan Amin dalam membesarkan merger Bank Syariah BUMN.
Philosophy of Markets and Price Theory in Islamic Economics: a Multidisciplinary Perspective Anis Sumadi, Mohammad; Subagiyo, Rokhmat; Khudhory, Ahmad; Adi Putra, Silachi Agusta; Zainal Abidin, Ahmad; Qosim, Ahmad
Journal of Islamic Economics Perspectives Vol. 7 (2025): Journal of Islamic Economics Perspectives - Special Issue
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, State Islamic University of  Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/n1z2qe82

Abstract

This study critically re-examines the philosophical foundations of market and price theory in Islamic economics through a multidisciplinary integration of psychology, Islamic jurisprudence (fiqh siy?sah), and sociology. Psychology elucidates how motivation, perception, and decision-making are shaped by Islamic values, while fiqh siy?sah provides the legal and normative framework that ensures justice, ethical conduct, and compliance with Islamic law in regulating market mechanisms. Sociology complements these perspectives by explaining how social structures, cultural norms, and collective behavior influence market interactions. Through this synthesis, the study constructs a holistic framework that transcends the technical dimensions of conventional market theory by embedding moral, social, and behavioral ethics into economic analysis. Using a literature-based narrative method, this research integrates the epistemological strengths of each discipline without diminishing their distinct paradigms. The novelty lies in offering a unified model of Islamic market analysis that incorporates moral reasoning, social dynamics, and behavioral psychology into price determination and market equilibrium. Findings reveal that this multidisciplinary approach enriches theoretical and practical understanding of markets as both economic and moral institutions, balancing efficiency with justice and social responsibility. The study concludes that integrating ethical, psychological, and sociological dimensions leads to a more comprehensive and equitable model of Islamic market behavior, contributing to the advancement of Islamic economic theory, value-driven research methodologies, and sustainable policy design aligned with the maq??id al-shar??ah—the higher objectives of Islamic law.