Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisa kapasitas dan tingkat pelayanan Jalan Ahmad Yani Kota Manado Trio Pendekar Lonan; Estrelita V.Y Waney; Deyke J.F Mandang
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 2 No 1 (2020): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v2i1.240

Abstract

Kemacetan merupakan akibat dari berkembangnya kebutuhan transportasi. Jika tidak ada keseimbangan antara kapasitas jalan dengan jumlah kendaraan yang lewat akan mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor apa saja yang mengakibatkan terjadinya kemacetan di ruas jalan Ahmad Yani di Kota Manado. Data yang diperoleh dari Studi Literatur dan Survei Lalu Lintas berjenis Arus dan Kapasitas Ruas setelah diolah dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 diperoleh hasil Kapasitas Ruas Jalan Ahmad Yani adalah sebesar 1227,15 smp/jam, Volume kendaraan diperoleh sebesar 4781,25 smp/jam. Derajat kejenuhan sebesar 3,896 dan Tingkat Pelayanan Jalan adalah Tingkat Pelayanan F. Diperoleh beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadi kemacetan adalah banyaknya kendaraan berat yang lewat, parkir kendaraan di pinggir jalan, kendaraan berhenti karena antrian isi BBM, kendaraan keluar masuk jalan penghubung, kendaraan keluar masuk restaurant, kendaraan keluar masuk kantor, kendaraan keluar masuk apotik dan praktek dokter.
Kajian Pertumbuhan Kota Manado dengan Konsep Infrastruktur Berkelanjutan Estrellita V. Y. Waney; Sherley Runtunuwu; Deyke Mandang; Jemmy Rangan
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 3 No 3 (2021): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Jurnal Teknik Sipil Terapan (JTST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v3i3.316

Abstract

Arah pertumbuhan Kota Manado yang semula menuju ke selatan sudah mengalami perubahan ke arah utara. Penyebabnya diperkirakan adanya kerusakan lingkungan pada daerah selatan Kota Manado sebagai akibat dari tindakan masyarakat yang dilakukan secara sengaja dengan alasan mendesaknya kebutuhan akan tempat tinggal serta diberlakukannya berbagai peraturan dan regulasi yang kurang tepat oleh pihak-pihak yang berwenang dan tidak berpihak kepada lingkungan. Hal ini terlihat dari adanya penyebaran perkembangan perumahan dengan tidak mengikuti tata ruang yang ada serta terdapatnya perkembangan pembangunan yang melintasi wilayah administratif antar Kota Manado dengan Kabupaten Minahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pertumbuhan Kota Manado dengan konsep pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa dampak positif dari pertumbuhan Kota Manado ke arah utara, Kecamatan Mapanget setelah banjir tahun 2014 berdasarkan data tahun 2015-2020 adalah meningkatnya pertumbuhan ekonomi, bertambahnya lapangan kerja baru, mudahnya penduduk mendapat akses terhadap bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari, adanya peluang pembangunan fasilitas infrastruktur bertaraf nasional maupun internasional, serta adanya peluang kerjasama pembangunan fasilitas pendukung kawasan terpadu olahraga. Sedangkan hal-hal yang perlu mendapat perhatian sebagai dampak negatif yang timbul akibat pengembangan yang ada, yaitu: pemanfaatan dan alih fungsi lahan, pemadatan permukiman penduduk, peningkatan pasokan air dan energi untuk kebutuhan penduduk, pencemaran lingkungan, kemacetan dan kerusakan jalan, terjadinya peningkatan beban jalan, serta pencemaran udara akibat polutan yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor.
Arah Pertumbuhan Kota Manado (Studi: Setelah Banjir Januari 2014) Sherley Runtunuwu; Estrellita Waney; Deyke Mandang
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 2 No 3 (2020): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v2i3.251

Abstract

Terjadinya perubahan arah pertumbuhan Kota Manado, yang semula mengarah ke selatan berubah ke arah utara. Penyebab perubahan arah pertumbuhan ini diperkirakan disebabkan oleh kerusakan lingkungan di daerah selatan Kota Manado yang dipicu oleh tindakan masyarakat dengan alasan mendesaknya kebutuhan hidup akan perumahan dan munculnya berbagai regulasi atau peraturan yang kurang/tidak tepat oleh para penguasa yang tidak berpihak kepada lingkungan. Kondisi ini dapat dilihat dari pertumbuhan perumahan yang menyebar tanpa mengikuti tata ruang yang ada dan perkembangan pembangunan melintasi wilayah administratif antar Kota Manado dan Kabupaten Minahasa. Tujuan pembahasan ini adalah untuk menganalisa perubahan arah pertumbuhan Kota Manado dan membandingkan kecepatan pertumbuhan yang terjadi pada kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Manado. Data diperoleh dengan menggunakan peta citra satelit. Dari hasil pengamatan Tahun 2004-2014, pertumbuhan Kota Manado berdasarkan pertumbuhan kawasan terbangun menunjukkan bahwa Kecamatan Mapanget menempati urutan teratas sebesar 5.900.400 m2 = 5,9 km2.
Ketersediaan Infrastruktur Kawasan Perumahan Sederhana (Studi Kasus: Perumahan Politeknik Indah) Febriane Paulina Makalew; Estrellita V. Y. Waney; Sherley Runtunuwu; Deyke J. F. Mandang
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v5i3.15364

Abstract

Suatu sistem perencanaan pembangunan perumahan yang terintegrasi dengan sarana dan prasarana lingkungan perumahan adalah menyangkut faktor keterjangkauan finansial dan pengadaan lingkungan sosial yang berkelanjutan dan memenuhi standar layanan minimum, agar penghuni mampu bertahan dan tetap memilih tinggal di kawasan perumahan (Tanuwidjaya, 2009). Infrastruktur pada kawasan perumahan didasari pada perencanaan yang tepat sesuai dengan standar perumahan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan ketersediaan infrastruktur perumahan sederhana Politeknik Indah bila dibandingkan dengan SNI 03-1733-2004 mengenai Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepada penghuni dalam hal ini kepala rumah tangga dan ibu rumah tangga yang mendiami perumahan ini. Observasi di lapangan dan wawancara juga dilakukan untuk mendapatkan informasi dan gambaran tentang objek penelitian yang akan ditinjau dan dievaluasi. Hasil yang diperoleh adalah ketersediaan infrastruktur pada Kawasan perumahan berada di bawah standar baik dari segi ketersediaan maupun kualitas. Sebagian fasilitas tidak tersedia seperti sarana bermain anak dan lahan parkir. Seementara lahan hijau sangat terbatas. Sedangkan kualitas infrastruktur sebagian tidak terawat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal. Perlu dilakukan penelitian di masa yang akan dating mengenai model perencanaan infrastruktur bagi kawasan perumahanbaik sederhana, menengah maupun mewah.
Pemetaan Kondisi Sarana dan Prasarana Infrastruktur Berkelanjutan Berbasis Foto Udara pada Kelurahan Kairagi Dua Kecamatan Mapanget Kota Manado Estrellita V. Y. Waney; Sherley Runtunuwu; Deyke Mandang; Donny Taju; Pendekar Lonan
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 3 (2022): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i3.446

Abstract

Abstrak Sarana prasarana infrastruktur diantaranya: jalan dan sistem drainase, merupakan suatu kerangka dasar pada suatu permukiman yang bermanfaat sebagai komponen pelayan masyarakat yang berfungsi mendukung segala aktifitas yang ada di permukiman tersebut melalui fasilitas-fasilitas yang disiapkan. Penelitian dengan skema Penelitian Dasar Produk Vokasi ini bertujuan untuk melakukan pemetaan berbasis foto udara dengan memanfaatkan citra satelit maupun wahana unmanned aerial vehicle (UAV) terhadap kondisi eksisting prasarana transportasi jalan dan jaringan drainase yang terdapat pada Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Lokasi penelitian dilakukan di wilayah Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini diawali dengan pengambilan data sekunder di kantor Kelurahan dan dilanjutkan dengan survey lokasi untuk mendapatkan sebagian data primer. Data primer dan sekunder yang didapatkan kemudian diolah dan digunakan pada kegiatan pengambilan foto udara dengan Drone yang sudah dipasang kamera khusus untuk foto udara, yang dioperasikan dengan software-nya. Hasil foto udara diolah dengan aplikasi untuk kemudian dibuat pemetaan. Dari hasil penelitian didapat bahwa daerah Kelurahan Kairagi Dua menempati area seluas 382,63 Ha. Panjang jalan yang ada sejauh 62.164m, termasuk jalan kota dan lingkungan dengan material aspal sepanjang 45.707m dan material paving sepanjang 5.046m. Panjang jaringan drainase sejauh 47,499m, termasuk saluran drainase terbuka dan tertutup. Kata kunci: infrastruktur jalan, drainase, drone. Abstract Infrastructure facilities including: roads and drainage systems, are a basic framework in a residence that is useful as a component of community service that functions to support all activities in the residence through the facilities provided. This research with the scheme of Penelitian Dasar Produk Vokasi aims to carry out aerial photography-based mapping by utilizing satellite images and unmanned aerial vehicle (UAV) vehicles on the existing conditions of road transportation infrastructure and drainage networks in Kairagi Dua Village, Mapanget District, Manado City. The research location was conducted in the Kairagi Dua Village, Mapanget District, Manado City. The methodology used in this study begins with collecting secondary data at the Kelurahan office and continues with a site survey to obtain some primary data. The primary and secondary data obtained are then processed and used in aerial photography activities with drones that have been installed with special cameras for aerial photography, which are operated with the software. The results of aerial photos are processed with applications for later mapping. From the results of the study, it was found that the Kairagi Dua Village area occupies an area of ​​382.63 Ha. The length of the existing road is 62,164m, including city and environmental roads with 45,707m of asphalt material and 5,046m of paving material. The length of the drainage network is 47,499m, including open and closed drainage channels. Keyword: road infrastructure, drainage, drones
ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT BERAT DAN HARGA SATUAN PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN RUAS DALAM KOTA AIRMADIDI Estrellita V. Y. Waney; Sherley Runtunuwu; Deyke Y. F. Mandang; Karla A. C. Lamia
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol. 13 No. 1 (2023): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat berat merupakan suatu kesatuan yang sangat menunjang serta berperan penting dalam pembangunan sarana maupun prasarana yang meliputi jalan, jembatan, gedung, sistem trasportasi, infrastruktur air, infrastruktur energi dan lain-lain. Produktivitas alat berat pada umumnya merupakan perhitungan kapasitas kerja alat berat atau kemampuan kerja alat berat dalam hitungan periode waktu (per jam). Kapasitas produksi alat berat akan mempengaruhi produktivitas dalam suatu pekerjaan. Alat berat juga sangat berperan terhadap biaya dalam suatu proyek kerena membutuhkan perhitungan analisis biaya dalam pemakaiannya. Data yang digunakan adalah: data primer yang diperoleh dengan melakukan peninjauan langsung dan wawancara di lapangan yang bisa didapatkan melalui kontraktor, sub kontraktor, dan tenaga kerja dan data sekunder yang didapatkan dari instansi yang bersangkutan. Penelitian ini dilaksanakan pada proyek Peningkatan Jalan Ruas dalam Kota Airmadidi, yang berlokasi di Airmadidi Atas, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan besarnya nilai produktivitas alat berat dan harga satuan pekerjaan dengan menggunakan Analisis Harga Satuan Pekerjaan Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2022. Pekerjaan yang akan ditinjau adalah: galian untuk selokan drainase dan saluran air, penyiapan badan jalan, lapisan pondasi agregat kelas A, lapis resap pengikat (prime coat), lapis resap perekat, laston antara (AC-WC). Alat berat yang dianalisis produktivitasnya adalah: Asphalt Finisher, Dump Truck, Mini Excavator, Wheel Loader, Motor Grader, Tandem Roller, Pneumatic Tire Roller, Vibratory Roller dan Air Compressor. Hasil penelitian mendapatkan bahwa besarnya nilai produktivitas masing–masing alat di setiap pekerjaan berbeda–beda tergantung pada beberapa faktor, terutama faktor efisiensi alat dan waktu siklus. Kata kunci: produktivitas, harga satuan, alat berat, jalan.
Analisis Penerapan Environmental Accounting Terhadap Industri Batang Kelapa Di Kabupaten Minahasa Utara Wenas, Jacqualine Greety; Lintong, Jerry Sonny; Mandang, Deyke J.F.
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 2 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manad
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaaan konsep akuntansi lingkungan (environtmental accounting) pada entitas usaha batang kelapa di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), agar mampu meminimalisasi masalah lingkungan ke arah peningkatan efisiensi pengelolaan lingkungan melalui penilaian kegiatan lingkungan atas biaya dan manfaat serta dampak lingkungan sebagai tanggung jawab sosial entitas usaha terhadap masyarakat sekitar dengan tetap melestarikan ketersediaan sumber daya alam berkelanjutan. Walaupun pencatatan dan pelaporan biaya yang berhubungan dengan biaya pengelolaan lingkungan tidak semua sama, karena belum diatur dalam satu standar, namun kajian dilakukan sesuai PSAK 1, PSAK 14, PSAK 16, dan SAK EMKM yang dapat menjadi acuan dalam hal akuntansi terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analisis deskriptif komparatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi; wawancara terstruktur kepada informan kunci yaitu pimpinan entitas dan staf administrasi KSU Makaria di Kabupaten Minut sebagai data primer; dan data sekunder meliputi dokumentasi, jurnal, serta studi pustaka lainnya, selanjutnya dianalisa sesuai konsep penerapan akuntansi lingkungan sampai ke tahap kesimpulan. Kesimpulan atas penelitian ini, bahwa usaha industri batang kelapa di entitas tersebut belum menerapkan klasifikasi biaya-biaya lingkungan dan perlakuan akuntansi lingkungan, walaupun dalam hal pengelolaan limbah telah berusaha memberdayakan limbah lingkungan ke arah produktifitas.