Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS BIAYA RIIL TERHADAP TARIF INA-CBG’S PADA PASIEN BPJS PNEUMONIA ANAK DI RUMAH SAKIT X DI KOTA MADIUN TAHUN 2019-2021: ANALISIS BIAYA RIIL TERHADAP TARIF INA-CBG’S PADA PASIEN BPJS PNEUMONIA Yogi Bhakti Marhenta; Wika Admaja; Krisogonus Ephrino Seran; Alfira Nurfaini Effendy
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 3 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v3i2.61

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian utama pada anak balita di dunia, selaras dengan pernyataan badan kesehatan dunia (2013) yang menyatakan bahwa kejadian kematian akibat pneumonia pada anak masih menjadi salah satu masalah utama, khususnya di negara berkembang dan dijuluki ”the forgotten killer of children”. Terapi pneumonia memerlukan biaya yang cukup besar. Tingginya biaya pengobatan membuat pemerintah melahirkan solusi dengan menerapkan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan komparasi tarif klaim INA-CBGs dengan tarif riil yang dikeluarkan oleh rumah sakit. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah data rekam medis dan data administrasi kuangan pasien pneumonia anak di Sakit X Kota Madiun dari 2019-2021. Sampel yang digunakan ialah berkas rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Ditemukan perbedaan yang signifikan antar rata-rata total biaya medis langsung pasien pneumonia anak rawat inap kategori ringan (J-4-16-I) pada kelas perawatan III dengan tarif INA-CBG’s di Rumah Sakit X Kota Madiun (p<0,05). Besar selisih yang diperoleh pada perbandingan tarif INA-CBG’s pada rata-rata total biaya riil pasien pneumonia anak kategori ringan pada kelas perawatan III sebesar Rp. -1.293.583.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN RAWAT JALAN UMUM TENTANG PENGGUNAAN AMOKSISILIN DI PUSKESMAS DONO KABUPATEN TULUNGAGUNG Djembor Sugeng Walujo; Indah Sri Hartini; Yogi Bhakti Marhenta; Wika Atmaja; Krisogonus Ephrino Seran; Hariyani Hariyani; Fitria Wahyuning Wulan; Aditha Nur Azizah
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 6 No 1 (2026): Mei (2026)
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v6i1.170

Abstract

Background: Irrational use of antibiotics, including amoxicillin, contributes to the increase in bacterial resistance and the risk of adverse drug reactions. Adequate patient knowledge is a key factor in promoting appropriate antibiotic use. Objective: To describe the level of knowledge among general outpatients regarding the use of amoxicillin at Dono Public Health Center, Tulungagung Regency. Methods: This study used a descriptive quantitative design with sampling involving 85 respondents who had previously received an amoxicillin prescription. Data were collected using a structured questionnaire consisting of 12 items covering nine knowledge parameters: drug classification, administration rules, dosage, adherence to schedule, appropriate indications, duration of use, legal access, side effects, and common misconceptions. Results: The results showed that 52.94% of respondents had a moderate level of knowledge, 36.47% had a good level of knowledge, and 10.59% had a poor level of knowledge. The highest knowledge score was found in the classification parameter (98.82%), while the lowest scores were in side effects (48.24%) and common misconceptions (49.41%). Conclusion: Patients generally demonstrated adequate knowledge of the basic aspects of amoxicillin use; however, gaps remain in understanding the risks of resistance, side effects, and appropriate indications. Strengthening education and implementing continuous interventions are essential to encourage rational antibiotic use.