Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medical Scope Journal (MSJ)

Pola Luka Kekerasan Tajam pada Korban Hidup di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado Periode Juli 2019-Juni 2022 Marselina A. Laluyan; Djemi Tomuka; Erwin G. Kristanto
Medical Scope Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v5i1.45285

Abstract

Abstract: Sharp violence can cause injuries to body surface due to sharp objects. Many victims were injured in sharp violence cases but they could survive. This study aimed to determine the pattern of sharp violent injuries of live victims at Bhayangkara Hospital Level III Manado. This was a retrospective and descriptive study using data of Visum et Repertum. The results obtained 204 cases of live victims in sharp violence cases. The most frequent cases were in the period of July 2021-June 2022 with 88 cases (43.14%%). Most were male with 185 cases (90.69%). The largest age group was late adolescent (17-25 years) with 96 cases (47.06%). The most common type of wound was incised wound with 119 cases (58.33%). The most frequent wound location was the left upper extremity with 57 cases (20.21%). The most common degree of injury was minor degree of injury with 121 cases (59.31%). In conclusion, most live cases of sharp violence were male, late adolescent (17-25 years), with incised wounds on the left upper extremities and minor degree of injury. Keywords: wound pattern; sharp violence; survived victims   Abstrak: Kekerasan tajam adalah kekerasan yang dapat mengakibatkan luka pada permukaan tubuh yang disebabkan oleh benda tajam. Banyak korban hidup yang mengalami perlukaan pada kasus kekerasan tajam tetapi tidak meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola luka kekerasan tajam pada korban hidup di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado. Jenis penelitian ini ialah deskriptif retrospektif dengan menggunakan data Visum et Repertum. Hasil penelitian mendapatkan 204 kasus korban hidup pada kasus kekerasan tajam. Kasus terbanyak pada periode Juli 2021-Juni 2022 yaitu 88 kasus (43,14%). Sebagian besar berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 185 kasus (90,69%). Kelompok usia terbanyak yaitu remaja akhir (17-25 tahun) dengan jumlah 96 kasus (47,06%). Jenis luka yang sering ditemukan ialah luka iris sebanyak 119 kasus (58,33%). Lokasi perlukaan yang paling sering ialah ekstrimitas atas kiri dengan jumlah 57 kasus (20,21%). Derajat luka terbanyak ialah luka derajat luka ringan 121 kasus (59,31%). Simpulan penelitian ini ialah korban hidup pada kasus kekerasan tajam sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, kelompok usia remaja akhir (17-25 tahun), dengan jenis luka iris di ekstrimitas atas kiri, derajat luka ringan. Kata kunci: pola luka; kekerasan tajam; korban hidup
Eutanasia Ditinjau dari Etika Kedokteran di Indonesia Octaviane K. Rarung; Djemi Tomuka; James F. Siwu
Medical Scope Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v6i2.53532

Abstract

Abstract: Legal perspective euthanasia is a form of taking one's life. There are differences in the legality of euthanasia in Indonesia and several other countries that require doctors to understand the medical ethics related to euthanasia. This study aimed to explore the medical ethics related to euthanasia. This was a systematic literature review study using three database sources, namely ClinicalKey, Pubmed, and Sage Journal based on inclusion criteria and exclusion criteria. The results showed that euthanasia was not an appropriate and ethical matter for doctors to do. Doctors had to fulfill the autonomy of patients meanwhile doctors had also to consider the decisions given by patients since not all decisions of the patients had to be fulfilled, let alone decisions asking for euthanasia. Medical ethics viewed euthanasia as an unethical act to be performed by a doctor. Legal and religious views viewed euthanasia as something that should not be done. Moreover, medical ethics' view on euthanasia was different from bioethics' view on euthanasia. Bioethics viewed euthanasia from various perspectives, broader than medical ethics did. In conclusion, medical ethics respects the autonomy of the patient, albeit, the patient does not have the right to assert the obligation of others to fulfill that right. Keywords: euthanasia; medical ethics; doctors; patient’s autonomy   Abstrak: Dalam perspektif hukum eutanasia merupakan suatu bentuk tindakan menghilangkan nyawa seseorang. Terdapat perbedaan legalitas eutanasia di Indonesia dengan beberapa negara lain yang mewajibkan dokter untuk mengetahui etika kedokteran terkait eutanasia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami etika kedokteran terkait eutanasia. Jenis penelitian yang dilakukan ialah systematic literature review dengan tiga sumber database yang digunakan yakni ClinicalKey, Pubmed, dan Sage Journal berdasarkan kriteria inklusi serta kriteria eksklusi. Hasil penelitian mendapatkan bahwa eutanasia bukan hal yang pantas dan bukan hal yang etis untuk dilakukan oleh seorang dokter. Dokter memang harus memenuhi otonomi pasien namun dokter juga harus mempertimbangkan keputusan yang diberikan pasien karena tidak semua keputusan yang diambil pasien harus dipenuhi oleh dokter, apalagi keputusan meminta untuk eutanasia. Etika kedokteran memandang eutanasia sebagai tindakan yang tidak etis untuk dilakukan oleh seorang dokter. Pandangan hukum dan pandangan agama memandang eutanasia sebagai hal yang tidak patut untuk dilakukan. Pandangan etika kedokteran terhadap eutanasia berbeda dengan pandangan bioetika terhadap eutanasia. Bioetika memandang eutanasia dari berbagai sudut pandang, yang lebih luas dari pandangan etika kedokteran. Simpulan penelitian ini ialah etika kedokteran menghargai otonomi pasien namun pasien tidak mempunyai hak untuk menuntut kewajiban orang lain untuk memenuhi hak tersebut. Kata kunci: eutanasia; etika kedokteran; dokter; otonomi pasien