Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Profitabilitas Dan Karakteristik Good Corporate Governance (GCG) Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Laelatus Sholikhah; Titiek Rachmawati
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 2 No. 3 (2022): Desember : Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi (JEBAKU)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jebaku.v2i3.879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh profitabilitas dan karakteristik good corporate governance (GCG) terhadap pengungkapan corporate social responsibility (CSR). Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan sub sektor minyak mentah, gas bumi, logam dan mineral yang terdaftar di BEI dengan rentang tahun 2019-2021. Populasi penelitian ini sebanyak 22 perusahaan sub sektor minyak mentah, gas bumi, logam dan mineral yang terdaftar di BEI dengan rentang tahun 2019-2021. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sumber data penelitian ini diperoleh dari data sekunder yakni berupa laporan tahunan antara periode 2019-2021 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi program Partial Least Square (PLS) dengan metode pengujian outer model, inner model dan path analisys. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada profitabilitas besarnya koefisien parameter atau nilai orginal sampel (O) adalah -0.648 dengan nilai t-statistic 6.458 > 1.96 dan p-values adalah 0.000 dibawah 0.05 dari nilai signifikansi. Maka hal ini menunjukkan bahwa H1 pada penelitian ini diterima karena profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility (CSR). Sedangkan karakteristik good corporate governance (GCG) besarnya koefisien parameter atau nilai original sampel (O) adalah 0.386 dengan nilai t-statistic 2.809 > 1.96 dan p-values adalah 0.005 dibawah 0.05 dari nilai signifikansi. Hal ini menunjukkan bahwa H2 pada penelitian ini diterima karena karakteristik good corporate governance (GCG) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility (CSR).
ANALISIS PERBANDINGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING DAN VARIABLE COSTING SEBAGAI PENENTUAN HARGA JUAL PADA PT. LUSUKA KREATIF INDONESIA Lisa Febriyanti; Titiek Rachmawati
Akuntansi Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Riset ilmu Akutansi
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurnalrisetilmuakuntansi.v2i1.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan dua metode penentuan harga pokok produksi yang dijelaskan dengan menggunakan Full Costing dan Variable Costing, dan untuk menentukan metode mana yang lebih menguntungkan dalam menentukan harga jual di PT. Lusuka kreatif Indonesia. Penelitian ini diklasifikasikan ke dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga pokok produksi yang dihitung dengan menggunakan metode full costing lebih tinggi dibandingkan dengan metode variable costing. Total harga pokok produksi jika dikalikan dengan unit produksinya selama bulan Oktober 2022 dengan metode full costing sebesar Rp 38.103.300 sedangkan metode variable costing sebesar Rp 30.324.600, sehingga terdapat selisih Rp 7.778.700. Hal ini dikarenakan dalam perhitungan full costing memperhitungkan secara rinci seluruh unsur biaya produksi yang dibebankan pada produk. Penentuan harga jual dengan cost plus pricing adalah penentuan harga jual dengan cara menambahkan seluruh biaya penuh untuk proses produksi maupun non produksi dengan laba yang diharapkan oleh perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing menghasilkan harga jual lebih rendah dibandingkan dengan harga jual yang ditetapkan oleh PT. Lusuka Kreatif Indonesia.
Peningkatan Pengelolaan UKM di Era Digitalisasi pada Nisa Bakery di Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto Titiek Rachmawati; Nekky Rahmiyati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 3 (2023): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i3.2554

Abstract

In the Era of Digitalization, SMEs must keep up with developments. The problems faced by SMEs Nisa Bakery include the production process not being optimal because there is no mixer with the required capacity, a lack of understanding regarding the production space, where the production space is still one with a storage area for both raw materials and auxiliary materials, which is also integrated with packaging of finished goods (bread), financial recording is still simple, there is no separation between recording household and business finances, while marketing still depends on orders. The aim of this community service is to help solve the problems that occur at Nisa Bakery. The method used to solve the problem is providing equipment grants in the form of a mixer with a capacity of 10 liters, training on the use and maintenance of the mixer, expanding marketing using online media, business management assistance which includes training and mentoring on business management, finance/accounting. The results of this community service were the provision of a standing mixer machine with a capacity of 10 liters, understanding of inventory control methods, technical training in simple bookkeeping and marketing digitalization training.
PENGARUH BIAYA PRODUKSI, BIAYA PROMOSI DAN VOLUME PENJUALAN TERHADAP LABA BERSIH PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2021 ELMA CAHYANING RATU; Titiek Rachmawati
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 2 No. 1 (2022): April : Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi (JEBAKU)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jebaku.v2i3.890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya produksi, biaya promosi, dan volume penjualan terhadap laba bersih perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2019-2021. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 14 perusahaan, dimana metode pengambilan sampel menggunakan metode purpose sampling. Sumber data diperoleh dari data sekunder Annual report masing-masing perusahaan yang dipublish melalui laman web www.idx.co.id. Teknik analisis data pada penelitian ini mengunakan aplikasi program SPSS Versi 22.0 dengan berbagai macam uji yaitu uji regresi linear berganda, uji asumsi klasik serta uji hipotesis secara parsial (uji t) dan secara simultan (uji f). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa secara parsial biaya produksi tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t dimana nilai Sig. sebesar 0,934>0,05 dan nilai thitung -0,083<2,024 ttabel yang berarti bahwa H1 ditolak. Biaya promosi secara parsial juga tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t dimana nilai Sig. 0,490>0,05 dan nilai thitung < ttabel = -0,697>2,024 yang berarti bahwa H2 ditolak. Untuk variabel volume penjualan, hasil analisis data menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara volume dengan laba bersih. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t dimana nilai Sig. 0,001<0,05 dan nilai thitung > ttabel = 3,514>2,024 maka dapat disimpulkan bahwa H3 diterima. Untuk hasil analisis data secara simultan biaya produksi, biaya promosi dan volume penjualan berpengaruh positif signifikan terhadap laba bersih. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji f dimana fhitung (23,195)>ftabel (3,24) dan nilai signifikan (0,000)<(0,05) maka dapat disimpulkan bahwa H4 diterima.
ANALISIS COMMON SIZE, TREND, DAN RASIO KEUANGAN PADA PERUSAHAAN FARMASI YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2019-2021 Salsabilla Azzahra; Titiek Rachmawati
Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2023): Januari : Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.218 KB) | DOI: 10.30640/inisiatif.v2i1.528

Abstract

Perusahaan farmasi merupakan suatu perusahaan yang berdampak pada saat pandemi covid -19 yang terjadi selama tiga tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2020. Analisis common size jika dilihat dari total aset dari PT. Kalbe Farma pada tahun 2019 sebesar 149,41% mengalami penurunan pada tahun 2020 sebesar 115,76%, dan mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 100%. Total aset PT. Sido Muncul Tbk pada tahun 2019 sebesar 100% tidak mengalami kenaikan atau penurunan pada tahun 2020, dan mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebesar 131,75%. Hal ini disebabkan oleh peningkatan nilai pasar, penurunan suku bunga pasar, dan harga saham perusahaan lebih besar dari nilai buku. Total aset PT. Kimia Farma Tbk pada tahun 2019-2021 terlampau stabil dengan nilai 100%. Analisis trend PT. Kimia Farma Tbk hasilnya cenderung stabil tidak mengalami kenaikan atau penurunan kecuali pada laba dengan nilai yang mengalami penurunan yaitu total laba komprehensif tahun berjalan pada tahun 2019 sebesar 516% mengalami penurunan menjadi -108% pada tahun 2020, dan mengalami peningkatan pada tahun 2021 menjadi -100% yang dikarenakan kenaikan pendapatan lain-lain serta penurunan beban selisih kurs mata uang. Analisi rasio keuangan PT. Kimia Farma Tbk mengalami kondisi kurang baik rasio lancar pada tahun 2019 bernilai 0,994 mengalami penurunan menjadi 0,898 pada tahun 2020, dan mengalami kenaikan menjadi 1,054 pada tahun 2021 sedangkan untuk rasio lancar nilai baiknya yaitu 1,5 dan 3 jika kurang dari 1 berarti perusahaan mengalami adanya beberapa masalah likuiditas perusahaan yaitu utang bank jangka Panjang, dan uatang pembiayaan konsumen yang terus menambah setiap tahunnya.
ANALISIS PERBANDINGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING DAN VARIABLE COSTING SEBAGAI PENENTUAN HARGA JUAL PADA PT. LUSUKA KREATIF INDONESIA Lisa Febriyanti; Titiek Rachmawati
Akuntansi Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Riset ilmu Akutansi
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurnalrisetilmuakuntansi.v2i1.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan dua metode penentuan harga pokok produksi yang dijelaskan dengan menggunakan Full Costing dan Variable Costing, dan untuk menentukan metode mana yang lebih menguntungkan dalam menentukan harga jual di PT. Lusuka kreatif Indonesia. Penelitian ini diklasifikasikan ke dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga pokok produksi yang dihitung dengan menggunakan metode full costing lebih tinggi dibandingkan dengan metode variable costing. Total harga pokok produksi jika dikalikan dengan unit produksinya selama bulan Oktober 2022 dengan metode full costing sebesar Rp 38.103.300 sedangkan metode variable costing sebesar Rp 30.324.600, sehingga terdapat selisih Rp 7.778.700. Hal ini dikarenakan dalam perhitungan full costing memperhitungkan secara rinci seluruh unsur biaya produksi yang dibebankan pada produk. Penentuan harga jual dengan cost plus pricing adalah penentuan harga jual dengan cara menambahkan seluruh biaya penuh untuk proses produksi maupun non produksi dengan laba yang diharapkan oleh perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing menghasilkan harga jual lebih rendah dibandingkan dengan harga jual yang ditetapkan oleh PT. Lusuka Kreatif Indonesia.
Menelisik 'Greenwashing’ di Balik Gembar-Gembor ESG: Studi Kasus Persepsi dan Pengalaman Investor Ritel terhadap Implementasi Praktik ESG Perusahaan di Indonesia Pasca Regulasi Terbaru Yehezkiel Benaya Nanlohi; Marcell Willard Susanto; Dicky Satria Ananta Haqq; Indrian Arsya Nandito; Titiek Rachmawati
Anggaran : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2025): Juni : Anggaran : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/anggaran.v3i2.1344

Abstract

The purpose of this research is to analyze Indonesian retail investors' perceptions of ESG implementation post the latest regulations, their experiences in detecting greenwashing, and the factors influencing these aspects. The research employed a qualitative approach using online data such as sustainability reports, news, surveys, and forums. The results indicate that retail investors' understanding of ESG varies, with a relatively low level of trust in corporate claims due to concerns about greenwashing. They rely on diverse information sources and use subjective ESG assessment criteria. Investors' experiences in identifying potential greenwashing are marked by the discovery of inconsistent information and suspicion towards specific indicators; however, actions taken vary and are often hindered by limitations. These perceptions and experiences are influenced by investor characteristics, the quality of information sources, regulatory effectiveness, corporate communication practices, and social and media influence. This research concludes the necessity for enhanced ESG literacy, reporting standardization, stricter oversight, and transparent communication to build trust and promote sustainable investment in Indonesia.
Penerapan Akuntansi Keberlanjutan Berbasis ESG (Environmental, Social and Governance) pada Arah Coffee Shop Modern di Surabaya Hilda Nabighoh Hafsha; Maria Carolla Jenniver Ati; Titiek Rachmawati
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.437

Abstract

The development of modern coffee shops in Surabaya reflects changes in people’s lifestyles, where cafés are no longer only places to enjoy beverages, but also spaces for working, studying, and socializing. This condition encourages business owners not only to focus on profit, but also to pay attention to business sustainability through the implementation of Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. This study aims to analyze the implementation of sustainability accounting based on ESG in modern coffee shops in Surabaya. The novelty of this research lies in examining ESG implementation in the modern coffee shop sector from the perspective of sustainability accounting, which is still rarely discussed. This study employed a qualitative descriptive method with a case study approach at ARAH Coffee Neo Lumina Surabaya. Data were collected through direct observation, informal interviews, documentation, and literature study. The data analysis technique was conducted descriptively by classifying findings based on environmental, social, and governance aspects. The results indicate that the environmental aspect is reflected in business area cleanliness, facility management, and environmental comfort. The social aspect is reflected in customer service, supporting facilities, and the creation of social interaction spaces. The governance aspect is reflected in the use of digital payment systems and operational management. This study concludes that modern coffee shops have implemented ESG principles fairly well, although continuous improvement is still needed to enhance competitiveness and business sustainability.
Peran ESG (Enviromental, Sosial, and Governance) Dalam Meningkatkan Kualitas Keputusan Investasi Pada PT Pertamina (Persero) Maharani Adi Pamasa; Hanna Nelin Solossa; Titiek Rachmawati
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.438

Abstract

This study aims to analyze the role of Environmental, Social, and Governance (ESG) in improving the quality of investment decisions at PT Pertamina (Persero). In the modern business environment, ESG has become a critical framework as it integrates financial and non-financial aspects, particularly sustainability and risk considerations. This research employs a qualitative descriptive approach using secondary data derived from annual reports and sustainability reports.The findings indicate that ESG implementation enhances corporate transparency, strengthens governance structures, and supports the identification and mitigation of environmental and social risks. Furthermore, ESG contributes to increased investor confidence and promotes long-term value creation. Therefore, ESG serves as a strategic foundation in generating high-quality, sustainable, and responsible investment decisions.
TINGKAT PEMAHAMAN DAN KESIAPAN PENERAPAN ENVIRONMENTAL, SOCIAL AND GOVERNANCE (ESG) PADA UMKM DI SURABAYA Putri Imeldatus Sholeha; Neza Putri Pratama; Titiek Rachmawati
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the level of understanding and readiness in implementing Environmental, Social, and Governance (ESG) principles among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Surabaya. The research employs a descriptive quantitative approach to depict the actual conditions in the field without examining causal relationships between variables. The data used are primary data collected through questionnaires distributed to 30 respondents selected using accidental sampling. The research instrument applies a five-point Likert scale. The variables examined include ESG understanding and ESG implementation readiness, which are measured based on environmental, social, and governance dimensions. The results indicate that the level of ESG understanding is categorized as high, with a mean score of 4.06. This suggests that MSME actors generally possess adequate knowledge regarding ESG concepts and their benefits in business activities. Meanwhile, the level of readiness for ESG implementation is also categorized as high, with a mean score of 3.96, indicating an initial capacity to adopt sustainability principles. However, a gap is identified between understanding and actual implementation, as ESG practices remain partial and have not been systematically integrated into business operations. These findings imply that increased awareness has not been fully translated into practical application. Therefore, further efforts are required, including more practical training programs, continuous assistance, and supportive policies to enhance ESG implementation among MSMEs. This study is expected to contribute to the development of ESG-related literature and serve as a reference for formulating strategies to improve ESG adoption among MSMEs in Surabaya.