Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Urgensi Penerapan Smart Contract Sebagai System-Embedded Compliance Pada Pengawasan Fintech Syariah Fitrawansah Fitrawansah; Sri Aisyah Yope; Evi Harviani
Maro: Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Vol. 8 No. 3 (2026): Special Issue
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/maro.v8i3.17659

Abstract

The rapid growth of the Islamic financial technology (fintech) industry in Indonesia faces serious challenges regarding Sharia compliance assurance due to the limitations of conventional supervision mechanisms. The current supervision system, which relies on manual post-transaction (post-facto) audits and sampling-based checks by the Sharia Supervisory Board (DPS), has proven inadequate in keeping pace with the volume and complexity of digital transactions. These weaknesses trigger various violations, ranging from fictitious murabahah practices without real assets to moral hazard risks caused by information asymmetry in profit-sharing contracts. This study aims to analyze the urgency of implementing smart contract technology as a solution to overcome this supervision gap. The method used is library research with a descriptive-analytical qualitative approach, examining regulations (DSN-MUI Fatwas and POJK) as well as prior scientific literature related to the weaknesses of the DPS and the characteristics of smart contracts. The analysis results indicate that smart contracts are deemed capable of functioning as a "Digital DPS" that automates Sharia parameters into algorithms. Unlike manual supervision, this system offers a real-time pre-transaction (ex-ante) validation mechanism that automatically rejects (auto-reject) any transaction failing to meet the valid conditions of the contract before funds are disbursed. In conclusion, the transition towards smart contract-based system-embedded compliance is deemed capable of maintaining the integrity of the fintech industry in the digital era.
Peran Content Creator Lokal dalam Membentuk Minat Beli Produk UMKM di Kabupaten Sinjai Evi Harviani; Nurfadillah; Fitrawansah; Jeffits Khusnu Alif; Sri Aisyah Yope; A. Muh. Fajar Maulana
Jurnal Akuntansi dan Manajemen Bisnis Vol. 6 No. 02 (2026): Agustus: Jurnal Akuntansi dan Manajemen Bisnis
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jaman.v6i02.3085

Abstract

Perkembangan pemasaran digital mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan content creator lokal sebagai salah satu sarana komunikasi pemasaran yang dekat dengan karakter sosial dan budaya konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi konsumen terhadap peran content creator lokal dalam menumbuhkan minat beli produk UMKM di Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif terhadap konten Instagram dan TikTok, serta dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap content creator lokal terbentuk melalui empat dimensi utama, yaitu kredibilitas, gaya komunikasi, kedekatan emosional, dan daya tarik konten, dengan kredibilitas sebagai dimensi yang paling dominan. Content creator lokal dipersepsikan berperan sebagai penyampai informasi produk, pembangun kepercayaan, penghubung interaksi antara UMKM dan konsumen, serta pemicu ketertarikan terhadap produk. Dari empat bentuk minat beli yang dianalisis, minat eksploratif menjadi yang paling dominan, ditunjukkan melalui perilaku mencari komentar, ulasan pembanding, testimoni, harga, dan informasi lokasi sebelum melakukan pembelian. Temuan juga menunjukkan bahwa ketidaksesuaian antara representasi promosi dan kondisi aktual produk dapat menurunkan kepercayaan konsumen. Penelitian ini menegaskan pentingnya autentisitas, kredibilitas, dan kesesuaian representasi produk dalam kolaborasi antara UMKM dan content creator lokal.