Slamet Slamet
Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN MERDEKA BELAJAR DALAM PERKULIAHAN MATEMATIKA: PERSPEKTIF CALON GURU MATEMATIKA Khoerul Umam; Supandi Supandi; Tri Wintolo Apoko; Slamet Slamet
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.043 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5176

Abstract

Dalam mengevalulasi sejauhmana keberhasilan program Merdeka Belajar bagi calon guru matematika, maka justifikasinya harus dilandaskan pada penelitian berbasis data ilmiah dan empirik. Tujuan utama dari penelitian ini memahami bagaimana pengalaman yang mahasiswa dapatkan, setelah penerapan Merdeka Belajar dalam perkuliahan. Metode penelitian kualitatif dipilih karena dapat memberikan deskripsi lengkap bagaimana persepktif yang dikonstruksi oleh mahasiswa. Instrumen penelitian ini menggunakan instrumen dari penelitian MBKM yang sudah disediakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang dielaborasikan dengan perspektif peneliti. Teknik pemilihan subjek menggunakan purposive sampling karena hanya melibatkan mahasiswa yang berpartisipasi secara aktif dalam program MBKM. Analisis data menggunakan mapping ideas yang dibuat berdasarkan transkripsi dan data tulisan google form yang sudah dikumpulkan untuk dijadikan kode-kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan dampak positif dalam pembelajaran berbasis MBKM dalam aspek sosial. Pengalaman yang mahasiswa dapatkan selama perkulilahan MBKM dirasakan sangat dibutuhkan khususnya yang magang dalam industri walaupun aspek kognitif yang dirasakan masih sangat jauh dari harapan karena kurangnya keterampilan pengajar di lokasi magang.   
BAGAIMANA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BARISAN DAN DERET DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA Samsul Maarif; Khoerul Umam; Febriantoni Febriantoni; Slamet Slamet
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.823 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6063

Abstract

Perbedaan gaya kognitif siswa dalam belajar, memberikan persepsktif yang berbeda pada saat memahami tahapan pemecahan masalah barisan dan deret. Tujuan dari penelitian ini mengeksplorasi cara berpikir siswa dalam memecahkan masalah barisan dan deret dari perbedaan gaya kogntifi. Metode penelitian kualitatif dipilih karena sesuai untuk mendeskripsikan bagaimana siswa field dependent dan independent dalam memecahkan masalah matematika. Pemlihan subjek dilakukan pada kelas XI dengan mempertimbangkan perbedaan gaya kognitif siswa. Tes instrumen masalah barisan dan deret  yang sudah divalidasi diberikan pada siswa. Data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu transkripsi, hasil pekerjaan siswa dan catatan lapangan. Analisis data penelitin menggunakan kode-kode yang didasarkan atas tahapan pemecahan masalah. Kode-kode yang memiliki karakteristik yang sama dikumpulkan sebagai dasar untuk mendeskripsikan cara siswa memecahkan masalah barisan dan deret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara berpikir siswa dengan gaya Field Independent cendrung berpikir konseptual. Pemilihan informasi dan pengunaan rumus matematika yang dilakukan oleh field independent selalu berbasis pada data dan pengetahuan yang ia miliki. Hal berbeda dengan siswa dengan gaya Field Dependent cendrung berpikir menyelesaikan soal dengan menggunakan konsep tetapi cenderung selalu ingin cepat dalam setiap tahapan pemecahan masalah yang terkadang kesalahan dalam keputusan.Differences in students' cognitive styles in learning, provide different perspectives when understanding the stages of problem solving in sequences and series. The purpose of this study is to explore students' ways of thinking in solving problems of sequences and series of different cognitive styles. The qualitative research method was chosen because it is suitable for describing how field dependent and independent students solve mathematical problems. Subject selection was carried out in class XI taking into account the differences in students' cognitive styles. Instrument tests for sequences and series problems that have been validated are given to students. The data obtained from this study are transcriptions, student work results and field notes. Research data analysis uses codes based on the stages of problem solving. Codes that have the same characteristics are collected as a basis for describing how students solve sequence and series problems. The results showed that the way students think with the Field Independent style tends to think conceptually. The selection of information and the use of mathematical formulas carried out by independent fields is always based on the data and knowledge they have. This is different from students with the Field Dependent style who tend to think of solving problems using concepts but tend to always want to be fast in every stage of problem solving which sometimes makes mistakes in decisions.
APAKAH AUGMENTED REALITY DAPAT MENSTIMULUS PEMAHAMAN KONSEP DAN VISUALISISASI GEOMETRI SISWA Khoerul Umam; Arum Fatayan; Ishaq Nuriadin; Ervin Azhar; Slamet Slamet
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i2.8784

Abstract

Rendahnya kemampuan visualisasi siswa dalam materi geometri berkontribusi terhadap rendahnya pemahaman konsep matematis siswa perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Berbagai alternatif teknologi yang saat ini seperti augmented reality dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk membantu visualisasi geometri. Riset ini akan memfokuskan pada peningkatan kemampuan visualisasi dan pemahaman konsep siswa pada materi geometri melalui penggunaan augmented reality. Desain pengembangan augmented reality menggunakan ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VIII yang sedang mempelajari materi kubus dan balok sebanyak 40 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan 5 masalah yang dapat mengukur pemahaman dan visualisasi geometri siswa. Analisis data ini akan memberikan deskripsi lengkap bagaimana tahapan pelaksanaan pengembangan dengan ADDIE melalui tahapan analisis, desian, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketertarikan siswa pada augmented reality telah mendorong mereka untuk belajar lebih lama karena visualisasi yang menarik sehingga siswa selalu berkeinginan untuk belajar. Intensitas pembelajaran yang tinggi dari siswa telah membantu meningkatkan kemampuan pemahaman konsep geometri pada waktu yang sama. Keinginan siswa untuk belajar lebih lama, dan mengeksplorasi materi sangat berkontribusi terhadap degradasi paradigma negatif matematika yang selama ini ada.  The low visualization ability of students in geometry material contributes to the low understanding of mathematical concepts. Students need attention from various parties. Various current alternative technologies such as augmented reality can be the right choice to help visualize geometry. This research will focus on improving students' visualization abilities and understanding of concepts in geometry material through the use of augmented reality. Augmented reality development design using ADDIE. The subjects of this research were 40 students in class VIII who were studying cubes and blocks. This research instrument uses 5 problems that can measure students' understanding and visualization of geometry. This data analysis will provide a complete description of the stages of implementing development with ADDIE through the stages of analysis, design, development, implementation and evaluation. The results of the research can be concluded that students' interest in augmented reality has encouraged them to study longer because of the attractive visualization so that students always want to learn. The high learning intensity of students has helped improve the ability to understand geometric concepts at the same time. Students' desire to study longer and explore the material greatly contributes to the degradation of the negative paradigm of mathematics that currently exists.