Gerusan tebing sungai merupakan permasalahan hidrolika yang mengancam stabilitas permukiman dan infrastruktur di sekitar Sungai Saddang, khususnya di wilayah Masolo, Kelurahan Teppo, Kabupaten Pinrang. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi kecepatan aliran hasil simulasi HEC-RAS terhadap potensi gerusan tebing serta mengidentifikasi penampang dengan potensi paling dominan. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi dengan Log Pearson Type III dan HSS Nakayasu untuk kala ulang 2, 5, 10, dan 25 tahun, serta pemodelan HEC-RAS 6.41 dengan pendekatan aliran permanen (steady flow) satu dimensi dan kondisi batas normal depth pada 26 penampang (S.1–S.26) sepanjang 691,27 m. Koefisien kekasaran Manning n = 0,030. Debit banjir rencana: Q2 = 2.994,23 m³/s, Q5 = 3.592,67 m³/s, Q10 = 4.011,00 m³/s, dan Q25 = 4.567,32 m³/s. Seluruh 26 penampang memiliki kecepatan aliran melebihi kecepatan kritis gerusan pada semua skenario debit. Pada Q25, kecepatan bervariasi antara 1,73 m/s (S.10) hingga 3,18 m/s (S.26), dengan rata-rata meningkat dari 1,86 m/s (Q2) menjadi 2,11 m/s (Q25). Penampang S.26, S.25, S.24, dan S.23 di zona hilir (RM 0,00–81,84 m) dikategorikan Sangat Kritis akibat penyempitan lebar penampang dari ±330 m menjadi 191–241 m dan peningkatan E.G. Slope hingga 0,000741 m/m. Direkomendasikan penanganan berupa revetment, bronjong, atau dinding penahan pada penampang S.23–S.26.