Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Toturial Instagram Reel Technical Guidance for Beginning Digital Preneurs in The Jagakarsa Area, Jakarta Selatan: Bimbingan Teknis Toturial Instagram Reel Bagi Para Digital Preneur Pemula di Daerah Jagakarsa Jakarta Selatan Iswahyu Pranawukir; Maria Jashinta Elisabet Hamboer; Mayang Riyantie; Romli; Nur Desilawati; Rezzi Nanda Barizki; Filda Angellia
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1323

Abstract

The implementation of digital technology is intended to facilitate the process and minimize work time. Digital technologies used include websites, social media, OA (Office Automation), and other technologies. This digital technology is also very supportive of business activities. Talking about current technology, individuals and groups are emerging who are building independent entrepreneurs using digital technology, which we call Digital Preneurs or Digipreneurs. The use of technology that supports the performance and development of entrepreneurs run by these is very closely associated with the term Digipreneur. Increasing the business capacity of beginner Digipreneurs around Jagakarsa by utilizing and using social media, one of which is Instagram. Community Service is carried out using technical guidance/guidance methods. The results to be achieved from this activity later are increasing the knowledge and skills of the target audience in using Instagram reels to support entrepreneurial activities for beginner Digipreneurs. Abstrak Implementasi teknologi digital bertujuan untuk memudahkan proses serta meminimalisir waktu kerja melalui alat bantu (tool). Teknologi digital yang digunakan antara lain website, media sosial, OA (Office Automation), dan teknologi lainnya. Teknologi digital ini juga sangat mendukung kegiatan berwirusaha (entrepreneur). Berbicara mengenai teknologi saat ini, bermunculan individu maupun kelompok yang membangun wirausaha mandiri dengan menggunakan teknologi digital yang kita sebut dengan Digital Preneur atau Digipreneur. Penggunaan teknologi yang mendukung kinerja dan pengembangan wirausaha yang dijalankan para ini sangat erat dikaitkan dengan istilah Digipreneur. Peningkatan kapasitas bisnis para digipreneur pemula sekitar Jagakarsa dengan melalui pemanfaatan dan penggunaan media sosial salah satunya adalah Instagram. Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan metode bimtek/bimbingan teknis. Hasil yang ingin dicapai dari kegiatan ini nantinya adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan target sasaran dalam pemanfaatan instagram reel untuk menunjang kegiatan wirausaha para digipreneur pemula.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Komunikasi Interpersonal bagi Remaja dalam Pencegahan Cyberbullying Iswahyu Pranawukir; Alamsyah Alamsyah; Haidir Syafrullah; Dipa Teruna Awaludin; Rezzi Nanda Barizki
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja telah memberikan berbagai manfaat dalam proses komunikasi, namun juga memunculkan risiko berupa meningkatnya kasus cyberbullying. Rendahnya kemampuan komunikasi interpersonal sering kali menjadi salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya kesalahpahaman, konflik, serta perilaku komunikasi yang tidak etis di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi interpersonal remaja sebagai upaya preventif dalam mencegah perilaku cyberbullying. Program dilaksanakan secara daring melalui metode pelatihan yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi komunikasi, serta evaluasi pemahaman peserta. Sasaran kegiatan adalah remaja usia sekolah menengah yang aktif menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Materi pelatihan mencakup konsep komunikasi interpersonal yang efektif, pengembangan empati, keterampilan mendengarkan aktif, pengelolaan emosi, etika komunikasi digital, serta strategi menghadapi dan mencegah cyberbullying. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya komunikasi yang santun dan bertanggung jawab dalam lingkungan digital. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengenali bentuk-bentuk cyberbullying, memahami dampak negatifnya terhadap korban, serta menerapkan prinsip komunikasi interpersonal yang positif dalam interaksi daring. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun karakter remaja yang lebih empatik, komunikatif, dan bijak dalam menggunakan media digital, sehingga dapat mendukung upaya pencegahan cyberbullying secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.