Gunadi Gunadi
Universitas Negeri Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Problematika Penerapan Kriya di SMP N 3 Jiken Blora dalam Upaya Pelestarian dan Pengembangan Potensi Lokal Gunadi Gunadi; Bangkit Sanjaya
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blora terkenal dengan hutan jati unggulan. Banyak perajin akar jati di Kecamatan Jiken yang menjadi identitas Kabupaten Blora. Sekolah merupakan lembaga efektif dalam mendukung pelestarian dan pengembangan potensi lokal. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penerapan kriya dalam pembelajaran seni budaya di SMP N 3 Jiken Blora dan mendeskripsikan problematika penerapan kriya dalam pembelajaran seni budaya berbasis potensi lokal di SMP N 3 Jiken Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan di SMP N 3 Jiken Blora. Subjek penelitian ini adalah Guru Seni Budaya di SMP N 3 Jiken Blora. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan teknik analisis model interaktif melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan/ verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran seni kriya di SMP N 3 Jiken Blora mengacu pada buku teks prakarya dengan kegiatan seperti memahat, menganyam, dan menjahit. Kegiatan memahat media yang digunakan seperti sabun, kayu, dan bambu. Sedangkan kegiatan menganyam yang diberikan seperti membuat “keset” dari bahan kain bekas. Problematika dalam pembelajaran kriya antara lain basic guru yang tidak sesuai bidang studi sehingga skill dan kreativitas yang kurang. Saran, hendaknya terjalin koordinasi antara Dinas Pendidikan, sekolah, guru, dan perajin lokal agar bersinergi dalam satu tujuan yang sama.
PEMBELAJARAN MENGGAMBAR BERBASIS OBJEK GEOMETRIS PADA ANAK KELOMPOK B1 TK TARBIYATUL ATHFAL BANJARAN 02 KABUPATEN JEPARA Nurul Muhimmatul Aliyah; Gunadi Gunadi
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 12 No 2 (2023): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran menggambar berbasis objek geometris pada anak kelompok B1 TK Tarbiyatul Athfal Banjaran 02 Kabupaten Jepara. penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) menjelaskan pembelajaran menggambar berbasis objek geometris pada anak kelompok B1 TK Tarbiyatul Athfal Banjaran 02 Kabupaten Jepara, (2) menjelaskan hasil gambar anak pada pembelajaran menggambar berbasis objek geometris pada anak kelompok B1 TK Tarbiyatul Athfal Banjaran 02 Kabupaten Jepara, dan (3) menjelaskan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran menggambar berbasis objek geometris pada anak kelompok B1 TK Tarbiyatul Athfal Banjaran 02 Kabupaten Jepara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pembelajaran menggambar berbasis objek geometris dilaksanakan dengan empat tahap kegiatan yaitu pembukaan, inti, recalling, dan penutup, (2) hasil gambar anak Kelompok B1 TK Tarbiyatul Athfal Banjaran 02 dibagi dengan tiga kategori yaitu, baik, sedang, dan cukup, (3) faktor pendukung dari pembelajaran menggambar berbasis objek geometris adalah suasana belajar yang menyenangkan, komunikasi yang baik, kemampuan guru mengkondisikan kelas, kondisi lingkungan yang mendukung, dan kemampuan guru dalam bercerita. Sedangkan faktor penghambatnya adalah anak tidak memiliki kebudayaan menggambar, ekspektasi wali murid yang tinggi, dan penggunaan spidol membuat seragam rentan terkena coretan.
Islamic Heritage Branding for Cultural Sustainability in Demak Batik Eko Haryanto; Gunadi Gunadi; Adi Kuntoro; Saftiyaningsih Ken Atik
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 28, No 1 (2026): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v28i1.38923

Abstract

The sustainability of traditional cultural industries is increasingly challenged by globalisation and market competition. Previous studies have examined Islamic branding, batik innovation, and culture-based creative economies; however, limited attention has been given to how Islamic symbolic heritage functions as a mechanism for cultural sustainability within religious branding practices. This study analyses how Javanese Islamic values are reinterpreted and integrated into the heritage branding practices of Demak Batik. A qualitative ethnographic approach was employed to examine cultural practices within the batik artisan community. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with artisans, business operators, community leaders, and consumers, as well as analyses of visual documentation and promotional materials. The findings reveal that motifs of the Demak Grand Mosque and the Bledek Gate function not only as aesthetic elements but also as media for reinterpreting Javanese Islamic values, including itqan, tawazun, and spiritual awareness. These values shape a branding narrative that positions batik production as an ethical and religiously meaningful creative practice. This study demonstrates that Islamic heritage branding can support cultural sustainability by integrating religious symbolism, production ethics, and community identity within a value-based branding system. The findings situate Demak Batik within broader discussions of ethical branding and religion-based cultural economies while showing how local Islamic heritage can strengthen cultural identity and sustain creative industries. The study also highlights the need for comparative and mixed-methods research to examine the broader economic impact of religious branding across batik-producing regions. Keberlanjutan industri budaya tradisional semakin ditantang oleh globalisasi dan kompetisi pasar. Penelitian-penelitian sebelumnya telah mengkaji pelabelan merek Islam (Islamic branding), inovasi batik, dan ekonomi kreatif berbasis budaya; namun, perhatian yang diberikan pada bagaimana warisan simbolis Islam berfungsi sebagai mekanisme keberlanjutan budaya dalam praktik pelabelan merek berbasis agama masih terbatas. Penelitian ini menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam Jawa diinterpretasikan kembali dan diintegrasikan ke dalam praktik pelabelan merek warisan budaya pada Batik Demak. Pendekatan etnografi kualitatif diterapkan untuk mengkaji praktik-praktik budaya di dalam komunitas pengrajin batik. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan para pengrajin, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan konsumen, serta analisis dokumentasi visual dan materi promosi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa motif Masjid Agung Demak dan Pintu Bledek tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai media untuk menginterpretasikan kembali nilai-nilai Islam Jawa, termasuk itqan, tawazun, dan kesadaran spiritual. Nilai-nilai ini membentuk narasi pelabelan merek yang memosisikan produksi batik sebagai sebuah praktik kreatif yang etis dan bermakna secara religius. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelabelan merek warisan Islam dapat mendukung keberlanjutan budaya dengan mengintegrasikan simbolisme agama, etika produksi, dan identitas komunitas ke dalam sistem pelabelan merek berbasis nilai. Temuan ini menempatkan Batik Demak ke dalam diskusi yang lebih luas mengenai pelabelan merek yang etis (ethical branding) dan ekonomi budaya berbasis agama, sekaligus menunjukkan bagaimana warisan Islam lokal dapat memperkuat identitas budaya dan mempertahankan industri kreatif. Penelitian ini juga menyoroti perlunya penelitian komparatif dan metode campuran (mixed-methods) untuk mengkaji dampak ekonomi yang lebih luas dari pelabelan merek berbasis agama di berbagai wilayah penghasil batik.