Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The beetroot (Beta vulgaris L. ) juice on the handling of anemia in third-trimester pregnant women Irwana Wahab; Dewi Setiyawati; Siti Hadijah
Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 16 No. 1 (2022): July
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/kia.v16i1.1266

Abstract

Anemia in pregnancy can be detrimental to the health of the mother and child. Handling anemia can be done non-pharmacologically by giving beetroot which is one of the benefits of anti-anemia. Beetroot is a vegetable that is safe for pregnant women. The purpose of this study was to analyze the effect of giving beetroot juice on the incidence of anemia in third-trimester pregnant women in the working area of Syamtalira Bayu Public Health Center. This study used a quasi-experimental research design with a pre and post-test group design approach. This research was carried out in the working area of the Syamtalira Bayu Public Health Center from July to September 2021. The sample consisted of 10 people. A dependent t-test was utilized for bivariate analysis. The results showed that the p-value was 0.000, which means that there is an effect of giving beetroot juice to decrease cases of anemia in third-trimester pregnant women. Anemia in third-trimester pregnant women is affected by giving beetroot juice for 7 days at the same time as consuming Fe tablets. Pregnant women must maintain their health so that the fetus in their womb can grow and develop with quality.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DIET SEIMBANG DI SMA NEGERI 3 BIREUEN KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN Irwana Wahab; Asri Jumadewi
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 7, No 1 (2023): EDUNOMIKA : Vol. 07, No. 01, 2023
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v7i1.7305

Abstract

Malnutrisi atau pola makan yang buruk adalah alasan banyak remaja menderita kekurangan gizi dan kekurangan energi kronis (KEK). Di bawah pengaruh lingkungan dan media massa, remaja putri di perkotaan cenderung melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan agar terlihat lebih kurus. Penelitian ini mengkaji tentang penjelasan pengetahuan remaja tentang gizi seimbang di SMA Negeri 3 Bireuen. Desain penelitian adalah deskriptif. Karena metode survei menggunakan sampling proporsional, maka sampel survei adalah 100 siswa. Kendaraan survei adalah kuesioner dengan total 20 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang gizi seimbang termasuk dalam kategori cukup baik (51%). Penulis berspekulasi bahwa kebanyakan remaja sadar akan diet seimbang, tetapi tidak cukup. Para remaja ini menerima informasi tidak hanya dari orang tuanya, tetapi juga dari media elektronik dan cetak. Namun, sebagian remaja masih belum tertarik untuk mengetahui tentang kesehatan dan kurangnya pengetahuan tentang diet seimbang.Kami mendorong Anda untuk mengembangkan minat membaca buku dan majalah, banyak bertanya, dan mengikuti saran kesehatan dari penyedia layanan kesehatan Anda.
Edukasi Kesehatan Kepada Masyarakat Tentang Risiko Penularan TBC Paru Di Gampong Ateuk Lueng Ie Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar: Public Health Education on the Risk of Pulmonary TB Transmission in Gampong Ateuk Lueng Ie, Ingin Jaya District, Aceh Besar Fitriana; Fahmi Ichwansyah; Irwana Wahab
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1581

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan umumnya menyerang paru-paru, Tuberkolosis juga dapat menyerang organ lainnya seperti ginjal, tulang belakang dan otak (1). Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian paling tinggi pada orang-orang dengan usia produktif, tingkat ekonomi lemah, serta pendidikan rendah. Sebagian negara masih belum dapat mengontrol TBC sepenuhnya, karena penyakit ini mudah menular melalui udara sehingga pencegahannya harus dilakukan secara teliti. Setidaknya diperlukan waktu minimal 6 bulan untuk dilakukan pengobatan secara rutin serta terus menerus (2). Penyakit TBC dapat dengan mudah menular melalui udara, sehingga diperlukan pencegahan dan penanganan yang cepat. Peningkatan kasus TBC dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu kondisi kesehatan lingkungan permukiman. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dengan menginformasikan dan mengedukasi masyarakat sebagai upaya pencegahan penularan penyakit Tuberkulosis Paru. Kegiatan yang dilakukan pengabdian ini adalah penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit Tuberkulosis Paru. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi yang dilakukan diberikan pretest sebelum dan post test sesudah. Program akan dilaksanakan di Manyarakat dan balai gampong dengan melibatkan kader posyandu, Mayarakat. Sebagai bentuk transfer teknologi dan keberlanjutan, akan dilatih dua remaja sebagai kader peer educator yang mampu mengedukasi dan mengelola pemantauan pencegahan penularan TBC secara mandiri di komunitasnyaLuaran yang ditargetkan dalam kegiatan ini meliputi: Produk edukasi: modul, leaflet, dan media visual tuberculosis, Sistem pemantauan: data skrining TBC awal dan akhir, Pembentukan: kader peer educator, Publikasi: artikel ilmiah (jurnal SINTA), Dokumen: laporan akhir program PKM. Berdasarkan hasil data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Kasus TB Paru di Aceh Besar setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan yang signifikan dari tahun 2020 terdapat 206 kasus, terjadi peningkatan kasus ditahun 2021 sebanyak 235 kasus, terjadi lagi peningkatan yang signifikan ditahun 2022 sebanyak 326 kasus, dan di tahun 2023 (periode sampai oktober) yaitu sebanyak 339 kasus [12]. Gampong Ateuk Lueng Ie Kecamatan Ingin Jaya mempunya penduduk berjumlah 640 orang