Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Dampak Sedimentasi Terhadap Perubahan Debit Dan Energi Spesifik Saluran D.I. Bila Wajo Sulawesi Selatan Anggryawan; Rahmawati; Andi Bustan Didi; M. Jabir M
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irigasi Bila Wajo merupakan salah satu jaringan irigasi yang berperan penting dalam mendukung kebutuhan air pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang dan Kabupaten Wajo. Kondisi Saluran Bangunan Bila Kiri (B.BKr.23) saat ini menunjukkan tingginya tingkat sedimentasi yang mempengaruhi kapasitas aliran dan kinerja saluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sedimentasi terhadap perubahan luas penampang basah, kecepatan aliran, debit aliran, dan energi spesifik pada saluran irigasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif melalui pengukuran langsung di lapangan menggunakan current meter serta pengujian konsentrasi sedimen di laboratorium. Pengambilan data dilakukan pada bagian hulu, tengah, dan hilir saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimentasi menyebabkan penurunan luas penampang basah dari 8,652 m2 menjadi 7,722 m2 di bagian hulu dan tengah, serta menjadi 7,56 m2 di bagian hilir. Kecepatan aliran mengalami penurunan dari 0,983 m/dtk menjadi 0,733 m/dtk di hulu, 0,719 m/dtk di tengah, dan 0,713 m/dtk di hilir. Debit aliran juga mengalami penurunan dari 8,416 m3/dtk menjadi 5,637 m3/dtk di hulu, 5,552 m3/dtk di tengah, dan 5,390 m3/dtk di hilir. Penurunan kapasitas aliran akibat sedimentasi berdampak terhadap penurunan kinerja saluran hingga mencapai 88,16% pada bagian hilir. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sedimentasi memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan debit dan energi spesifik saluran irigasi.
Pengaruh Substitusi Parsial Pasir Dengan Biochar Terhadap Kuat Tekan Dan Uji Serap Air Mortar Ramah Lingkungan M. Jabir M
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi parsial pasir dengan biochar terhadap kuat tekan dan daya serap air mortar ramah lingkungan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Material dan Struktur Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Parepare menggunakan benda uji mortar berbentuk kubus berukuran 50 × 50 × 50 mm dengan variasi biochar sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30% terhadap berat pasir. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari, sedangkan pengujian daya serap air dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biochar mempengaruhi sifat fisik dan mekanik mortar. Nilai daya serap air meningkat seiring bertambahnya persentase biochar, dimana mortar normal memiliki daya serap air rata-rata sebesar 11,95%, sedangkan variasi 10%, 20%, dan 30% berturut-turut sebesar 13,77%, 18,66%, dan 19,44%. Pada pengujian kuat tekan, mortar normal menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 16,00 MPa pada umur 28 hari, sedangkan variasi biochar 10% masih menunjukkan kuat tekan yang cukup baik sebesar 15,33 MPa, namun pada variasi 20% dan 30% terjadi penurunan kuat tekan dibanding mortar normal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan biochar sebagai substitusi parsial pasir dapat diterapkan pada campuran mortar ramah lingkungan. Variasi biochar 10% merupakan komposisi paling optimal karena masih mampu mempertahankan kuat tekan mortar dengan peningkatan daya serap air yang relatif kecil.
Pengaruh Budaya Kerja Bugis terhadap Kepatuhan K3 Konstruksi Menggunakan SEM-PLS Firda Amelia Abadi; Hamsyah Hamsyah; M. Jabir M; Hamka Hamka; Adnan Adnan
Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juprit.v5i3.6883

Abstract

This study analyzes the effect of five Bugis work-culture values—siri’, pesse’, lempu’, getteng, and reso’—on occupational safety and health (OSH) compliance in construction projects in Parepare City. The study employed an explanatory quantitative approach using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data were collected through a five-point Likert questionnaire from 280 construction workers and project personnel and analyzed using SmartPLS 4. The results show that all five dimensions of Bugis work culture have a positive and significant effect on construction OSH compliance. The coefficient of determination (R²) of 0.794 indicates that 79.4% of the variation in OSH compliance is jointly explained by the five dimensions. Pesse’ has the strongest effect (β=0.290), while lempu’ has the weakest effect (β=0.123). The findings indicate that local cultural values can serve as an internal mechanism for strengthening contextual construction OSH management strategies. Future research could incorporate factors such as leadership, safety climate, and project characteristics to expand the model and test the consistency of the findings across different regions and construction sectors.
Analisis Kinerja Struktur Gedung 8 Lantai di Kota Parepare terhadap Beban Gempa Menggunakan Metode Pushover Berbasis Aplikasi ETABS Sri Wahyuni; M. Jabir M; Adnan Adnan; Abdul Muis; Hamka Hamka
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 4 No. 4 (2026): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v4i4.1622

Abstract

Indonesia’s seismic conditions make evaluating structural capacity under earthquake loads an important aspect of ensuring building safety. This study aims to evaluate the performance of the Eight-Story Educational Facility Building in Parepare City and determine its structural capacity to withstand the applied earthquake loads. The study employed a quantitative approach using pushover analysis assisted by ETABS based on SNI 1726:2019 and ATC-40. Lateral loading was applied incrementally to obtain the capacity curve, performance point, plastic hinge, and performance level. The analysis results showed that the performance point in the X direction had a target displacement of 189.507 mm with a base shear of 2,177.205 kN, while in the Y direction it was 164.252 mm with a base shear of 2,185.046 kN. Element responses were greater in the lower part of the building than in the upper part. Under the Life Safety condition, several elements showed responses of approximately 1.024, while under Collapse Prevention, the response reached approximately 0.883. Although the response increased, the structure remained capable of resisting deformation and transferring forces without losing strength or stiffness that could lead to collapse. The evaluation results indicate that the structural capacity remains adequate for the earthquake demand. According to ATC-40, the structural performance level falls within the Immediate Occupancy (IO) category, indicating that the building’s stability and functionality can be maintained after the analyzed earthquake loading.