Moh. Irfan Burhani
Institut Agama Islam Negeri Kediri

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Antara Iklim Sekolah Dengan Keterlibatan Siswa Dalam Belajar Luluk Masroatul Lailiyah; Moh. Irfan Burhani; Prima Ayu Rizqi Mahanani
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.9 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v1i1.326

Abstract

Keterlibatan siswa merupakan partisipasi aktif siswa, seperti berusaha, bersungguh-sungguh, konsentrasi, memberi perhatian, mematuhi peraturan dan menggunakan strategi regulasi diri dalam kegiatan belajar disertai dengan emosi positif. Salah satu faktor penentu terjadinya keterlibatan siswa dalam belajar yaitu iklim sekolah. Iklim sekolah merupakan bagian dari lingkungan belajar yang akan mempengaruhi setiap perilaku seorang siswa, dalam melaksanakan tugas di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana iklim sekolah, bagaimana keterlibatan siswa dalam belajar, dan bagaimana hubungan iklim sekolah dengan keterlibatan siswa dalam belajar pada kelas XI di MAN Kandangan, Kapupaten Kediri. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Pengambilan data dilakukan di MAN Kandangan Kabupaten Kediri dengan populasinya sejumlah 291 siswa kelas XI. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden. Metode pengumpulan data menggunakan skala iklim sekolah dan skala keterlibatan siswa dalam belajar yang dianalisis menggunakan teknik Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian ini menujukkan 1) Iklim sekolah berada pada kategori sedang, hasil prosentasenya sebesar 46.42%. 2) Keterlibatan siswa dalam belajar berada pada kategori rendah, hasil prosentasenya 33,92%. 3) Dari hasil analisis dengan menggunakan Product Moment Pearson didapatkan hasil uji statistik antara iklim sekolah dengan keterlibatan siswa dalam belajar sebesar 0,542 dengan koefisien determinasi sebesar 0,293. Hal ini berarti keterlibatan siswa dalam belajar dipengaruhi oleh iklim sekolah sebesar 29,3% dan 70,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar iklim sekolah. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara iklim sekolah dengan keterlibatan siswa dalam belajar.
Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga Dan Iklim Sekolah Terhadap Self Regulated Learning Siswa Siti Fatimah Ma’ruf; Moch. Muwaffiqillah; Moh. Irfan Burhani
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.079 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v1i2.333

Abstract

Siswa SMP Negeri 2 Kediri memiliki tingkat regulasi diri dalam belajar yang beragam. Mengingat waktu belajar yang terbatas untuk belajar di sekolah maka kemungkinan ada faktor lain yang mendukung proses belajar siswa. Dukungan sosial keluarga dan iklim sekolah menjadi dua dari banyak faktor yang bisa mendukung belajar siswa. Karena itulah, peneliti ingin mengetahui mengenai pengaruh antara dukungan sosial keluarga dan iklim sekolah terhadap self regulated learningpada siswa SMP Negeri 2 Kediri. Penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif korelatif.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kediri. Total sampel penelitian adalah 172 siswa yang dipilih dengan teknik probability sampling berupa simple random sampling. Data di dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan skala dukungan sosial keluarga, skala iklim sekolah dan skala self regulated learning. Data kemudian dianalis menggunakan analis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan self regulated learning (r=0,682 koefisien determinasi= 46,5%), (2) terdapat hubungan yang signifikan antara iklim sekolah dengan self regulated learning (r=0,725 koefisien determinasi= 52,5%), (3) terdapat pengaruh antara dukungan sosial keluarga dan iklim sekolah dengan self regulated learning (r=0,725 koefisien determinasi= 52,5%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara antara dukungan sosial keluarga dan iklim sekolah dengan self regulated learning.
Hubungan antara Locus of Control dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Psikologi IAIN Kediri Moh. Soleh; Moh Irfan Burhani; Luthfi Atmasari
Happiness (Journal of Psychology and Islamic Science) Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Psikologi Islam (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.128 KB) | DOI: 10.30762/happiness.v4i2.366

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between locus of control and academic procrastination in psychology students at IAIN Kediri. This study used a quantitative random sampling method with 68 students as the subject. The measuring instrument used was a locus of control scale with a reliability of 0.958 and academic procrastination with a reliability of 0.893 which was compiled by the researcher. After the sample is given a measuring instrument, the results of statistical calculations with Pearson's product moment analysis show the sig = -0.011 (> r table 0.244) and a determination coefficient of 0.121, which means that the locus of control variable contributes to academic procrastination by 12.1 percent and the rest 87.9% is determined by other factors.
Melatih keterampilan interpersonal pada anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) menggunakan boneka jari (finger puppet) Rezki Suci Qamaria; Kafin Trisyafatna; Moh. Irfan Burhani
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol. 19 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpt.v19i1.10817

Abstract

ABSTRACT Interpersonal skills are skills in dealing with other people. It is important to train interpersonal skills in children who are latein speaking so they can interact properly. One way to practice interpersonal skills is with the finger puppet method. This study aim to determine the application of the finger puppet method in training interpersonal skillsin children who experience speech delays in one of the X inclusion schools in Kediri City. This study uses a type of experimental research with the Single Case Design (SCD). Subjects in this study were children who experienced speech delays and difficulties in interpersonal skills. Data collection techniques using observation and interviews. Data analysis used descriptive statistics by calculating the average value of the subject’s interpersonal skills then presented in the form of diagrams and drawing conclusions. The results of measuring interpersonal skills showed an increase, namely in the baseline phase an average of 32.6 wasin the low category, in cycle 1 of 51 was in the low category, in cycle 2 of 76.4 was in the medium category, and follow-up was 88.5 in the high category. So, it can be concluded that the application of the finger puppet method can improve the interpersonal skills of children who experience speech delays. ABSTRAK Keterampilan interpersonal adalah keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain. Penting melatih keterampilan interpersonal pada anak yang terlambat bicara agar dapat berinteraksi dengan baik. Salah satu cara untuk melatih keterampilan interpersonal adalah dengan metode boneka jari (finger puppet). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode boneka jari (finger puppet) dalam melatih keterampilan interpersonal pada anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) di salah satu sekolah inklusi X Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain Single Case Desain (SCD). Subjek dalam penelitian ini adalah anak yang mengalami keterlambatan bicara dan kesulitan dalam keterampilan interpersonal. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata keterampilan interpersonal subjek kemudian disajikan dalam bentuk diagram dan penarikan kesimpulan. Hasil pengukuran keterampilan interpersonal terdapat peningkatan yaitu pada fase baseline mendapatkan rata-rata sebesar 32,6 berada pada kategori rendah, pada siklus 1 sebesar 51 berada pada kategori rendah, pada siklus 2 sebesar 76,4 berada pada kategori sedang, dan follow-up sebesar 88,5 berada pada kategori tinggi. Maka, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode boneka jari (finger puppet) dapat meningkatkan keterampilan interpersonal anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay).
Training of Trainers (TOT) Pengembangan Soft Skill Guru, Melalui Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka di Yayasan Ar-Rosyad Kediri Moh. Irfan Burhani; Moh. Zainal Fanani; Afifah Meilani Zulfa; Ahmad Yusuf Syaifulloh; Sahrul Kirom
Aktualisasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/akdimas.v2i2.8235

Abstract

This community service activity (PkM) was carried out with the main objective of optimizing readiness, improving competence, and strengthening the skills and mindset of teachers under the auspices of the Ar-Rosyad Islamic Boarding School Foundation in Kediri Regency in facing the demands of implementing the Merdeka Curriculum. The context of the PkM implementation was motivated by findings that revealed problems such as teachers' lack of access to continuous training, conceptual confusion regarding the Merdeka Curriculum, and the lack of infrastructure and digital facilities needed to support the new learning paradigm. This PkM is a strategic response by higher education institutions to support learning recovery (learning loss) after the pandemic and adaptation to the demands of 21st-century education in madrasahs.The method used in this community service program is the Learning Community approach integrated with the Training of Trainers (TOT) mentoring model. The subjects of the activity were 50 teachers from various levels of education, including Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), and Madrasah Aliyah (MA) under the Ar-Rosyad Balong Ringinrejo Kediri Islamic Boarding School Foundation. The Learning Community approach aims to create a collaborative ecosystem so that teachers can share knowledge and solve implementation problems independently. Meanwhile, the TOT model focuses on developing core teachers into trainers who are able to duplicate their expertise to their peers, ensuring the sustainability of the program.The results of these workshops and mentoring sessions show a significant improvement in teachers' understanding of the philosophy and concepts of the Merdeka Curriculum. In practical terms, teachers have been able to develop essential teaching tools, such as the Education Unit Operational Curriculum (KOSP), formulate Learning Objective Flow (ATP) from Learning Outcomes (CP), and develop Teaching Modules that are integrated with the Pancasila Student Profile. The TOT training has successfully changed teachers' mindsets to be student-centered and created the institutional capacity of the foundation to manage curriculum changes independently.