Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Tentang Pemberian ASI Eksklusif di Desa Pintu Langit Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan Novita Sari Batubara; Rya Anastasya Siregar; Rizka Heriansyah; Tapi Endang Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v4i2.5756

Abstract

ASI eksklusif atau pemberian ASI secara eksklusif adalah pemberian air susu ibu (ASI) saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, dan nasi tim pada bayi hingga usia 6 bulan. Setelah bayi usia 6 bulan, Ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat, sedangkan ASI tetap diberikan sampai bayi usia 2 tahun atau bahkan lebih dari 2 tahun. Para ahli menemukan bahwa manfaat ASI akan sangat meningkat bila bayi hanya diberi ASI saja sampai usia 6 bulan kehidupannya Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan wawancara. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Desa Pintu Langit Kecamatan Angkola Julu Kota Padang Sidimpuan. Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan dampak yang baik bagi masyarakat yaitu menambah pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberikan ASI saja pada bayinya tanpa makanan tambahan lain sampai umur 6 bulan. Diharapkan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan pemberian ASI eksklusif ini semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang memberikan ASI eksklusif selain itu diharapkan kepada masyarakat khususnya calon ibu dan ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan agar memberikan ASI saja selama 6 bulan dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di posyandu sekali dalam sebulan untuk mengetahui tumbuh kembang dan kesehatan bayinya.
HUBUNGAN PERILAKU SUAMI TERHADAP DUKUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANG PANE II KECAMATAN HALONGONAN TIMUR KABUPATEN PALUTA TAHUN 2020 Rya Anastasya Siregar; Novita Sari Batubara; Riza Meriansyah; Tapi Endang
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Juni 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i2.14

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi anak dalam 1000 Hari Pertama Kelahiran. Bayi yang diberikan ASI ekslusif dapat mencapai pertumbuhan perkembangan dan kesehatan yang optimal. Pemberian ASI Eksusif sangat dipengaruhi oleh perilaku kesehatan berupa, pengetahuan, tidakan, sikap, mencakup dukungan suami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku suami terhadap dukungan pemberian ASI ekslusif pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Pane II Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Paluta Tahun 2020. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi berusia ≤6 bulan yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Pane II Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Paluta yang sebanyak 90 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi berusia ≤6 bulan yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Pane II Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Paluta sebanyak 90 orang dengan menggunakan metode total sampling. Analisa yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku suami (p= 0,001), pengetahuan suami (p= 0,000), sikap suami (p= 0,003), tindakan suami (p= 0,001) berhubungan dengan dukungan pemberian ASI ekslusif. Kesimpulan diperoleh bahwa perilaku suami berhubungan dengan dukungan pemberian ASI ekslusif. Saran bagi suami agar memberikan perhatian lebih terhadap dukungan pemberian ASI ekslusif.
Analysis of Risk Factors For Nutritional Status and Consumption Patterns Among Pregnant Women With Chronic Energy Deficiency (CED) In The Working Area of A Public Health Center Rya Anastasya Siregar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61905

Abstract

Chronic energy deficiency (CED) in pregnancy remains a persistent public health problem in Indonesia, contributing to adverse maternal and neonatal outcomes. Although quantitative surveys have mapped its prevalence, the socio-cultural and behavioral mechanisms that shape the nutritional status and diets of affected women remain poorly understood. This study aimed to explore CED risk factors and dietary patterns of pregnant women through a comprehensive qualitative study. A descriptive phenomenological study was conducted in a community health center (Puskesmas) in Bogor Regency, involving 25 participants: 15 pregnant women with an upper arm circumference <23.5 cm, five family members, and five health workers. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions, and observations, and then analyzed using Braun and Clarke's thematic analysis. Five key themes emerged: fragmented nutrition knowledge and misinformation; deeply ingrained food taboos and restrictive dietary practices; economic vulnerability and intra-household food allocation; fragmented family and partner support; and emotional distress related to food insecurity. The interplay of these factors creates a cycle of inadequate intake that cannot be broken by traditional nutrition education alone. These findings emphasize the need for culturally sensitive, family-centered interventions, integrating mental health support, economic empowerment, and reorientation of antenatal care to address the root causes of CED.