Roby Dwiputra
Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Preferensi Wisatawan Terhadap Sarana Wisata di Kawasan Wisata Alam Erupsi Merapi Roby Dwiputra
Journal of Regional and City Planning Vol. 24 No. 1 (2013)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jpwk.2013.24.1.3

Abstract

Kegiatan pariwisata di kawasan Gunung Merapi harus dapat beradaptasi terhadap semua tuntutan perubahan dengan selalu mendengarkan pendapat dari berbagai pihak khususnya wisatawan yang memiliki preferensi berbeda dalam melakukan perjalanan wisata. Pariwisata berhubungan erat dengan perjalanan wisata, yaitu perubahan tempat tinggal sementara seseorang di luar tempat tinggalnya. Kebutuhan wisatawan, orang yang melakukan perjalanan, akan mempengaruhi pembangunan sarana wisata di daerah tujuan wisata tertentu. Sarana wisata merupakan salah satu unsur penting pembentuk produk wisata yang berperan untuk menunjang kemudahan dan kenyamanan wisatawan dalam perjalanan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi wisatawan terhadap sarana wisata kawasan gunung merapi. Metode analisis dalam studi ini yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan metode analisis tabulasi silang dengan menggunakan perangkat lunak SPSS. Pengumpulan data menggunakan metode accidental sampling dengan penyebaran 95 kuesioner kepada wisatawan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa preferensi wisatawan dalam memilih sarana wisata dipengaruhi oleh tujuan wisatawan berwisata, lama wisatawan berwisata, dan teman wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata.Kata Kunci: merapi, pariwisata, preferensi, sarana wisata, wisatawan Tourism activities in the area of Mount Merapi must be able to adapt to all the changes with always listening to the opinions of various parties, especially tourists who have different preferences in leisure traveler. Tourism closely linked to tour, that changes a person's temporary residence in the outside residence. Needs of tourists, people who travel, will influence the development of tourism facilities in certain destinations. Tourism facilities is one important element of the tourism product forming role is to support the ease and convenience of tourists in the tour. This research aims to identify the preferences of travelers to tourist facilities volcano region. The method of analysis in this study is a quantitative descriptive analysis and cross tabulation analysis methods using SPSS software. Collecting data using accidental sampling method with a spread of 95 questionnaires to tourists. The results of this study indicate that the travelers preference in choosing tourism facilities are affected by the tourist destination traveled, traveled long travelers, tourists and friends to travel.Keywords: Merapi, tourism, preferences, tourist facilities, tourist
Tingkat Kenyamanan Pejalan Kaki dan Pesepeda Pada Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Dukuh Atas Roby Dwiputra; Raetami Adira Saraswati; Bachtiar Marpaung
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v3i2.6667

Abstract

AbstrakPembangunan pedestrian yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik diusung sebagai salah satu upaya pengendalian kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta. Dalam membuat konsep pembangunan kota yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna jalan di Kawasan Dukuh Atas, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 107 Tahun 2020 tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Dukuh Atas. Kajian tingkat kenyamanan pejalan kaki dan pesepeda pada pengembangan kawasan pembangunan berorientasi transit dukuh atas penting karena kawasan ini berlokasi di pusat kota Jakarta yang berpotensi menjadi preseden bagi kawasan ramah pejalan kaki dan pesepeda di ruas-ruas jalan lainnya di Jakarta. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan observasi yang dilakukan melalui Google Streetview. Parameter yang bersumber dari modifikasi Global Walkability Index (GWI) dengan parameter yang digunakan yaitu kenyamanan, keamanan, keselamatan, disabilitas dan jalur sepeda. Penilaian menggunakan Skala Likert dari angka 1 sampai 10 yang diberikan kepada setiap indikator yang kemudian dikelompokkan berdasarkan tipe kawasan dengan bobot tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan pejalan kaki dan pesepeda pada Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Dukuh Atas dengan radius 350 meter dari Stasiun MRT Dukuh Atas sebagai titik pusat pengembangan memiliki angka walkability index sebesar 48,39 (empat puluh delapan koma tiga sembilan).Kata kunci: dukuh atas, kondisi jalan, pejalan kaki, pesepeda, walkability index AbstractPedestrian development that is integrated with the public transportation system is one of the obstacles to public traffic jams in DKI Jakarta. In making the concept of city development that provides convenience and comfort for road users in the Dukuh Atas area, the Government has issued Gubernatorial Decree No. 107/2020 concerning Urban Design Guidelines (UDGL) for the Dukuh Atas Transit-Oriented Development (TOD). The study of the comfort level of pedestrians and cyclists in the development of the Dukuh Atas TOD area is important because this area is located in the center of Jakarta, which may set a precedent for pedestrian and cyclist-friendly areas on other roads in Jakarta. Data collection uses secondary data and observations made through Google Streetview. Parameters sourced from the modification of the Global Walkability Index (GWI) with the parameters used are security, safety, disability, and bicycle paths. The assessment uses a Likert Scale from numbers 1 to 10 which is given to each indicator which is then built based on the type of area with a certain weight. The results showed that the comfort level of pedestrians and cyclists in the Dukuh Atas TOD Area with a radius of 350 meters from the Dukuh Atas MRT Station as the development center point had a walkability index of 48.39 (forty-eight point three nine).Keywords: cyclist, dukuh atas, pedestrian, road condition, walkability index.
Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pasca Pandemi Covid-19 di Kawasan Kampung Tangguh Pluit-Penjaringan Roby Dwiputra; Lita Sari Barus
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i1.35033

Abstract

Pandemi Covid-19 sampai saat ini masih mengalami kenaikan angka jumlah pasien positif. Adapun langkah Pemerintah dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka menekan laju peningkatan pasien positif juga berdampak tidak baik pada beberapa sektor lainnya, terutama pelemahan sektor perekonomian yang dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Jakarta. Di sisi lain, berbagai aktor dalam industri ekonomi kreatif menyebutkan bahwa UMKM memiliki peran untuk mengatasi potensi krisis di tengah pandemi. Dalam penelitian ini, dilakukan kajian peran UMKM dalam memulihkan ekonomi masyarakat di tengah dan pasca Pandemi Covid-19 dengan wilayah penelitian kawasan Kampung Tangguh Pluit-Penjaringan di Jakarta Utara. Namun, masyarakat setempat pada lokasi penelitian menghabiskan waktu untuk menangkap ikan dan mengerjakan pekerjaan rutin lainnya dalam keseharian mereka sehingga waktu senggang yang ada dimanfaatkan untuk beristirahat dan berekreasi. Hal ini menjadi tantangan untuk mengajak masyarakat setempat aktif terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif guna meningkatkan produktivitas UMKM di tengah padatnya kegiatan mereka. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pelaku UMKM dan Pemerintah yang dibantu tinjauan pustaka dalam proses analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM dapat menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi masyarakat pada masa Pandemi Covid-19 dan setelahnya.
Prioritas Lokasi Revitalisasi Sungai Ciliwung di Wilayah DKI Jakarta: Ciliwung River Revitalization Prioritised Location in DKI Jakarta Roby Dwiputra; Kusratmoko, Eko; Parluhutan Tambunan, Rudy
Jurnal Riset Jakarta Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v14i2.55

Abstract

Kondisi geomorfologi Jakarta serta bentuk aliran sungai yang bercorak peneplain dibenturkan dengan terjadinya degradasi lingkungan akibat kepadatan penduduk yang terus bertambah menyebabkan kerentanan Jakarta terhadap ancaman bahaya banjir terus meningkat. Dari ke-13 sungai yang mengalir di Jakarta, Sungai Ciliwung menjadi perhatian utama bermula dari sejarahnya sebagai fungsi vital bagi Jakarta sejak jaman Pemerintahan Belanda yang mana merawat Sungai Ciliwung pada saat itu sama dengan menjaga harkat dan martabat Batavia (sekarang Jakarta). Pembelajaran dari negara-negara di Eropa atau Amerika, konsep penanganan sungai yang berhasil dilaksanakan dan menjadi contoh bagi negara lain yaitu menggunakan pendekatan revitalisasi. Revitalisasi sungai berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan dan kehidupan yang juga sekaligus menjadi dasar pembangunan berkelanjutan. Urgensi revitalisasi sungai membuat penelitian ini penting untuk dilakukan, yakni membahas kriteria revitalisasi sungai dari perspektif kajian perkotaan untuk mendapatkan tingkat prioritas lokasi revitalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Analisis Hirarki Proses (AHP) dan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria faktual banjir merupakan kriteria penentu lokasi dengan bobot tertinggi, yaitu 32,4% sehingga setiap segmen pelaksanaan revitalisasi harus memiliki dampak yang besar bagi pengendalian banjir di Jakarta. Adapun lokasi revitalisasi sangat prioritas dimulai dari Jalan TB Simatupang sampai Pintu Air Manggarai.