Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BRIKET ARANG PLASTIK : (Study Case : Bank Sampah Asy-Syifa Berkah) Mutia Amyranti; Agustine, Dine; Komalasari, Nia; Rumiris Hutagalung, Ira; Sujana, Dadang
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i5.130

Abstract

Permasalahan sampah menjadi permasalahan utama di Indonesia saat ini. Salah satu limbah yang paling banyak dan berdampak buruk terhadap lingkungan adalah sampah plastik. Perlunya teknologi pengolahan sampah yang secara nyata dapat mengurangi sampah. Sampah plastik gelas air mineral Polyethylene Terephthalate (PET) dan sampah kantong plastik Polypropilena (PP) merupakan sampah plastik dengan jumlah terbanyak, dan belum diolah secara optimum. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menerapkan teknologi pembuatan briket dari sampah plastik jenis PET dan PP dengan bantuan perekat kanji. Tahapan penerapan teknologi briket ini yaitu proses karbonasi bahan, proses pencetakan briket dan analisa hasil briket. Pengabdian ini juga diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari sampah plastik. Dalam pengabdian ini data yang akan diperoleh adalah nilai kalor bakar briket. Hasil dari pengujian menunjukkan, bahwa kombinasi bahan baku terbaik ditinjau dari nilai kalornya briket arang yang dihasilkan merupakan campuran bahan baku dengan penambahan PET. Adapun hasil dari penerapan teknologi pembuatan briket ini dapat terlihat dengan berkurangnya jumlah sampah plastik PET dan PP di bank sampah Asy-Syfa Berkah dengan pembuatan briket arang yang telah melalui proses analisa nilai kalor briket arang plastik, serta dapat mengedukasi pengurus bank sampah dan masyarakat di lingkungan Bank Sampah Asy-Syfa Berkah. Kata Kunci : Briket arang plastik, Nilai kalor, PP, PET
Kinerja Continuous Electrochemical Clarifier (CEC) sebagai Teknologi Pengolahan Air Sumur Berkadar Besi dan Mangan Tinggi Menjadi Air Bersih Suhirman Suhirman; Tubagus Fadhli Robby; Mutia Amyranti
UNISTEK Vol. 13 No. 1 (2026): Februari - Juli 2026
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/unistek.v13i1.8449

Abstract

Groundwater from the Klawas area, Muara Enim, South Sumatra, at a depth of approximately ?110 m, exhibits a reddish-brown coloration, indicating high concentrations of iron (Fe) and manganese (Mn). Preliminary analysis showed that the water quality did not meet the clean water standards stipulated in Regulation of the Indonesian Ministry of Health (Permenkes) No. 2 of 2023, as indicated by a turbidity of 30.1 NTU, TDS of 18.6 mg/L, Fe concentration of 3.5 mg/L, Mn concentration of 0.55 mg/L, and the presence of E. coli (25 MPN/100 mL) and total coliform (5 MPN/100 mL). Water treatment was conducted using a Continuous Electrochemical Clarifier (CEC) with a capacity of 3 m?/h, consisting of three main stages: aeration as primary treatment, an electrochemical clarifier to reduce turbidity and TDS, and silica filtration followed by electrodisinfection to remove pathogenic microorganisms. The Continuous Electrochemical Clarifier (CEC) system proved effective in treating groundwater from Klawas into clean water that complies with Permenkes No. 23 of 2017 and Permenkes No. 02 of 2023. The aeration unit reduced iron and manganese concentrations to <0.001 mg/L and <0.1 mg/L, respectively, while the clarifier operated at an optimum dose of 350 Farad and the filtration unit reduced turbidity and TDS to <0.001 ? 0.01 NTU and 12.50 ? 0.10 mg/L. In addition, the electrodisinfection unit successfully eliminated E. coli and total coliform to 0 MPN/100 mL.