Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identitas Kerajaan Gowa Berdasarkan Koleksi Museum Balla Lompoa Sungguminasa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Nurul Adliyah Purnamasari; Dwi Sumaiyyah Makmur
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.3182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung pada seluruh koleksi di Museum Balla Lompa Sungguminasa sebagai sebuah identitas bagi Kerajaan Gowa pada masa lampau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu studi pustaka berupa penelusuran sumber-sumber tertulis, dilanjutkan dengan observasi lapangan yang mencakup proses pencatatan atau pendeskripsian koleksi, serta dilengkapi dengan data hasil pemotretan. Seluruh data koleksi dianalisis untuk melihat atribut penting yang mampu merepresentasikan identitas sejarah dan budaya Kerajaan Gowa pada masa lampau. Identitas yang dimaksud adalah ciri khas dan karakter khusus yang membedakan Kerajaan Gowa dengan kerajaan-kerajaan lainnya di Sulawesi Selatan. Melalui penelitian ini, diketahui bahwa koleksi di Museum Balla Lompoa Sungguminasa merepresentasikan identitas Kerajaan Gowa yang tercermin melalui nilai-nilai kemaritiman, kejayaan, etnisitas, religiositas, dan perjuangan.
Karakteristik Bahan Baku Artefak Batu di Situs Paroto, Situs Talepu, Situs Calio dan Situs Jampu : Sumber Gamping Kersikan: Karakteristik Bahan Baku Artefak Batu Akram, Khairil; Makmur, Dwi Sumaiyyah
Berkala Arkeologi Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jba.2025.7963

Abstract

This research discuss about identification of raw materials for gravelly limestone artifacts in Walennae Valley area as the oldest settlement in Sulawesi with dating from 200.000 years ago. The method used for this research are library and field research (survey and interview) and also 3-dimensional recording. Data processing includes morphological-technological and petrological analysis with two analysis models, namely thin section analysis and spectrometric analysis on stone artifact samples. The results show that the morphological-technological material of limestone artifacts consists of two categories, core tools and retouched flakes. The identification of the limestone raw materials describe the process of limestone formation that occurs due to the transformation and weathering of CaCO3 compounds (calcite minerals) to form SiO2 compounds (silica minerals). In Walennae Valley, the human adaptation in utilizing and exploiting the raw materials for stone artifacts greatly influenced by the natural and environmental conditions of tropical forests.
Pengelolaan Tinggalan Arkeologi Bawah Air di Maluku Utara: Studi Kasus Bangkai Pesawat Bristol Beaufort Dwi Sumaiyyah Makmur; Asti Ayuningsih; Zulhajnie Wildayanti Limpas
Tekstual Vol 24 No 1 (2026): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.12469

Abstract

Tinggalan arkeologi bawah air di Maluku Utara merupakan bagian penting dari sumber daya budaya maritim Indonesia, namun pengelolaannya masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan inventarisasi, lemahnya pengawasan dan belum optimalnya pelindungan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan permasalahan pengelolaan tinggalan arkeologi bawah air melalui studi kasus bangkai pesawat Bristol Beaufort di Pulau Morotai. Metode yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah, dokumen kebijakan dan regulasi terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan tinggalan arkeologi bawah air memerlukan model terpadu berbasis Culture Resource Management (CRM) yang mencakup inventarisasi dan dokumentasi, pelindungan hukum, pelibatan masyarakat, pemanfaatan berbasis edukasi serta monitoring berkelanjutan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi prinsip CRM dengan karakteristik tinggalan arkeologi bawah air di Maluku Utara sebagai dasar pengelolaan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Konflik sebagai Sumber Belajar Penguatan Literasi Sejarah dan Kesadaran Sosial Siswa di Wilayah Pesisir Halmahera Timur Syahrir Ibnu; Dwi Sumaiyyah Makmur
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v8i2.651

Abstract

Limited historical literacy and social awareness remain challenges in strengthening students' character education, particularly in areas with complex social dynamics. This community service program aimed to enhance students' historical literacy and social awareness through local conflict-based learning at SMA Negeri 4 East Halmahera Regency. Local conflict was utilized as a contextual learning resource that promotes tolerance, peace, solidarity, and peaceful conflict resolution. The program employed an educational-participatory approach, including socialization, discussions, case studies, Focus Group Discussions (FGDs), student worksheets, reflection, and evaluation. The results showed a significant improvement in students' understanding of the causes and impacts of local conflicts, increasing fromĀ 34.3% before the program to 88.6% afterward. Students also demonstrated stronger historical thinking skills, greater social empathy, and increased awareness of unity, dialogue, and tolerance in a multicultural society. These findings indicate that local conflict can serve as an effective contextual and reflective learning resource for strengthening historical literacy and character education.