Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung) Rintan Rahayu; Heri Nugraha; Mohammad Fahreza
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 2 No. 1 (2026): J-Coop : Journal of Co-operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v2i1.57

Abstract

This study aims to determine the effect of work environment and job satisfaction on employee productivity at the Bandung City Government Employees Cooperative. The background of this research is the decline in employee productivity caused by an unsupportive work environment and relatively low job satisfaction. The research method used is a descriptive and verifiable quantitative approach with data collection through questionnaires distributed to 25 cooperative employees. Data were analyzed using multiple linear regression to test the influence of independent variables on the dependent variable. The results showed that the work environment had a positive and significant effect on work productivity by 28.6%, job satisfaction had a positive effect by 31.8%, and simultaneously both variables had a contribution of 48.6% to employee productivity. The conclusion of this study shows that the better the work environment and the higher the job satisfaction, the higher the employee productivity will be.
Pelatihan Pengembangan Usaha Koperasi Rumah Sakit Citra Mandiri Dr. Cipto di Jakarta Sugiyanto Ikhsan; Udin Hidayat; Mohammad Fahreza
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 2 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, perusahaan-perusahaan badan usaha di berbagai sektor harus terus beradaptasi dalam mengembangkan usahanya. Artinya, penting bagi suatu koperasi melakukan pengembangan usaha, dimana hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan koperasi. Dalam dunia bisnis yang kompetitif, koperasi perlu terus mengembangkan usaha mereka agar tetap relevan dan dapat bersaing. Maka perlu adanya pelatihan agar lebih memperkuat kinerja usaha dalam melakukan pengembangan usaha pada Koperasi. Untuk metode pelatihan pengembangan usaha pada Koperasi RSCM Dr. Cipto Jakarta menggunakan pendekatan yang interaktif dan praktis, dimana peserta terlibat dalam diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, dan latihan praktis. Dengan adanya pelatihan ini peserta dapat memahami perihal pelaksanaan pengembangan usaha melalui penetrasi pasar, pengembangan produk, pengembangan pasar, dan diversifikasi produk selain itu dampak positif dan alternatif usaha yang bisa dilakukan. Selain itu peserta terdorong untuk berupaya mengimplementasikan hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan pengembangan usaha.
Penguatan Koperasi Kelurahan Merah Putih di DKI Jakarta Melalui Digitalisasi Layanan Pangan dan Inklusi Keuangan Mohammad Fahreza
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 mengarahkan percepatan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi warga melalui unit layanan yang konkret, antara lain kantor koperasi, pengadaan sembako, simpan pinjam, klinik, apotek, cold storage/pergudangan, dan logistik. Di DKI Jakarta yang memiliki 267 kelurahan, Pemerintah Provinsi menargetkan pembentukan 267 koperasi kelurahan agar layanan ekonomi hadir di setiap kelurahan. Namun, data statistik sektoral menunjukkan masih besarnya jumlah koperasi tidak aktif dan penurunan jumlah anggota koperasi di DKI Jakarta pada periode 2020–2022, yang mengindikasikan perlunya penguatan tata kelola, model bisnis, dan transparansi operasional. Artikel pengabdian masyarakat ini menawarkan desain pendampingan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di DKI Jakarta dengan tema terkini: digitalisasi layanan koperasi untuk ketahanan pangan perkotaan dan inklusi keuangan. Intervensi dirancang berbasis kebutuhan (needs assessment) dan kolaboratif (partisipatoris), meliputi: (1) penyusunan SOP tata kelola dan kontrol internal, (2) pengembangan model operasional gerai sembako (stok minimum, strategi harga layanan, kemitraan pemasok lokal), (3) adopsi pembayaran digital melalui QRIS, dan (4) monitoring kinerja berbasis indikator dan data. QRIS dipilih karena hingga Semester I di tahun 2025 telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchants, dengan mayoritas merchants merupakan UMKM, sehingga relevan sebagai infrastruktur transaksi ritel di tingkat kelurahan. Luaran kegiatan mencakup, digitalisasi dan matriks Key Performance Indicator (KPI) untuk memastikan replikasi dan keberlanjutan di 267 kelurahan.
Tantangan dan Peluang Transformasi Digital sebagai Strategi Penguatan Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Sugiyanto Ikhsan; Mohammad Fahreza; Udin Hidayat
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut koperasi untuk bertransformasi agar mampu bertahan dan bersaing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dalam menghadapi tantangan digital melalui pelatihan transformasi digital berbasis model bisnis modern. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang dilaksanakan selama tiga hari dengan pendekatan andragogi, studi kasus, diskusi kelompok, serta penyusunan rencana aksi digitalisasi koperasi. Materi pelatihan mencakup pengenalan model bisnis digital seperti marketplace, subscription, dan layanan on-demand, serta regulasi pendukung seperti UU Cipta Kerja dan PP No. 7 Tahun 2021. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga ±30%, penyusunan rencana aksi digital koperasi, dan identifikasi tantangan serta solusi adaptif. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukatif melalui pelatihan praktis dapat mendorong koperasi menjadi entitas yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing di era digital.
Pengembangan Pertanian Organik dan Pengurangan Stunting Desa Cikurubuk, Sumedang, Jawa Barat Mohammad Fahreza; Evan Firdaus
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 1 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tahun 2024 di Desa Cikurubuk, Kabupaten Sumedang, dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pertanian organik dan penanggulangan stunting. Program ini berlangsung selama empat bulan, dari September 2023 hingga Januari 2024, dengan fokus utama pada tiga aspek: (1) pengembangan pertanian organik, (2) pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan gizi, dan (3) pemasaran produk unggulan desa. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah petani yang beralih ke pertanian organik, dengan lahan organik yang bertambah dari lima hektar menjadi 20 hektar. Selain itu, produksi beras organik meningkat dari 20 ton menjadi 50 ton per musim. Program ini juga berhasil menurunkan angka stunting di Desa Cikurubuk dari 30% menjadi 20% melalui serangkaian penyuluhan kesehatan, distribusi makanan tambahan, serta monitoring tumbuh kembang anak. Selain itu, program budikdamber juga diimplementasikan untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Pengembangan pemasaran produk unggulan desa, seperti beras organik Patani, juga mengalami kemajuan signifikan dengan adanya promosi melalui platform digital dan bazar lokal. Keseluruhan program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Cikurubuk, baik dari segi ekonomimaupun kesehatan.
Peningkatan Kualitas Sanitasi Masyarakat melalui Pembangunan Fasilitas Sanitasi di Kecamatan Tomo Mohammad Fahreza; Abdul Hakim
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 2 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Kecamatan Tomo pada tahun 2024 difokuskan pada peningkatan akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya praktik sanitasi yang baik. Program ini mengadopsi pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Edukasi dan pelatihan juga menjadi komponen utama dalam program ini untuk mendorong perubahan perilaku terkait sanitasi di kalangan masyarakat. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah desa yang memiliki akses ke fasilitas sanitasi layak, dari 12 desa pada tahun 2023 menjadi 18 desa pada tahun 2024. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi, dari 40% sebelum intervensi menjadi 75% setelah intervensi. Program ini berhasil menunjukkan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat, terutama dalam menurunkan prevalensi penyakit menular seperti diare. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi program serupa di daerah lain yang menghadapi tantangan sanitasi.
Pelatihan Peningkatan Kualitas Pengawas Internal Koperasi Di Provinsi Kalimantan Barat Sugiyanto Ikhsan; Udin Hidayat; Mohammad Fahreza
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era dinamis ekonomi dan tuntutan regulasi yang semakin ketat, Pengawas internal dalam konteks koperasi memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kelancaran operasional,kepatuhan terhadap aturan, dan manajemen risiko yang efektif. Pengawasan adalah fungsi utamamanajemen yang berorientasi pada tujuan dengan kata lain pengawasan sangat penting untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Koperasi sebagai entitas ekonomi yang unik memiliki karakteristik tersendiri, yang menuntut adanya pengawasan internal yang handal dan mampu beradaptasi dengandinamika lingkungan bisnis. Kondisi ini menegaskan perlunya meningkatkan kualitas pengawas internal secara terus menerus agar mampu merespons perubahan eksternal dan internal dengan optimal. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh pengawas koperasi untuk meningkatkan kualitas pengawas internal koperasi yaitu mengenai kepatuhan dan etika, tata kelola yang baik bagikoperasi serta manajemen risiko. Dengan adanya pelatihan peningkatan kualitas pengawas internalkoperasi ini diharapkan pengawas koperasi mempunyai kemampuan manajerial, teknis, dan berjiwa wirakoperasi, sehingga pengelolaan koperasi mencerminkan suatu ciri yang dilandasi prinsip-prinsip koperasi.