Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Maudhu'i Tafsir: Mahabbah's Orientation in the Light of Al-Qur'an Sukiyat Sukiyat; Miftah Ulya; Nurliana Nurliana; Edi Hermanto; Abd Ghofur
Jurnal Ushuluddin Vol 30, No 2 (2022): July - December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v30i2.19027

Abstract

The Qur'anic explains that in humans there is a feeling of mahabbah which is interpreted as love. The urgency of love is very fundamental in the human journey, both love between fellow human beings, nature and the environment, even more important is love for Allah swt. Mahabbah which is understood with love is loving deeply as a feeling of longing and happy for something. This feeling then causes a person to focus on him and even encourage him to give the best, in the form of love and affection.  This research method is through interpretation using the maudhu'i interpretation method, which is qualitative in nature to be analyzed inductively, and the results of the research emphasize the meaning of generalization. Through an approach in the form of library research, it is formulated in an analytical descriptive style to obtain a conclusion. The final result of this study confirms that the orientation of human mahabbah is oriented to three categories. First, man's allegiance to something pleasant. Second, human love for something valuable, Third, human love for the existence of a common perception. From all that is done, it will produce an attitude and a sense of mahabbah that is framed with Islamic values that are constantly oriented to self-servitude to Allah swt. while being oriented towards tolerance, humanization, in a pluralistic society
Riba dalam Pinjam Meminjam: Dosa yang Terabaikan Salsa Rahma Kumala; Rila Apriana Wati; Edi Hermanto
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/a25dnm90

Abstract

Praktik pinjam-meminjam merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas ekonomi masyarakat, baik dalam skala kecil maupun besar. Namun, dalam Islam, praktik ini sering dikaitkan dengan persoalan riba tambahan atau bunga atas pinjaman yang dianggap merugikan dan dilarang. Di Indonesia, praktik riba masih marak terjadi, termasuk melalui pinjaman online yang pada April 2023 mencapai lebih dari Rp 51 triliun. Meski mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, banyak yang tetap melakukan praktik ini karena rendahnya literasi keuangan syariah, kondisi ekonomi yang mendesak, serta kurangnya pemahaman mengenai riba. Riba tidak hanya terbatas pada bunga pinjaman bank, tetapi juga bentuk lain seperti riba fadhl dan riba nasi’ah yang melibatkan tambahan dalam jual beli atau penundaan pembayaran. Studi menunjukkan bahwa pemahaman pelaku usaha mikro terhadap keuangan syariah masih tergolong dasar, sehingga belum mampu sepenuhnya menghindari riba. Untuk itu, penting dikembangkan sistem keuangan syariah yang lebih inklusif dan adil melalui akad-akad seperti mudharabah, musyarakah, dan murabahah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif untuk mengkaji secara komprehensif praktik riba dalam pinjam-meminjam serta solusinya menurut syariat Islam. Tujuannya agar masyarakat memahami dan menerapkan prinsip ekonomi Islam yang adil dan bebas dari unsur riba.