Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KAPABILITAS MASYARAKAT PESISIR PELAKU USAHA ABON IKAN TUNA DI KELURAHAN KAMPUNG PISANG KOTA PAREPARE Irwan Idrus; Yadi Arodhiskara; Arman Arman; Fajar Ladung; Muhammad Nurul Fikri; Tiara Saputri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v6i2.1306

Abstract

Rendahnya kapabilitas (capability)  sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu persoalan di wilayah pesisir. Hal ini terlihat dengan kurangnya skill, minat dan kreatifitas masyarakat pesisir untuk berwirausaha. Di sisi lain  potensi wilayah pesisir sangat strategis khususnya pengembangan usaha di bidang perikanan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi masyarakat pesisir terkait pentingnya pengembangan usaha abon ikan. Metode pada kegiatan PKM ini adalah dengan memberikan beberapa rangkaian pelatihan secara terstruktur dan sistematis kepada pelaku usaha abon ikan agar memiliki motivasi  kerja yang tinggi dan kompetensi dalam mengelola usaha home industry sehingga dapat meningkatkan profit usaha. Tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD) dengan mitra dan stakeholder, pelaksanaan pelatihan peningkatan motivasi  SDM,  manjemen keuangan usaha serta  pendampingan pelaku usaha.  Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu pelaku usaha abon ikan tuna memiliki peningkatan kapabilitas dalam mengelola usaha. Pelaku usaha memahami filosofi bekerja dan berwirausaha secara komprehensif sehingga memiliki motivasi  yang tinggi untuk berwirausaha serta mampu menyusun laporan keuangan usaha dengan teknik pembukuan sederhana.  Abstract. The low capability of human resources (HR) is one of the problems in coastal areas. This can be seen by the lack of skills, interests, and creativity of coastal communities for entrepreneurship. On the other hand, the potential of coastal areas is very strategic, especially for business development in the field of fisheries. This community service activity aims to provide understanding and knowledge for coastal communities regarding the importance of developing a shredded fish business. The method in this activity is to provide several series of structured and systematic training to shredded fish businesses in order to have high work motivation and competence in managing home industry businesses so that they can increase business profits. The stages of implementing the activities begin with socialization in the form of a Forum Group Discussion (FGD) with partners and stakeholders, implementation of training to increase HR motivation, business financial management, and mentoring of entrepreneurs. The result of these activities is that shredded business actors have increased capability in managing their business. Entrepreneurs understand the philosophy of working and entrepreneurship comprehensively so that they have high motivation for entrepreneurship and are able to compile business financial reports using simple bookkeeping techniques
Pemberdayaan masyarakat nelayan berbasis ekonomi kreatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Ujung Lero, Pinrang Irwan Idrus; Arfianty; Muhammad Hatta
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 3 No 2 (2023): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v3i2.267

Abstract

Kawasan Pesisir merupakan wilayah yang seringkali terlupakan dan kurang mendapat perhatian dalam pemberdayaan masyarakat desa, khususnya masyarakat nelayan. Tidak optimalnya pemberdayaan masyarakat desa yang berimplikasi pada rendahnya tingkat pendapatan masyarakat nelayan dan kemudian berdampak pada semua lini kehidupan yang sungguh memprihatinkan. Kondisi ini kemudian diperparah dengan situasi pandemi covid-19 menyebabkan ekonomi semakin lesu di wilayah pesisir. Kendala yang dihadapi masyarakat Desa Ujung Lero diantaranya adalah rendahnya kemampuan sumber daya manusia pelaku wirausaha home industry, proses produksi usaha masih sederhana dan belum menerapkan good manufacturing product, tampilan kemasan produk yang masih seadanya sehingga kurang menarik perhatian konsumen, ketidakmampuan dalam pengelolaan keuangan usaha serta sistem pemasaran yang masih sederhana (konvensional), belum memanfaatkan teknologi informasi atau media sosial. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan kreativitas sumber daya manusia pelaku wirausaha home industry dalam mengelola usahanya baik dari segi proses produksi, pengelolaan keuangan serta sistem pemasaran sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di desa Ujung Lero, melalui kerjasama dengan Organisasi Otonom Pemuda Muhammadiyah yang terdapat di daerah sekitar dalam bidang Ekonomi dan Buruh tani nelayan. Metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui tahapan kegiatan yang diawali dengan sosialisasi dalam bentuk. Forum Group Discussion (FGD) dengan mitra dan stakeholder, pelaksanaan workshop/Pelatihan/Penyuluhan peningkatan kualitas SDM, proses produksi, pengelolaan keuangan serta sistem pemasaran berbasis teknologi informasi, pendampingan usaha dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah pelaku wirausaha home industry memiliki peningkatan kompetensi dan kreativitas pengelolaan usaha baik dari aspek motivasi wirausaha, proses produksi, pengelolaan keuangan usaha serta telah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS CAMEL PADA PT.BANK SULSELBAR CABANG PINRANG Harfiana Harfiana; Irwan Idrus; Fitriyani Syukri
Journal AK-99 Vol. 3 No. 2 (2023): Journal AK-99
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/ak99.v3i2.2658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan PT. Bank Sulselbar Cabang Pinrang berdasarkan besarnya modal, kualitas asset, manajemen, rentabilitas dan likuiditas. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan metode CAMEL berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 6/10/PBI/2011 TANGGAL 12 April 2011 perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2011 perihal Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Umum. Adapun tolak ukur untuk menentukan tingkat kesehatan suatu bank setelah dilakukan penilaian terhadap masing-masing variabel, yaitu dengan menentukan hasil penelitian yang digolongkan menjadi peringkat kesehatan bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesheatan keuangan pada PT. Bank Sulselbar Cabang Pinrang yang diukur berdasarkan metode CAMEL menunjukkan kategori sehat. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai CAMEL yang berada pada angka diatas dari 81% sehingga dapat dikatakan sehat. Rasio CAR tahun 2020-2022 pada PT. Bank Sulselbar Cabang Pinrang sebesar 25.16%, 24.28% dan 22.98. Rasio KAP tahun 2020-2022 pada PT. Bank Sulselbar Cabang Pinrang sebesar 0.23%, 0.40% dan 0.45. Rasio NPM tahun 2020-2022 pada PT. Bank Sulselbar Cabang Pinrang sebesar 74.51%, 73.72% dan 74.34%. Rasio ROA dan BOPO tahun 2020-2022 pada PT. Bank Sulselbar Cabang Pinrang sebesar 4.12% dan BOPO 83% kemudian pada tahun 2021 menjadi 3.89% untuk ROA dan 87.74% untuk BOPO hingga pada tahun 2022 rasio ROA menjadi 3.52% dan BOPO menjadi 92.67%. Rasio LDR tahun 2020-2022 pada PT. Bank Sulselbar Cabang Pinrang sebesar 14.99%, 12.09% dan 13.11%.