Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Getah Tumbuhan Berpotensi Sebagai Bahan Perekat Asal Desa Duawutun Kabupaten Lembata Felix Laba Gole; Arnold Christian Hendrik; Yanti Daud; James Ngginak; Sonya T.M Nge
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 15, No 1 (2023): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v15i1.4586

Abstract

Kabupaten Lembata merupakan daerah kepulauan yang kaya akan Sumber daya alam (SDA) hayati. Tumbuhan bergetah merupakan salah satu komoditi penting bagi masyarakat lembata. Perekat merupakan hal yang sangat penting dalam industri pengolahan kertas, kayu dan literatur lainnya. Jenis perekat yang digunakan dalam industri pengolahan sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh getah dari mangga, nangka, maja dan kudo untuk pembuatan perekat, kemudian memperoleh perekat kertas, dan membandingkan karakteristik perekat dari masing masing tumbuhan bergetah tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli-september di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Proses pengujian karakterisasi perekat dari getah  tumbuhan yaitu uji kenampakan, uji keasaman (pH), berat jenis perekat. Hasil pengamatan yang diperoleh pada pengujian nilai berat jenis pada perekat dekstrin dari getah nangka yaitu 1,05 gram, perekat dari getah mangga yaitu 1,00gram, perekat dari getah maja yaitu 1,03 gram, dan perekat dari getah kudo yaitu 1,15 gram. Nilai berat  jenis yang diperoleh  mendekati nilai berat  jenis air yaitu  1,00.(a) Uji kenampakan: getah nangka berwarna putih kecoklatan, getah maja berwarna orange, getah mangga berwarna kuning kecoklatan dan getah kudo berwarna cokelat kehitaman. (b) Tingkat keasaman (pH)  Mangga =6 pH;Nangka = 7pH;Maja = 3pH; dan Kudo = 5pH. (c) Berat jenis perekat getah pohon:Nangka = 1,05 g/cm3; Mangga= 1,00 g/cm3; Maja = 1,03 g/cm3; dan Kudo = 1,15 g/cm3.
Kajian Etnosains Tradisi Bunuk Masyarakat Desa Loli, Kabupaten Timor Tengah Selatan Sebagai Sumber Belajar Biologi Theodora Sarlotha Nirmala Manu; Yanti Daud; Eritrika Adriana Nulik
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 5 (2026): In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i5.14747

Abstract

The integration of local wisdom into biology learning remains limited, even though ethnoscience has strong potential to provide contextual and meaningful learning experiences for students. One form of local wisdom found in South Central Timor Regency is the bunuk tradition practiced by the community of Loli Village. This study aimed to analyze the potential of the bunuk tradition as a biology learning resource for senior high school students. This study employed a descriptive qualitative approach involving community members who inherit and practice the bunuk tradition. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were analyzed using data triangulation techniques. The results showed that the bunuk tradition contains ethnoscientific values related to environmental conservation, ecosystem balance, and interactions among living organisms within ecosystems. The feasibility assessment conducted by biology teachers indicated that the bunuk tradition met the criteria of being economical, practical, flexible, and aligned with the objectives of biology learning. The findings suggest that the bunuk tradition can function as a contextual biology learning resource that supports meaningful learning while preserving local cultural values. This study contributes to the development of ethnoscience-based biology learning and provides a reference for integrating local wisdom into science education.