p-Index From 2021 - 2026
1.819
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Mecky R. E. Manoppo
Universitas Sam Ratulangi

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Rendaman Air Pasang Laut (Rob) Terhadap Stabilitas Pada Perkerasan Aspal Lapis AC-WC Adegratia E. Lumintang; Steve Ch. N. Palenewen; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.55365

Abstract

Faktor yang mempengaruhi kerusakan perkerasan jalan sampai kurangnya daya tahan struktur lapisan aspal salah satunya ialah air (genangan). Ruas jalan boulevard amurang merupakan jalan yang sering mengalami tergenangnya air pasang atau banjir rob. Berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan (Revisi 2), nilai Marshall Test untuk lapis aspal beton Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) adalah minimal 800 kg untuk stabilitas dan minimal 3 mm untuk kelelehan plastisnya. Penelitian ini untuk mengetahui seberapa pengaruh rendaman air pasang laut (rob) terhadap perkerasan jalan lapis permukaan AC-WC dengan menyimulasikan kejadian lapangan di laboratoium dengan meninjau kinerja stabilitas terhadap campuran aspal AC-WC. Mengolah data dari wawancara hingga data gelombang tinggi hasil variasi rendaman untuk benda uji adalah 1x24 jam, 3x24 jam, 7x24 jam dan 21x24 jam. Nilai stabilitas rendaman 1 x 24 sebesar 966.28 kg sedangkan terjadinya penurunan paling signifikan yaitu 17,55% kg pada 21 x 24 jam. kelelehan (flow) yang meningkat pada rendaman terlama dengan air laut sebesar 3,86mm. Nilai VMA naik setelah rendaman air laut terlama sebesar 19,408%. Nilai VIM meningkat berkisar 5,917%. Nilai VFB dengan nilai 67,677% setelah rendaman air laut terlama. nilai kepadatan rendaman 21 x 24 jam memperoleh penurunan dengan nilai 2.170gr/cc. Kata kunci: air pasang laut, lapis aspal beton ACWC, Marshall Test, rendaman
Studi Tingkat Kerusakan Jalan Dan Penanganannya Menggunakan Metode PCI (Pavement Condition Index) (Studi Kasus: Ruas Jalan Airmadidi – Tondano; Sta 3+150 – Sta 6+150) Benaya Y. D. Lumoindong; Steve C. N. Palenewen; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56357

Abstract

Penelitian ini menggunakan Metode PCI (Pavement Condition Index) yaitu sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan kadar kerusakan yang terjadi yang nilainya diantara 0 sampai 100. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, di ruas jalan ini terbagi dalam 73 segmen dengan kondisi perkerasan sempurna (excellent) sebanyak 33 segmen, dan kondisi perkerasan terendah yaitu cukup (fair) sebanyak 16 segmen. Jenis kerusakan yang didapat berupa retak kulit buaya, retak memanjang melintang, retak bulan sabit, amblas, tambalan, lubang, retak tepi, pelepasan butiran dan kegemukan. Kerusakan yang mendominasi yaitu tambalan dengan nilai rata-rata density 5%. Untuk beban lalu lintas pada tahun 2023 yang dimana sebagai tahun dilakukan identifikasi indeks kondisi perkerasan jalan yaitu sebesar 78.256 ESAL, kemudian 5 sebelum dilakukan overlay yaitu tahun 2018 sebesar 64.532 ESAL dan 5 tahun setelah overlay yaitu tahun 2028 yaitu sebesar 100.448 ESAL. Kata kunci: perkerasan jalan, Pavement Condition Index (PCI), beban lalu lintas