Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Strategi Pemilihan Prioritas Proyek Konstruksi Dalam Era Pandemic Covid-19 Dengan Metode Topsis Pada Kabupaten Padang Lawas Irvan A; Ari Sandhyavitri; Muhammad Ikhsan
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.165

Abstract

Pada akhir tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Padang Lawas telah menyusun rencana pembangunan khususnya dibidang konstruksi yang akan dilaksanakan pada tahun 2020, tapi pada bulan Februari tahun 2020 Indonesia pada umumnya terkena dampak pandemic Covid-19 dan pemerintah melalui kebijakannya melakukan pemangkasan keuangan sebesar 50%, hal itu berdampak pada Kabupaten Padang Lawas khususnya dibidang Konstruksi. Oleh karena itu diperlukan suatu metode sistem pengambilan keputusan dalam permasalahan ini dengan tujuan pembangunan di daerah tetap berlangsung, salah satu metode yang digunakan ialah TOPSIS. Metode ini digunakan dengan cara merangking kegiatan konstruksi yang akan dilaksanakan. Pada penelitian ini didapat 4 kriteria dengan masing-masing bobot yaitu Faktor Teknis 38%, Faktor Ekonomi 21%, Faktor Lingkungan 9% dan Faktor Budaya 32% selain itu terdapat 17 alternatif pekerjaan konstruksi.
Pengaruh Penggunaan Silicafume Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Dan Porositas Beton Di Lingkungan Gambut Sevnur Sevnur; Ridwan Ridwan; Muhammad Ikhsan
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2021): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v6i1.692

Abstract

Pembangunan berbasis material beton saat ini merupakan hal yang sangat penting pada pembangunan infrastruktur. Salah satu pembangunan yang sering terjadi di lahan gambut. Seiring dengan hal ini, maka butuh beberapa tambahan material yang mampu memberi tahanan terhadap beton, agar mampu bertahan di lahan gambut yang diketahui mempunya zat asam yang tinggi. Bergerak dari kondisi ini, maka salah satu material yang di tambahkan yaitu silicafume. Job mix yang dilaksanakan menggunakan aturan SNI 03-2834-2000, dengan perawatan menggunakan air gambut dan air tawar. Berdasarkan pengujian didapatkan hasil kuat tekan di air gambut hanya 3,6% pada campuran silicafume 5% dengan menggantikan berat semen, dan 35% pada air tawar. Pada pengujian tarik belah tidak terdapat adanya perubahan yang signifikan. Sedangkan pada porositas seiring dengan penambahan silicafume sampai 20%, menjadikan porositas beton semakin meningkat dengan signifikan
TER TINJAUAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENANGANAN PERSIMPANGAN JALAN (STUDI KASUS JL. KAHARUDIN NASUTION – JL. PASIR PUTIH KOTA PEKANBARU) Rafli Arie Pradhana; Ari Sandhyavitri; Muhammad Ikhsan; Leo Sentosa; Muhamad Yusa; Ferry Fatnanta
Racic : Rab Construction Research Vol. 11 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v11i1.6972

Abstract

Pekanbaru City, as the provincial capital, has experienced significant population growth, resulting in increased mobility and severe traffic congestion, particularly at urban intersections. This study evaluates the performance and feasibility of management alternatives for the problematic Kaharudin Nasution-Pasir Putih intersection. The analysis uses the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI 2023) for technical performance assessment and the LAPI ITB 1996 method for economic analysis, focusing on Vehicle Operating Costs (VOC), Benefit Cost Ratio (BCR), and Net Present Value (NPV) for the short (5 years), medium (10 years), and long (15 years) terms. The existing condition indicates a poor Level of Service (LOS D) with a Degree of Saturation (DS) of 0.76. Four alternatives were evaluated: Traffic Light Optimization, Road Widening, Adding 1 Lane, and Construction of an Overpass. The results indicate that Alternatives 1, 2, and 3 offer only short- to medium-term improvements. The construction of the Flyover (Alternative 4) is the only feasible long-term solution (15 years), proven to be economically feasible with BCR and NPV values of 1.46 and 55.6 billion rupiah, in the 10th year 3.19 and 270.3 billion rupiah, and in the 15th year 4.79 and 482.3 billion rupiah. which means the benefit value is greater than the costs incurred, so that the construction of the flyover is economically feasible to be implemented to minimize the increasing financial losses due to traffic delays.