Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN PERILAKU MENGELOLA SAMPAH PADA PENGHUNI PONDOKAN KHUSUS PEREMPUAN DAN KHUSUS LAKI-LAKI Wahyu Widiantoro; Fadly Amin; Juilchris Ester Mirino
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.603 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan perilaku penghuni pondokan perempuan dan laki-laki terhadap sampah. Berdasarkan teori behaviorisme, perilaku peduli pada sampah terbentuk karena adanya kondisioning (pembiasaan) dari keluarga. Keberlangsungan perilaku karena adanya reward dan punishment. Ketika anak sudah berjauhan dengan keluarga (hidup di pondokan), maka perilaku anak lebih dipengaruhi teman daripada orangtua. Anak yang masih dekat dengan keluarga akan terus berperilaku peduli sampah. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan informasinya diperoleh melalui metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penghuni pondokan khusus perempuan dan laki-laki sama saja dalam hal kebersihan. Mereka sama-sama kurang perhatikan kebersihan, terlalu bergantung pada pengelola pondokan karena merasa sudah membayar dan tidak terbiasa dengan urusan membersihkan kamarnya sendiri. Meskipun demikian perempuan lebih berani untuk berbeda dengan teman sebaya dibandingkan dengan laki-laki. Hal itu berarti bahwa norma kelompok lebih kuat mempengaruhi penghuni laki-laki daripada perempuan. Laki-laki cenderung lebih takut untuk berbeda dengan kelompoknya dibandingkan perempuan, terutama untuk hal-hal yang yang dipersepsikan feminin. Urusan membersihkan rumah dikategorikan sebagai urusan yang feminin. Agar para penghuni peduli pada kebersihan maka prinsip reward dan punishment perlu diterapkan dengankonsisten, termasuk prinsip monitoring.
PENGEMBANGAN PERCEIVED SOCIAL SUPPORT PADA PENDERITA SKIZOFRENIA PARANOID Wahyu Widiantoro; Ningnurani Ningnurani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.837 KB)

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu diagnosa medis dari gangguan jiwa berat. Skizoprenia tipe paranoid merupakan tipe paling stabil dan paling sering terjadi. Ciri utama skizofrenia tipe paranoid yaitu waham yang mencolok atau halusinasi auditorik dalam konteks terdapatnya fungsi kognitif dan afektif yang relative masih terjaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kemudian mengembangkan perceived social support pada pasien skizofrenia paranoid yaitu tentang persepsi atau pengalaman individu mengenai ada orang lain yang mencintai dan memperhatikan harga dirinya, menghargai dan menganggapnya bernilai, serta menjadi bagian kelompok sosial tertentu yang saling berbagi dukungan dan tanggung jawab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia paranoid yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Grhasia, subjek diperoleh berdasarkan purposive sampling sebanyak 2 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara secara mendalam (in depth interview). Hasil penelitian terhadap perceived social support 2 pasien skizofrenia paranoid menunjukkan adanya 3 tema yaitu keluarga berperan pentig dalam menentukan pola pendampingan yang diperlukan oleh pasien, perasaan diterima oleh keluarga mampu meningkatkan kemandirian sehingga pasien lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan, adanya perasaan mendapat dukungan, dicintai memberikankeyakinan untuk mampu mengatasi suatu masalah yang dihadapi.