Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LANGKAH EKONOMIS PERAWATAN JALAN DENGAN DAUR ULANG PERKERASAN ASPAL Wahyu Inggar Fipiana
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 5 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.954 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v12i0.346

Abstract

Salah satu cara untuk memelihara dan merehabilitasi perkerasan jalan yang rusak akibat keausan, retak bleeding, bergelombang, dan lain-lain yaitu dengan menambah lapisan baru (Overlay) di atas perkerasan lama. Namun , cara ini memiliki kelemahan yaitu ketebalan lapisan jalan menjadi tinggi sekali sehingga mengganggu drainase, ketinggian bahu dan kerb jalan, selain itu juga tidak ekonomis karena memerlukan bahan jalan (agregat dan aspal) yang banyak, sedangkang bahan aspal mulai sulit didapat. Untuk itu timbul gagasan untuk meneliti sejauh mana teknik daur ulang perkerasan aspal, potensial untuk diterapkan pada pemeliharaan jalan, khususnya jalan kota dan jalan propinsi dengan kerusakan campuran aspal.Metoda penelitiannya adalah melakukan perbandingan 2 jenis gradasi campuran yaitu spesifikasi Bina Marga B (campuran aspal lama ditambah bahan agregat baru sebanyak ± 75 % berat total) dan spesifikasi Fuller (campuran aspal lama ditambah bahan agregat baru sebanyak ± 25 % berat total).Hasil observasi di laboratorium dan lapangan , sementara dapat disimpulkan bahwa campuran yang ekonomis adalah campuran dengan gradasi menurut Fuller, dimana kebutuhan agregat baru hanya sekitar 25 % dari berat total, sehingga aspal tambahan yang diperlukannyapun sedikit. Kata Kunci : Daur ulang, gradasi campuran spesifikasi Bina marga B, gradasi campuran spesifikasi Fuller, campuran panas.
STUDI STABILISASI TANAH EKSPANSIF DENGAN PENAMBAHAN Na Cl (GARAM DAPUR) DI RUAS JALAN TOL CIKAMPEK PALIMANAN Nur Kholik; Muhammad Zaenal; Wahyu Inggar Fipiana
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri Vol. 3 No. 1 (2020): KaLIBRASI March 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.225 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v3i1.642

Abstract

Stabilitas tanah adalah pengubahan atau perbaikan kualitas tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah menjadi lebih baik dari pada tanah sebelum distabilisasi. Terjadinya pengembangan dan penyusutan pada tanah menjadi sangat berbahaya, terlebih lagi apabila di atas tanah tersebut akan berdiri bangunan sipil. Tanah seperti ini tergolong tanah yang tidak stabil (tanah ekspansif) sehingga dapat merusak pondasi, lantai bangunan atau struktur yang akan didirikan diatasnya.Untuk melakukan stabilisasi tanah ada beberapa metode yang digunakan yaitu secara mekanis, maupun secara kimiawi. Dari beberapa metode tersebut diharapkan mendapatkan daya dukung tanah yang lebih baik dengan biaya yang eknomis.Untuk melakukan stabiisasi tanah tersebut dibutuhkan percobaan-percobaan di labolatorium dari uji propertis tanah,  pemadatan, sampai CBR tanah.  Dengan demikian diharapkan akan mendapatkan daya dukung tanah serta memperoleh formula yang baik untuk diterapkan pada tanah yang mempunyai stabilitas rendah.Berdasarkan penelitian stabilisasi tanah dengan bahan NaCl (garam) sebagai bahan penyetabil yang diuji di Laboratorium BBPJN IV Bina Marga Cikampek, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :Prosentase 0 % garam 100 % tanah  (tanah Asli) memiliki kualitas tanah yang masih rendah yaitu dengan nilai CBR 3,5%Pada percobaan berikutnya 10 % garam 90 % tanah didapatkan nilai CBR 4,2 %.Pada peercobaan berikutnya 20 % garam 80 % tanah didapatkan nilai CBR 5,0 %.Pada percobaan berikutnya 30 % garam 70 % tanah didapatkan nilai CBR 6,1 %.Pada percobaan berikutnya 30 % garam 70 % tanah dengan perlakuan perendaman 10 hari dimana kondisi disimulasikan tanah terendam banjir, didapatkan nilai CBR 5,9 % Dari tren kenaikan nilai CBR maka garam mempunyai sifat yang menyetabilkan tanah yang mempunyai nilai CBR rendah menjadi lebih tinggi. Namun pada perlakuan perendaman yang extrim (10 hari) dengan komposisi yang sama CBR turun menjadi  5,9 % dimana  spesifikasi 2010 refisi 3 menyatakan “Tanah dasar pada setiap tempat harus mempunyai daya dukung minimal sebagimana yang diberikan dalam gambar , atau sekurang kurangnya mempunyai CBR minimum 6 % jika tidak disebutkan.” Kata kunci : pengaruh penambahan garam pada tanah terhadap nilai CBR
PERENCANAAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHOD STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN BOOSTER DEG SHELTER FOUNDATION TBBM PT. PERTAMINA – KUTOWINANGUN – CILACAP Allan Rifardi; Wahyu Inggar Fipiana; Meilan Agustin
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 4 No. 2 (2021): KaLIBRASI September 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.385 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v4i2.886

Abstract

Perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek konstruksi melibatkan beberapa faktoryang harus dipertimbangkan dan diperhitungkan yaitu biaya, mutu dan waktu. Faktor waktuberupa penentuan durasi pekerjaan merupakan faktor yang sangat krusial. Metode yangdigunakan dalam penulis tugas akhir ini adalah dengan menggunakan metode critical pathmethod (CPM), dan untuk me-monitoring penjadwalan waktu dengan menggunakanmetode kurva S, agar lebih memudahkan pelaku kontraktor untuk melihat sejauh manatarget penyelesaian pekerjaan, di lihat dengan bobot prestasi per minggu nya di dalamKurva S Rencana dan Kurva S Aktual. Dalam menerapkan metode CPM pada penilitan inimendapatkan waktu penyelesaian 287 hari. jika dibandingkan dengan jadwal yang sudahdi sepakati oleh pihak owner melalui data proyek yaitu dengan umur penyelesaian proyekselama 340 Hari. yang arti nya akan memberikan keuntungan dari segi waktu penyelesaianproyek akan lebih cepat 53 Hari. Agar dapat bertambah sempurna dalam melakukanperencanaan penjadwalan waktu pada kegiatan pekerjaan kontruksi di sarankan untukdapat mencoba dengan menggunakan metode lain seperti PDM, Bar Chart, serta agar lebihbaik lagi dilakukan pengendalian waktu atau biaya dengan metode crashing, serta alokasitenaga kerja dan lembur pekerjaan.Kata Kunci : Proyek; Perencanaan Waktu; Network planning; Metode CPM; Kurva S
Analisis Kepuasan Pelanggan Dengan Metode Importance Performance Analysis Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Di Agen Distributor Tepung Terigu Wilayah Bekasi Utara (Studi Kasus Di Agen Lestari) Wahyu Inggar Fipiana; Vivi Lusia; Mohamad Dimas Handoko
Jurnal Manajemen FE-UB Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Manajemen FE-UB
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agent Lestari in North Bekasi is one of the service providers for wheat flour distributors inthe North Bekasi area. At this time, measuring customer satisfaction is still managed manually byusing a questionnaire which is also called VOC (Voice of Customer). One of the methods that canbe used to measure customer satisfaction is the servqual method. This method makes acomprehensive assessment of customer satisfaction for services in the service sector. Assessmentis carried out on 5 dimensions of service quality, namely: Reliability or reliability,Responsiveness or responsiveness, Assurance or assurance, Empathy or attention, Tangibles orphysical evidence. Data were obtained from distributing questionnaires to 30 customers of AgenLestari North Bekasi as respondents using simple random sampling technique. This studyobtained a number of 31 attributes of customer needs. Customer data is classified into 8attributes on the reliability aspect, 5 attributes on the responsiveness aspect, 5 on the assuranceattribute, 5 on the empathy dimension, and 8 on the tangibility dimension. Even though theservices provided are not fully as expected, the services of the Lestari Cipinang Agent are goodenough and need to be improved. Customer dissatisfaction arises because of the gap betweencustomer expectations and the reality of perceived performance.Keywords: Quality of Service, Servqual.