Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Terhadap Mata Kuliah Ekonomi Moneter (Studi Kasus Pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi IKIP Budi Utomo) Yulita Pujiharti; Loesita Sari; Amanah Agustin
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol 4 No 1 (2022): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v4i1.2025

Abstract

Kampus Merdeka Merdeka Belajar (MBKM) memberi kebebasan pada civitas akademika untuk berkreasi dan berinovasi tidak terbatas pada ruang dan waktu. Implementasi nya Program studi mengembangkan kurikulum dengan menyesuaikan model pengembangan kebijakan merdeka belajar-kampus merdeka agar mampu mengimplementasikan keleluasaan pembelajaran yang fleksibel sesuai kebutuhan mahasiswa dan tidak monoton. Perubahan Kurikulum sebagai bentuk implementasi dari peraturan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di IKIP Budi Utomo telah dilakukan sejak awal tahun 2020 begitu kebijakan tersebut diluncurkan. Seiring dengan perubahan kurikulum tersebut maka beberapa mata kuliah melakukan melakukan analisis kebutuhan Mata Kuliah untuk mengkonfirmasi kebutuhan mahasiswa. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana kebutuhan mahasiswa pada mata kuliah Ekonomi Moneter dilihat dari (1)Proses Perkuliahan (2) Proses Studi Literasi (3) Kesesuaian Materi Dengan Perkembangan Era 5.0 (4) Kesesuaian Nama MK dengan Isi Materi Yang disajikan. Desain pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Dengan sampel secara acak dengan jumlah sebanyak 70 mahasiswa yang sedang menempuh MK Ekonomi Moneter dengan menggunakan Google Form.Angket terbuka dipilih karena sifat angket jenis ini yang dapat mengakomodasi berbagai masukan. Setelah dilakukan penelitian analisis kebutuhan terhadap Mata Kuliah Ekonomi Moneter tersebut maka dapat disimpulkan (1) Mahasiswa tidak keberatan dengan kondisi perkuliahan secara daring (2) Untuk Studi Literasi mahasiswa merasa sulit untuk mencari secara daring (3)Materi sudah sesuai dengan Capaian Pembelajaran(4)Responden menyatakan Nama MK tidak sesuai dengan Capaian dan Materi MK. Sedangkan Saran setelah dilakukan penelitian ini adalah (1) Perlu diadakan buku ajar yang disesuaikan dengan perkembangan era 5.0 (2) Perubahan Nama Mata Kuliah dari Ekonomi Moneter menjadi Ekonomi Uang dan Bank sesuai dengan Capaian Pembelajarannya.
REVOLUSI MENTAL MELALUI PENDIDIKAN MEMBATIK DI SEKOLAH DENGAN MOTIF ARCHA SINGOSARI Amanah Agustin
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 1 No. 1 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i1.393

Abstract

Unesco menetapkan batik Indonesia sebagai “Intangible Cultural Heritages” (kekayaan tak benda) yang mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia. Demikian besar peran batik dalam kehidupan bangsa Indonesia sejak masa lalu hingga saat ini, karena itu sangat wajar apabila upaya-upaya untuk terus mengeksplore dan mengembangkan seni batik di tanah air terus di lakukan, termasuk seni batik Malang sebagai bagian dari seni batik Indonesia. Motif batik di Malang masih belum menemukan ciri khas motif yang dapat dijadikan sebagai ikon batik Malang. Penciptaan seni batik masih berorientasi pada lingkungan alam sekitar. Padahal dari peninggalan masa kerajaan Singosari berupa arca-arca, yakni Arca Siwa, Durga Mahisasuramardini, Ganesya, Mahakala, Nandiswara, Mandala Parwati dan Brahma ditemukan motif yang dipahatkan pada kain yang dikenakan arca-arca tinggalan tersebut. Kain yang dikenakan bermotif ‘Kawung’ untuk arca jenis kelamin maskulin, sedangkan untuk jenis kelamin feminine mengenakan kain yang bermotif ‘Jlamprang’. Motif-motif dari masa Singasari yang bertemakan kawung dan jlamprang juga memiliki ciri khusus yaitu dalam hal kehalusan guratan, sulur-sulurannya, geometrisnya tumpal, motif pohon hayat, dan bonggol teratai. Revitalisasi batik motif archa singasari pada seni batik malang dapat dilakukan dengan ’menghidupkan kembali’ seni batik malangan ini melalui dunia pendidikan. Revitalisasi batik melalui proses pembelajaran dapat membangun mentalitas peserta didik melalui membatik. Membangun mentalitas berkaitan dengan penanaman aspek kecerdasan emosional (emotional intelligence), dan kecerdasan emosional ini merupakan pengembangan konsep Soft skills. Pembelajaran membatik dengan mengembangkan kemampuan soft skills dapat dilakukan melalui proses pembelajaran di kelas maupun melalui berbagai kegiatan di sekolah