Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Protective Factor Evaluation of Purslane (Portulaca grandiflora) Magenta Flower Variety Herbs Extract Cream Formula Bida Cincin Kirana; Erlien Dwi Cahyani; Antonius Budiawan
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 10 No. 3 (2023): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v10i32023.379-385

Abstract

Background: Indonesia is an equatorial country that is rich in sunlight all year. UV light is divided into three wavelength groups: UV-A (320-400nm), UV-B (280-320nm), and UV-C (100-290nm). Intracell chromophores in skin cell membranes such as riboflavin, porphyrin, nicotinamide, and enzymes will absorb the UV-A light. The UV-B light penetrates the dermis layer and causes DNA structure changes, which lead to wrinkles and a rising risk of skin cancer. Premature skin aging and skin cancer can be prevented with sunscreen preparation containing compounds that can protect the skin from UV radiation. Flavonoid is one of the purslane (Portulaca grandiflora) active metabolites that have the potency to be developed as sunscreen. Objective: This research aimed to determine the ability of purslane (Portulaca grandiflora) magenta flower variety herbs extract cream as a sunscreen as indicated by the %Te, %Tp, and Sun Protective Factor value. Methods: This research was an experimental study with various purslane magenta flower variety herbs extract cream formulas that were tested for their %Te, %Tp, and SPF value with a UV-Vis spectrophotometer. Results: The sunscreen cream preparation with 2.5% of purslane (Portulaca grandiflora) magenta flower variety herb extract had %Te, %Tp, and SPF values of 25.86 ± 2.41%, 36.05 ± 2.82%, and 3.97 ± 0.35 respectively. At the same time, preparations with 5% concentration of extract had %Te, %Tp, and SPF values of 8.23 ± 0.86%, 16.65 ± 0.92%, and 8.03 ± 0.38, respectively. Conclusion: The sunscreen activity of all extract concentration creams was significantly different compared to the negative control (cream base) in all parameters. Flavonoids are the compounds responsible for the sunscreen activity of purslane extract.
Pelatihan Pembuatan Teh Celup Herba sebagai Terapi Komplementer Asam Urat Levi Puradewa; Antonius Budiawan; Bida Cincin Kirana; Christina Indriasari; Agus Purwanto
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.2559

Abstract

Penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit inflamasi sendi yang paling sering ditemukan. Masalah yang muncul pada terapi untuk gout adalah penggunaan obat secara lama dan panjang. Penggunaan jangka panjang NSAID mengakibatkan penurunan mukosa lambung sehingga lebih mudah terjadinya luka pada lambung (gastritis) sedangkan pada kortikosteroid dapat menimbulkan banyak masalah bagi kesehatan. Permasalahan yang dihadapi mitra dengan prevalensi pengidap asam urat sebanyak 20 kasus adalah kurangnya informasi mengenai penggunaan jangka panjang terapi obat kimia dan kurangnya informasi mengenai beberapa tanaman yang bisa dikombinasikan untuk memberikan efek pereda nyeri. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai potensi tanaman obat sebagai terapi komplementer penyakit asam urat sehingga penggunaan kortikosteroid secara terus menerus bisa dikurangi mengingat efek samping yang ditimbulkan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap identifikasi masalah dan pelaksanaan pelatihan. Tahap pelatihan dilakukan dengan demonstrasi dan praktik pembuatan teh celup pereda nyeri berbahan dasar herba krokot, rimpang jahe, dan rimpang kunyit. Hasil kuesioner menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra dalam pembuatan teh celup pereda nyeri, dengan rerata skor sebesar 50,30% menjadi 95,76%. Dengan pengetahuan yang lebih baik, peserta diharapkan dapat membuat sendiri teh celup herbal sebagai terapi komplementer asam urat untuk membantu meringankan gejala yang ditimbulkan asam urat. Selain itu, peserta yang lebih teredukasi dapat menyebarluaskan pengetahuan ini kepada keluarga dan komunitas.