Ariesta Setyawati
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Strategic Management of Strengthening Character Education through Learning at Madrasyah Aliya Negeri Tangerang Selatan City Sutarman Sutarman; Ariesta Setyawati; Silvia Hanifa; Ica Risdheani; Cici Aprianti
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3422

Abstract

The purpose of this research is to understand the strategic management of strengthening education through character learning through online and offline learning which includes planning, implementation, and evaluation. The research method uses a qualitative approach through interviews, observations, and documentation studies at Madrasah Aliyah Negeri Tangerang Selatan. Analysis with data reduction, data display, verification, and conclusions. The results of the study are: (1). Planning through preparation, and policy mapping, according to procedures and stages of learning (2). Organizing forms a team as the head of the principal, the daily leader of the vice principal, and teachers to carry out character education through online and offline learning (3). Implementation of character education is carried out through learning activities, exemplary, priority scale, reflection, coaching, habituation of student discipline through religious activities, nationalism, social care, and environmental care (4). Evaluation of the implementation of online and offline learning in Madrasah Aliyah Negeri Tangerang Selatan. With supervision, precise and objective assessment of the accuracy of tasks, cooperation, and effective and efficient achievement of online and offline learning.
Strategic Management of Strengthening Character Education through Learning at Madrasyah Aliya Negeri Tangerang Selatan City Sutarman Sutarman; Ariesta Setyawati; Silvia Hanifa; Ica Risdheani; Cici Aprianti
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3422

Abstract

The purpose of this research is to understand the strategic management of strengthening education through character learning through online and offline learning which includes planning, implementation, and evaluation. The research method uses a qualitative approach through interviews, observations, and documentation studies at Madrasah Aliyah Negeri Tangerang Selatan. Analysis with data reduction, data display, verification, and conclusions. The results of the study are: (1). Planning through preparation, and policy mapping, according to procedures and stages of learning (2). Organizing forms a team as the head of the principal, the daily leader of the vice principal, and teachers to carry out character education through online and offline learning (3). Implementation of character education is carried out through learning activities, exemplary, priority scale, reflection, coaching, habituation of student discipline through religious activities, nationalism, social care, and environmental care (4). Evaluation of the implementation of online and offline learning in Madrasah Aliyah Negeri Tangerang Selatan. With supervision, precise and objective assessment of the accuracy of tasks, cooperation, and effective and efficient achievement of online and offline learning.
The Relationship between the Nature of Humanity and the Philosophy of Education Siti Nurislamiah; Ariesta Setyawati; Hasim
Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/jpi.v7i1.14503

Abstract

Human beings, as viewed through the lens of science, are highly dependent on the methodologies applied. Advocates of psychoanalytic theory assert that humans are homo volens (creatures with desires). According to this perspective, humans exhibit behaviors that result from the interaction of biological (id), psychological (ego), and social (superego) components. Within humans, there are elements of the animalistic (instinctive), rational (intellectual), and moral (values). Behaviorist theorists, on the other hand, label humans as homo mechanicus (mechanical beings). According to this approach, all human behaviors are shaped through the learning process from their environment, not determined by inherent aspects. Cognitive theorists refer to humans as homo sapiens (thinking beings). According to this perspective, humans are no longer seen as creatures passively reacting to their environment; rather, they are beings constantly engaged in thinking. Cognitive theorists criticize opinions that tend to consider the mind as unreal because it seems not to influence events. However, thinking, deciding, expressing, understanding, and the like are undeniable facts of human life.  The Quran designates humans with three terms: al-basyar, an-nas, and al-ins or al-insan. These three terms are commonly interpreted as referring to humans, although, when examined linguistically and according to the Quran itself, each term carries distinct meanings.
PERAN AGAMA TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA Siti Nurislamiah; Ariesta Setyawati
PELITA JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH Vol 23 No 2 (2023): Pelita : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah [Juli - Desember]
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH - YUSUF TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33592/pelita.v23i2.4157

Abstract

Remaja merupakan masa dimana peralihan dari masa anak-anak ke masadewasa, yang telah meliputi semua perkembangan yang dialami sebagaipersiapan memasuki masa dewasa. Dengan kata lain, Remaja merupakanseseorang yang sedang berproses tumbuh menjadi dewasa. Menurut WorldHealth Organization (WHO) remaja adalah periode usia antara 10 sampai 19tahun, sedangkan menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kaummuda untuk usia antara 15-24 tahun. Pada masa remaja terjadi berbagai macamperubahan perkembangan yang signifikan. Perubahan perkembangan tersebutmeliputi aspek fisik, psikis dan psikososial. Pada masa ini mood (suasana hati)bisa berubah dengan sangat cepat. Perubahan mood (swing) yang drastis padapara remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah, pekerjaansekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah. Meski mood remaja yang mudahberubah-ubah dengan cepat. Peran agama begitu penting dalam pembinaanmoral karena nilai-nilai moral yang datang dari agama bersifat tetap dan universal,serta berpengaruh pada perbaikan sikap dan juga perilaku seorang remaja dalambersikap diantaranya agama dapat mengajarkan arti tujuan hidup. Dalammeningkatkan kesehatan mental maka kemampuan berpikir positif perludibangun. Pengaruh agama terhadap kesehatan mental remaja yaitu: (1)Membentengi diri dari perbuatan buruk, (2) Melatih hidup dengan sabar, (3) Hidupmenjadi lebih ikhlas, (4) Hidup menjadi lebih bersabar, (5) Hidup dengansederhana, (6) Hidup dengan rendah hati, (7) Hidup dengan saling menghargaidan menghormati, dan (8) Tahu batasan yang baik dan buruk. Hal ini jugadiperlukan peran pendidikan keluarga dan pendidikan masyarakat untuk pertumbuhan psikis pada anak.
Optimalisasi Peran Pemuda Islam Dalam Pengembangan Potensi Wisata Daerah di Kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk Kota Tangerang Siti Nurislamiah; Ariesta Setyawati; Ainul Azhari
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.336 KB)

Abstract

ABSTRAK Organisasi pemuda merupakan tempat berkumpulnya para remaja dalam menghimpun berbagai potensi yang mengarahkan dalam kegiatan-kegiatan positif. Organisasi lokal di lingkungan desa/kelurahan merupakan wadah untuk memenuhi kebutuhan ataupun memecahkan permasalahan masyarakat. Salah satu organisasi lokal yang ada di hampir setiap desa atau kelurahan di Indonesia adalah Karang Taruna sebagai tempat atau wadah pembinaan peran muda. Salah satu kegitatan tersebut adalah pemberdayaan kemampuan keagamaan untuk para pemuda kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk Kota Tangerang. terciptanya kerukunan, bergotong royong dalam melakukan program kegiatan dan saling toleransi diantara para pemuda. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan berbagai metode dan tahapan dalam pelaksanaannya, yaitu: observasi, perencanaan, pemetaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan di Kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk ini terutama terhadap kegiatan yang dilakukan oleh para pemuda Karang Taruna unit 22, yaitu pengembangan potensi wisata daerah. Program wisata yang ditekankan adalah kampung wisata keramba 22, yang berlokasi di RW 22 Garden City. Program yang dilakukan oleh para pemuda Karang Taruna ini merupakan sebuah jawaban dari pengembangan peran pemuda muslim, yang menggunakan potensinya untuk kebaikan dirinya dan umat (masyarakat sekitarnya). Sedangkan para pemuda diluar sana masih menyibukkan kepentingan pribadinya saja. Kata Kunci : Peran Pemuda, Potensi Wisata, Keramba, Karang Taruna
SOSIALISASI MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE DALAM MATERI IHSAN PADA SISWA SMA NEGERI 20 KABUPATEN TANGERANG Siti Nurislamiah; Ariesta Setyawati; Ainul Azhari; Irawan Irawan; Denny Hermawan
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan kurikulum 2013, bahwa dalam hal pembelajaran peserta didik lebih ditekankan pada aspek pengembangan individu masing-masing. Partisipan dalam kegiatan sosialisasi media pembelajaran online dalam materi meraih kasih allah dengan ihsan adalah siswa-siswi kelas 12 SMAN 20 Kabupaten Tangerang. Pembelajaran online yang digunakan selama pandemi ini membuat pembelajaran secara tatap muka secara online memberikan solusi terhadap pemahaman siswa pada materi yang disampaikan oleh guru meskipun tidak langsung di kelas, tapi melalui pembuatan video pembelajaran terkait dengan materi yang ingin disampaikan. Sehingga dalam penyampaian materi khususnya materi meraih kasih Allah dengan ihsan memudahkan tujuan pembelajaran ini tercapai sehingga dapat memacu siswa-siswi agar menjadi insan yang luhur akan budi pekertinya, juga dapat menjadi pengendalian perbuatannya ketika ia melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt, sehingga ia pun tidak menjadi buruk dan terjatuh dalam perbuatan yang tercela.
PENGARUH METODE ICE BREAKING TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTs NURUL FALAH SANGIANG KOTA TANGERANG Nisa Hawariyah; Ahmad Haromaini; Ariesta Setyawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Verified
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62647

Abstract

This study was motivated by the low cognitive abilities of eighth-grade students in the Aqidah Akhlak subject at MTs Nurul Falah Sangiang, Tangerang City, and the need to implement learning methods that create an active, engaging, and enjoyable classroom atmosphere. One instructional strategy considered effective is the ice breaking method, which consists of short, interactive activities designed to improve students' concentration, motivation, and readiness to participate in the learning process. This study aimed to determine the effect of the ice breaking method on students' cognitive abilities in the Aqidah Akhlak subject. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Pretest–Posttest Control Group Design. The sample consisted of 63 students, including 30 students in the experimental class, who received instruction using the ice breaking method, and 33 students in the control class, who were taught using conventional teaching methods. Data were collected through cognitive achievement tests administered as pretests and posttests. The data were analyzed using validity, reliability, normality, and homogeneity tests, followed by an Independent Samples t-test to examine the research hypothesis. The findings revealed a significance value (Sig.) of 0.030, which was lower than the significance level of 0.05. Therefore, the null hypothesis (H₀) was rejected and the alternative hypothesis (H₁) was accepted. Furthermore, the mean posttest score of the experimental class was 84.10, which was higher than that of the control class, 81.30. These results indicate that the implementation of the ice breaking method had a positive and statistically significant effect on students' cognitive abilities in the Aqidah Akhlak subject. Therefore, the ice breaking method can be considered an effective alternative instructional strategy for improving students' cognitive learning outcomes.