A. Muflihah Darwis
FKM Universitas Hasanuddin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI PERILAKU PEKERJA TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI APRON BANDAR UDARA TAMPA PADANG MAMUJU: Study of Workers Behavior to the Use of Personal Protective Equipment at Apron Airport Tampa Padang Mamuju Nurul Widi Anggraeni; Lalu Muhammad Saleh; A. Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 2 No. 2: JUNE 2021
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v2i2.12898

Abstract

Bandar udara salah satu tempat kerja yang mengharuskan pekerjanya menggunakan alat pelindung diri agar terhindar dari kecelakaan kerja, terutama unuk pekerja apron bandar udara. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang masih belum bisa dilaksanakan oleh pekerja disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pengawasan yang ketat oleh manajemen perusahaan. Untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan pekerja terhdap penggunaan APD. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi fenomologi. Penelitian ini dilaksanakan di Apron Bandar Udara Tampa Padang Mamuju pada bulan Desember 2020. Adapun informan dalam penelitian ini semua pekerja Apron Bandar Udara Tampa Padang Mamuju yang sebanyak 17 orang. Prosedur pemilihan informan berdasarkan purposive sampling. Cara pengumpulan data dengan wawancara (in-depth interview) dan observasi. Sebagian besar informan utama tidak menggunakan APD yaitu sebesar 12 orang (80%). APD yang dipakai oleh seluruh informan yaitu sebanyak 15 (100%) adalah rompi dan masker. Sedangkan APD yang paling sedikit dipakai oleh informan earplug/earmuff yaitu sebanyak 3 orang (20%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar informan utama tidak menggunakan APD dan yang digunakan hanya rompi dan masker, sedangkan APD yang sedikit digunakan yaitu earplug/earmuff.
DETERMINAN KEPATUHAN PENGGUNAAN APD PADA PETUGAS IGD DI RSUD KOTA MAKASSAR PADA MASA PANDEMI: Determinants of Compliance with the Use of PPE In Emergency Room Officers in Makassar City Hospital During the Pandemic Period Nursiah Nursiah; Andi Wahyuni; A. Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 2 No. 3: OCTOBER 2021
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v2i3.14753

Abstract

Penanganan pasien di instalasi gawat darurat harus mendapatkan response time yang cepat dan tindakan yang tepat sehingga telah menyebabkan tenaga kesehatan di bagian ini sering terpapar berbagai sumber bahaya yang dapat mengancam jiwa dan kesehatannya. Kasus Covid-19, pasien dianggap paling menular ketika mereka bergejala, tetapi beberapa penyebaran bisa terjadi bahkan sebelum gejala muncul. Oleh karena itu, diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) agar terhindar dari sumber bahaya tenaga kesehatan. Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas IGD di RSUD Kota Makassar pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study yang dilaksanakan di IGD RSUD Kota Makassar pada Mei-Juni 2021. Adapun jumlah sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 25 responden dengan penarikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan responden menggunakan kuesioner yang kemudian diolah menggunakan program SPSS. Analisis penelitian menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Empat variabel penelitian terdapat satu variabel yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD pada petugas IGD yaitu pengawasan (p=0,042<0,05). Variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD pada petugas IGD yaitu variabel pengetahuan (p= 1,000>0,05), sikap (p=0,565>0,05) dan ketersediaan APD (p=0,183>0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengawasan berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD pada petugas IGD sedangkan pengetahuan, sikap dan ketersediaan APD tidak berhubungan kepatuhan penggunaan APD pada petugas IGD.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN APD PETUGAS IGD RSUD KOTA MAKASSAR: Factors Related to Compliance with the Use of PPE of IGD Officers of Makassar City Hospital Filadelfia Pirade; Andi Wahyuni; A. Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 3 No. 1: FEBRUARY 2022
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v3i1.19894

Abstract

Salah satu upaya dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja ialah dengan pengendalian hazard di lingkungan kerja dengan Alat pelindung Diri (APD) sesuai dengan standar kerja yang telah ditentukan dalam program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Namun, di masa pandemi pada bagian IGD RSUD Kota Makassar masih sering ditemui para petugas yang kurang memperhatikan pentingnya penggunaan APD. Penelitian bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) petugas IGD RSUD Kota Makassar di masa pandemi COVID-19.  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel yaitu 30, menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan di IGD RSUD Kota Makassar pada bulan November hingga Desember 2021. Menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi- Square. Uji Chi-Square antara Pengetahuan dengan kepatuhan didapatkan (p=0,000). Sikap dengan kepatuhan didapatkan (p=0,033). Pemberian Informasi dengan kapatuhan didapatkan (p=0,033). Motivasi dengan kepatuhan didapatkan (p=0,001). Pengawasan dengan kepatuhan yaitu (p=0,004). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan, sikap, pemberian informasi, motivasi dan pengawasan terhadap kepatuhan penggunaan APD petugas IGD RSUD Kota Makassar di masa pandemi COVID- 19. Hasil penelitian ini disarankan bagi petugas yang belum maksimal dalam penggunaan APD agar lebih meningkatkan penggunaan APD ketika bekerja guna meminimalisir terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.