Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Basic Learning Berbasis Higher Order Thinking Skills Sitti Marlina; Sapinah Sapinah; Muh. Hadir Multi Partai
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 10, No 2 (2022): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v10i2.38455

Abstract

This research is a classroom action research that uses a learning model of basic learning problems based on hinger order thinking skills to determine the effect on student learning outcomes in Class XI Economics at SMA Yaspib Bontolemngan. This type of research is an experimental research form of One Group Pretest Posttest Design. The research was carried out in the Odd Semester 2020/2021. The research subjects totaled 19 people. The research instruments used were tests, observations and documentation. The data analysis technique used was descriptive and inferential analysis and then analyzed using the t-test through the SPSS program which previously went through the normality and homogeneity test stages. Based on the hypothesis testing that has been done, it was found that student learning outcomes in Economics class XI SMA Yaspib Bontolemngan were influenced by the use of problem basic learning learning models based on hinger order thinking skills. This is proven after looking at the significance value of the data processing result tie which is 0.000 <0.05, which means that student learning outcomes in Economics Class XI SMA Yaspib are influenced by the use of a basic learning problem learning model based on hinger order thinking skills.
Pengaruh Tingkat Harga terhadap Volume Penjualan Kain Songket: Studi Empiris di Desa Borik, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai Novelianus Aristo Jemarut; Sulfaidah Sulfaidah; Sitti Marlina
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 12 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v12i1.5986

Abstract

Songket cloth is one of the traditional handicraft products that holds both economic value and cultural significance for the community of Borik Village, Satar Mese Barat District, Manggarai Regency. This woven product is not only used as a complement to traditional attire but also serves as a primary source of livelihood for most of the local population. In an increasingly competitive market environment, price fluctuations are often assumed to influence the sales volume of such handicraft products. Based on this context, this study aims to analyze the extent to which price levels affect the sales volume of songket cloth in Borik Village. The research employed a quantitative approach with an associative type of study. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving songket weavers and traders. Data analysis was conducted using a simple linear regression to examine the relationship between the price level variable (X) and the sales volume variable (Y). The results indicate that the price level has no significant effect on sales volume, as reflected by a significance value of 0.665 (> 0.05). The coefficient of determination (R²) of 0.007 shows that the price level only explains 0.7% of the variation in sales volume, while the remaining 99.3% is influenced by other factors not examined in this study. Therefore, it can be concluded that price is not the main factor influencing the sales volume of songket cloth in Borik Village; instead, it is likely affected by other aspects such as product quality, motif uniqueness, and consumer preference toward the cultural values embedded in songket cloth.
Sosialisasi Dan Bimbingan Penyusunan Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2mw) Sitti Marlina; Musdalifah; Khadijah
Suluh Abdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabd.v7i2.1430

Abstract

Pengembangan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa sangat penting untuk menumbuhkan karakter kreatif, inovatif, efektif, dan berkelanjutan. Sebagian mahasiswa telah memiliki usaha berskala kecil yang berpotensi untuk dikembangkan, sehingga diperlukan pembinaan yang terarah melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh dosen. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kewirausahaan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan praktik dengan pendekatan learning by doing. Keberhasilan kegiatan dianalisis berdasarkan respon peserta serta kemampuan dalam menyusun proposal kewirausahaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami serta menyusun proposal usaha. Keberhasilan pendampingan ditunjukkan dengan terbentuknya tiga tim mahasiswa yang berhasil mengajukan proposal kewirausahaan. Luaran kegiatan ini meliputi peningkatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa, tersusunnya proposal usaha, serta publikasi ilmiah pada jurnal nasional.
Peningkatan Pengetahuan Ibu PKK tentang Pencegahan Stunting melalui Sosialisasi Pemanfaatan Ubi Ungu dan Labu Kuning di Desa Bontotangnga  Gowa Sitti Marlina; Andi Fatmayanti; Rezeki Amalia
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/x9j1bj04

Abstract

Kasus stunting yang terdapat di desa Bontotangnga Kecamatan Bontolempangan memerlukan perhatian dari segala aspek termasuk akademisi, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi mengenai manfaat ubi ungu dan labu kuning untuk mencegah stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu PKK mengenai stunting meliputi ciri-ciri anak dengan kategori stunting, penyebab dan dampak stunting bagi anak, serta pencegahannya. Materi disampaikan dalam bentuk presentasi dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Peserta kegiatan yang berjumlah 14 orang ibu PKK diberikan pre test dan post tes menggunakan instrumen google form yang selanjutnya akan dibandingkan hasilnya. Terjadi peningkatan pengetahuan mengenai stunting sebesar 16,79% dengan tingkat kepuasan peserta rata-rata 97,63 dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan berkontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan ibu PKK di desa Bontotangnga, serta perlu untuk dilakukan upaya tindak lanjut.
TRANSFORMASI MINDSET WIRAUSAHA DI ERA DIGITAL: STUDI PENGABDIAN PADA SISWA SMAN 11 GOWA Sitti Marlina; Sapinah Sapinah; Alfiah Nufadhilah AM Hindi; Musdalifah Musdalifah; Andi Fatmayanti
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i2.7065

Abstract

Dalam era digital yang menuntut kreativitas dan kemandirian, penguatan mindset kewirausahaan di kalangan generasi muda menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan semangat wirausaha sejak bangku sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mentransformasi mindset kewirausahaan siswa melalui pelatihan dan pendampingan di SMAN 11 Gowa. Kegiatan dilaksanakan karena rendahnya pengetahuan dan minat siswa terhadap peluang usaha digital di wilayah perdesaan. Pelatihan dilakukan melalui sosialisasi, sesi interaktif, dan praktik pembuatan konten promosi digital. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pre-test dan post-test berdasarkan tujuh indikator: pemahaman konsep kewirausahaan digital, kemampuan identifikasi peluang usaha, keterampilan produksi konten digital, penguasaan teknologi promosi, literasi ekonomi digital dan e-commerce, minat dan motivasi berwirausaha, serta niat berwirausaha digital. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa pada seluruh indikator setelah pelatihan. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman konsep kewirausahaan digital dan literasi ekonomi digital & e-commerce, sedangkan yang terendah pada penguasaan teknologi promosi digital. Secara keseluruhan, rata-rata peningkatan skor mencapai 6,84%, menandakan efektivitas kegiatan dalam memperkuat entrepreneurial mindset siswa SMA. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan kewirausahaan digital bagi sekolah di wilayah perdesaan dalam menghadapi transformasi ekonomi berbasis teknologi