Ayu Sarah Yanty Pasaribu
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Piano Secara Daring Bagi Anak-Anak Di Purwacaraka Music Studio Yogyakarta Ayu Sarah Yanty Pasaribu
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v11i2.39198

Abstract

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, kegiatan pendidikan masih dilaksanakan secara daring dan disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Maka dari itu, model pembelajaran secara daring hingga kini masih tetap dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran musik secara daring, khususnya pembelajaran piano di lembaga kursus musik. Metode penelitian adalah kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif. Sampel penelitian adalah pengajar dan siswa di Purwacaraka Music Studio Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran piano secara daring membutuhkan peralatan teknologi dan media sosial untuk memudahkan pengajar menyampaikan isi materi pembelajaran. Pengajar piano Purwacaraka Music Studio Yogyakarta menggunakan metode pembelajaran secara daring dalam synchronous bi-directional, yaitu pengajar dan siswa melakukan tatap muka secara daring di waktu yang bersamaan. Metode pembelajaran piano adalah metode ceramah dan imitasi. Namun, terdapat pula kendala yang dihadapi ketika melakukan proses pembelajaran secara daring ialah, durasi waktu Zoom yang sedikit dan jaringan internet yang tidak stabil. Hal tersebut beberapa kali menghambat proses pembelajaran piano bagi siswa secara daring. Permasalahan spesifik yang sering dijumpai dalam pembelajaran secara daring adalah minimnya interaksi antara pengajar dan pendidik, sehingga menyebabkan terjadinya kesalahpahaman perbedaan dalam teknik permainan musik antara pengajar dan siswa karena tidak adanya proses pembelajaran secara tatap muka.
Creative Strategies and Network Development of a Nonformal Music Education Institution in Indonesia: A Case Study of Purwa Caraka Music Studio Lutfia Okta Riwayati; Tika Puspita Sari; Ayu Sarah Yanty Pasaribu; Khurotin Anggraeni; Abdulrasheed Olowoselu
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v7i2.327

Abstract

Objective: This study aims to examine the creative strategies employed by Purwa Caraka Music Studio (PCMS) in developing its music education institution and to analyze the music education network that has been established and expanded across Indonesia. Method: This research uses a qualitative method with a case study approach, conducted through document analysis, observation, and interviews with PCMS instructors, students, and alumni. The data were analyzed using data reduction, data display, and inductive conclusion drawing techniques. Results and Discussion:The findings indicate that PCMS’s creative strategies are reflected in the implementation of fun learning, a flexible curriculum, diversification of musical genres, regular concert programs, and the use of digital media for online learning and promotion. In addition, PCMS has successfully developed a network of more than 78 branches across Indonesia, often referred to as the “octopus phenomenon,” which has expanded public access to non-formal music education. This network functions not only structurally but also as a social and cultural ecosystem, supported by alumni contributions in the entertainment, education, and creative industries. Conclusion: Thus, PCMS plays a significant role in supporting the development of musical creativity within Indonesian society. The institution serves not only as a place for music learning but also as a center for character development, creativity cultivation, and a cultural agent that strengthens the national music ecosystem.