Sri Lasmawanti
Institut Kesehatan Helvetia, Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Diabetes Self Management Education bagi Lansia yang Mengalami Diabetes Mellitus Afina Muharani Syaftriani; Maria Haryanti Butar-butar; Sri Lasmawanti; Yuniati Yuniati; Maya Ardilla Siregar
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2021): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v1i3.2602

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a complex disease that affects especially the elderly. Efforts to control DM are the aim of controlling the impact of complications. One management that can be carried out by nurses as health workers is to provide continuous health education (education). One educational program that can be carried out is Diabetes Self Management Education (DSME). The aim of implementing this community service is to provide education to the elderly regarding the implementation of Diabetes Self Management Education (DSME). The method used in implementing this community service is by providing counseling through lectures and giving leaflets containing outreach material in Hamlet 1B Wampu, Pantai Gemi Village, Stabat District, Langkat Regency, North Sumatra. The targets for implementing the activity are elderly people with DM in Hamlet 1B Wampu, Pantai Gemi Village, Stabat District, Langkat Regency, North Sumatra. The results of this community service have had a positive impact on the parties involved, especially for the elderly with DM in Hamlet 1B Wampu, Pantai Gemi Village. Elderly people with DM can increase their knowledge, skills and improve their ability to carry out optimal self-care. Apart from that, elderly people with DM can also improve their self-management in managing DM more effectively by checking blood sugar regularly, eating a healthy diet, doing physical activity, taking medication according to the doctor's prescription, and dealing with stress caused by DM.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMANDIRIAN PADA LANSIA DI DESA HELVETIA MEDAN TAHUN 2021 Sri Lasmawanti; Maria Haryanti Butarbutar; Maya Ardilla Siregar; Armili Santi
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Juli: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.63 KB) | DOI: 10.55606/jrik.v2i2.361

Abstract

Latar Belakang; Kemandirian merupakan hal atau keadaan yang dapat berdiri sendiri tanpa tergantung pada orang lain, atau suatu kemampuan dasar manusia dalam menjaga fungsi tubuh dan kehidupan yang harus dimiliki, mandiri juga dikatakan dapat merawat diri sendiri atau dapat melakukan tugas sehari – hari seperti makan, minum, mandi, berjalan, duduk, BAB, BAK dan bergerak. Tujuan; penelitian in adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan kesehatan fisik, pola tempat tinggal dan dukungan keluarga pada kemandirian lansia Di Desa Helvetia Tahun 2021. Metode; Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang berumur > 60 tahun yang berjumlah 60 responde. Pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 60 responden. Hasil; Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan Uji Chi-Square test memperlihatkan bahwa nilai signifikan dengan Faktor kesehatan fisik p-value (0,000), Faktor pola tempat tinggal p-value (0,002), dan Faktor dukungan keluarga p-value (0,001). Hasil uji bivariat menunjukan bahwa ada hubungan faktor yang berhubungan dengan kemandirian pada lansia di Desa Helvetia Tahun 2021. Kesimpulan; dalam penelitian ini menunjukan bahwa secara statistik ada hubungan faktor yang berhubungan dengan kemandirian pada Lansia Di Desa Helvetia Tahun 2021. Kepada lansia diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang faktor kesehatan fisik, faktor pola tempat tinggal dan faktor dukungan keluarga dengan kemandirian.