Hanugrah Ardya C
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kusuma Husada Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Tanaman Tradisional untuk Swamedikasi di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Hanugrah Ardya C; Agnes Prawistyasari; Arwin Muhlisoh
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JAMSI - November 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.525

Abstract

Untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat dan keanekaragaman tanaman herbal yang ada di Indonesia dengan memanfaatkan tanaman yang mudah di dapatkan untuk itu masyarakat perlu adanya kegiatan penyuluhan tanaman tradisional untuk swamedikasi di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan melakukan penyuluhan tentang manfaat tanaman jahe yang dapat dibuat dalam beberapa sediaan salah satunya adalah esktrak jahe (Zingiber Officinalle) metode kegitan pengabdian masyarakat dilakukan secara offline dengan presentasi dan demonstrasi terkait pembutan dan manfaat ekstrak jahe untuk swamedikasi yang diikuti oleh 30 warga masyarakat desa Kalisoro. Target dari kegiatan ini adalah warga desa Kalisoro akan mendapatkan tambahan pengatahuan serta memperoleh manfaat dan kegunaan tanaman tradisional jahe untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini masyarakat antusias, serta berperan aktif dalam kegiatan pengabdian.
Upaya Edukasi Kefarmasian Sejak Dini Melalui Apoteker Cilik di Mojosongo Agnes Prawistya Sari; Hanugrah Ardya C; Oktavy Budi Kusumawardhani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JAMSI - Maret 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.707

Abstract

Obat digunakan untuk pencegahan, penyembuhan, pemulihan, serta peningkatan kesehatan. Edukasi obat sejak dini perlu diperkenalkan kepada anak-anak. Penggunaan obat harus dilakukan secara benar supaya terhindar dari kesalahan penggunaan obat dan penyalahgunaan obat. Pembinaan pada program pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan di usia sekolah terutama pada tingkat sekolah dasar, saat ini semakin berkembang. Namun pada farmasi dan profesinya masih sedikit sekali pengenalannya kepada masyarakat. Maka perlu ada pengenalan profesi apoteker dalam kefarmasian melalui apoteker cilik. Mitra pengabdian yaitu siswa SD di Mertoudan, Mojosongo yang masih memiliki pengetahuan minim tentang obat. Metode kegiatan yang dipakai adalah presentasi dengan powerpoint terkait profesi apoteker dalam kefarmasian kepada peserta didik dan memberikan edukasi penggunaan obat yang tepat. Pelaksanaan kegiatan ini mendapat respon yang antusias dan baik dari peserta. Dari hasil kegiatan pengabdian dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan edukasi kefamasian ini menambah wawasan peserta terkait profesi apoteker, pengenalan dan penggunaan obat secara tepat.