Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA BIOAKTIF ANTIBAKTERI METABOLIT BAKTERI YANG BERASOSIASI SPONS LAUT (Agelas oroides) Risna Risna; Rismayanti Fauziah; Subehan; Natsir Djide
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 26 No. 3 (2022): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v26i3.18632

Abstract

Spons merupakan salah satu kelompok biota laut yang terdapat di perairan Indonesia dengan jumlah 850 spesies dan berpotensi menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang bersifat bioaktif. Kemajuan penelitian melaporkan bahwa banyak produk alami bioaktif dari invertebrata laut telah memiliki kesamaan dengan metabolit mikroorganisme yang berasosiasi termasuk bakteri, dengan demikian penting untuk mengeksplorasi kemungkinan peran bakteri laut yang bersimbion pada spons dalam memberikan solusi untuk masalah infeksi oleh patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas antibakteri dari bakteri asosiasi spons terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta karakterisasi senyawa bioaktifnya berdasarkan data spektrofotometri UV-Vis dan IR.  Isolasi bakteri asosiasi spons laut dilakukan dengan metode agar tuang pada marine agar selanjutnya dilakukan pemurnian dan uji antagonis untuk mengetahui isolate yang paling potensial terhadap bakteri uji. Isolat terpilih selanjutnya dilakukan fermentasi dan ekstraksi lalu dilanjutkan dengan uji aktivitas antimikroba ekstrak isolat bakteri. Langkah selanjutnya dilakukan isolasi senyawa, uji kemurnian dan karakterisasi senyawa yang diperoleh. Hasil isolasi bakteri asosiasi spons laut diperoleh sebanyak 5 isolat dengan Kode BSS-1, BSS-2, BSS-3, BSS-4 dan BSS-5. Hasil pengujian antagonis diperoleh isolate BSS 2 memiliki daya hambat terhadap bakteri uji S. aureus dan E. coli  yang selanjutnya dilakukan fermentasi terhadap ekstrak tersebut.  Ekstrak etil asetat isolat bakteri BSS-2 dengan konsentrasi 1% dan 2% mampu menghambat bakteri uji S.aureus dengan diameter hambatan masing-masing sebesar 10,86 mm dan 14,28 mm  sedangkan aktivitas terhadap bakteri uji E. coli pada konsentrasi 1% dan 2 % memiliki diameter hambatan sebesar 9,96 mm dan 12,65 mm. Berdasarkan hasil karakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan FTIR, senyawa yang diperoleh dari ekstrak etil asetat isolat BSS-2  memiliki panjang gelombang 271 nm dan memiliki gugus fungsi C-N dan N-H pada bilangan gelombang 3443,05 dan 1082,10. Hasil karakterisasi tersebut diduga bahwa senyawa ekstrak etil asetat isolate BSS-2 merupakan senyawa alkaloid. Hal ini diperkuat oleh hasil karakterisasi menggunakan pereaksi dragendorf diindikasikan senyawa alkaloid.
Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dalam Upaya Deteksi Dini Penyakit Kronik pada Masyarakat Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Syahrul Syahrul; Fitri Yanti; Prawara Aros Purnama; Rismayanti Fauziah; Asruni Asruni; Shezil Alfaridza Heryanto; Lilis Suriana; Reni Saddiah; Karaeng Nur Aprilia; Arnita Arnita; Friska Putri Bala; Suci Ramadani; Yulian Yulian; Bayina Difya M.Z; Nazarudin Nazarudin
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ynq1r325

Abstract

Penyakit kronik seperti hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan di masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi faktor utama keterlambatan diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan cek kesehatan gratis sebagai upaya deteksi dini penyakit kronik pada masyarakat Desa Lapoa, Kecamatan Tinanggea. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan, observasi, wawancara, serta evaluasi hasil pemeriksaan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan cek kesehatan gratis mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya serta mendorong perilaku kontrol kesehatan secara rutin. Sebagian masyarakat yang mengikuti kegiatan diketahui memiliki indikasi awal penyakit kronik. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa cek kesehatan gratis efektif sebagai strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.