Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Improving Learning Achievement in Pancasila and Citizenship Education Through Motivation by Parents in Class VIII Students of SMPN 16 Solok Selatan Ica Siska Rina; Asril Asril; Budi Juliardi
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2022): December 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.107 KB) | DOI: 10.57235/aurelia.v1i2.169

Abstract

This study aims to describe the increase in civics learning achievement through the provision of motivation by parents and to find out the obstacles experienced in an effort to improve learning achievement in Civics subjects. Research methods used are Qualitative with a Descriptive approach that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and behaviors observed by the research location of SMPN 16 Solok Selatan. With observation techniques, interviews by looking for complete and in-depth information and Documentation Studies. Data analysis techniques through observation, interviews and documentation studies. The results of this study show the role of parents to improve learning achievement in providing guidance, providing learning facilities, attention and supervision. Barriers to improving student learning achievement Family Economic Circumstances. Based on the results of this study, it can be concluded that the provision of guidance and providing learning facilities as well as gifts and praise by parents to improve student learning achievement in the subject of Civic Education (Civics) class VIII SMPN 16 Solok Selatan has been carried out, therefore as parents must have a clear picture or strategy about educating and nurturing children,  directing and educating the child to learn. Providing facilities in learning is one of the supports for children in motivating them to learn. And the existence of gifts and praise is part of the motivation that can affect the level of learning of children and also the obstacles experienced by parents vary from economic difficulties and lack of understanding of parents in educating children because some parents are less educated. If the child lives in a poor family, the child's basic needs are not met and as a result, the child's health is disturbed, so the child's learning is also disrupted.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Melalui Pembelajaran PKn Terhadap Pembentukan Karakter Religius dan Disiplin Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 12 Sungai Penuh Silvia Afutrianti; Asril Asril; Azwar Azwar
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 1, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v1i2.3227

Abstract

Penelitan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengembangan karakter positif siswa di sekolah masih belum optimal, terutama pada karakter religius dan disiplin. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran PKn terhadap pembentukan karakter religius dan disiplin siswa kelas VIII di SMP Negeri 12 Sungai Penuh dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran PKn terhadap pembentukan karakter religius dan disiplin siswa kelas VIII di SMP Negeri 12 Sungai Penuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode diskriptif, informan penelitian ialah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kesiswaan, guru PKn, guru BK dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Pengolahan data  dengan analisis data dengan langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran PKn terhadap pembentukan karakter religius dan disiplin siswa sudah diterapkan dengan baik dimulai dari guru membelajarkan nilai-nilai pancasila dan memberikan keteladanan perilaku religius dan disiplin. Adapun faktor pendukung dalam implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran PKn terhadap pembentukan karakter religius dan disiplin siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Sungai Penuh ialah didukung dengan lingkungan sekolah seperti adanya kerjasama dari berbagai pihak yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru, staf pegawai dalam membimbing dan memberikan arahan kepada siswa, didukung juga oleh lingkungan keluarga dengan adanya kerjasama antara orang tua siswa untuk mendidik dan menerapkan kebiasaan yang baik dengan mengarahkan pada karakter religius dan disiplin, serta juga didukung melalui materi ajar pembelajaran PKn dengan selalu mengaitkan nilai-nilai Pancasila untuk membentuk karakter religius dan disiplin. Sedangkan faktor penghambat yaitu terdapat dalam diri siswa dimana adanya siswa yang sulit untuk dinasehati, diatur, dikontrol dan juga disebabkan lingkungan diluar sekolah seperti pergaulan yang kurang baik.
Integrasi Soft Skills dan Kepemimpinan Islami Anak Asuh Panti ‘Aisyiyah dalam Ekosistem Pendidikan Sumatera Barat Syahrizal Syahrizal; Armalena Armalena; Sri Wahyuni; Asril Asril; Febrina Riska Putri
Menara Pengabdian Vol 6, No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v6i1.8118

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemberdayaan masyarakat. Program pengabdian ini dilaksanakan di Panti Asuhan ’Aisyiyah Cabang Ampang Kota Padang dengan tujuan meningkatkan kapasitas anak asuh melalui pengembangan soft skills dan kepemimpinan Islami yang terintegrasi dalam ekosistem pendidikan Sumatera Barat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya kemampuan komunikasi, kurangnya rasa percaya diri, minimnya pembinaan kepemimpinan Islami, keterbatasan kemampuan kerja sama tim, serta belum optimalnya penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, perkembangan era digital dan tantangan globalisasi menuntut anak asuh untuk memiliki kemampuan interpersonal, kemampuan adaptasi, dan karakter kepemimpinan yang kuat agar mampu bersaing secara positif di lingkungan sosial maupun dunia pendidikan.Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif (participatory approach) melalui tahapan analisis kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan pelatihan, simulasi, role play, diskusi kelompok, praktik kepemimpinan, serta pendampingan secara langsung. Materi yang diberikan meliputi komunikasi efektif, manajemen diri, kerja sama tim, literasi digital berbasis nilai Islami, kepemimpinan Islami, penguatan nilai amanah, musyawarah, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial. Evaluasi dilakukan melalui observasi perilaku peserta, refleksi diri, lembar penilaian keterlibatan, serta umpan balik dari pengurus panti.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan komunikasi, keberanian berbicara di depan umum, kemampuan bekerja sama, keterampilan memimpin kelompok kecil, serta peningkatan sikap tanggung jawab dan disiplin peserta. Anak asuh juga menunjukkan perkembangan dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai kepemimpinan Islami dalam aktivitas sehari-hari. Program ini turut memperkuat sinergi antara panti asuhan, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, program pengabdian ini dapat menjadi model pengembangan pendidikan karakter berbasis soft skills dan kepemimpinan Islami pada lembaga sosial dan pendidikan di Sumatera Barat