Wayan Gepu
Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Filosofi Perilaku Militansi Beragama Umat Hindu Kaharingan Di Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau Wayan Gepu; I Gede Dharman Gunawan; I Ketut Subagiasta; Roy Wentas
Jurnal Penelitian Agama Hindu Special Issue Budaya dan Pendidikan
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.534 KB)

Abstract

This study aims to describe and analyze how the role of religious leaders in instilling the philosophy of religious militancy behavior of Kaharingan Hindus in Kahayan Tengah District, Pulang Pisau Regency. Religion as a belief adhered to by Hindus and used as a guide in carrying out various activities, as well as a torch in carrying out a life full of its complexities. The existence of religion requires the role of religious institutions in fostering people who support development. In line with this, it is necessary to have the role of religious leaders in instilling the philosophy of religious militancy behavior of Kaharingan Hindus. Strategic efforts and roles are needed in providing optimal service and guidance for Kaharingan Hindus. Based on the results of observations in the field there is still a lack of understanding of religious teachings, especially Hindu Kaharingan children who study their religious teachings well and build strong beliefs and foster religious militancy for the younger generation of Hindu Kaharingan. So it is important the role of religious leaders in instilling a philosophy of religious militancy behavior for Kaharingan Hindus. This study uses a qualitative method. The results of this study include (1) The Role of Religious Leaders in Instilling the Philosophy of Religious Militancy Behavior of the Kaharingan Hindus including the Role of Religious Figures in Increasing Religious Understanding, Increasing Religious Development, Role for the Young Generation of Hindu Kaharingan, and for Women. (2) The meaning of the Philosophy of Religious Militancy Behavior of Kaharingan Hindus in Kahayan Tengah District, Pulang Pisau Regency includes, Behavior of Religious Firmness, Behavior of Religious Stability, Behavior of Religious Stability, and Behavior of Religious Consistency.
Membangun Militansi Agama Pada Anak Melalui Pengelolaan Bersama Lembaga Pendidikan, Lembaga Keagama dan Keluarga Wayan Gepu
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 5 No 1 (2021): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v5i1.686

Abstract

Agama merupakan sebuah keyakinan, yang dianut oleh segenap manusia di muka bumi ini, dan dijadikan sebagai pedoman dalam menjalan berbagai aktivitas, serta sebagai pengarah/suluh dalam menjalankan kehidupan yang penuh dengan kompleksitas. Selain itu, agama merupakan satu sistem yang mengatur kepercayaan dan peribadan kepada Tuhan yang Maha segala, dan dijadikan sebagai norma-norma yang terkait dengan tatanan kehidupan, budaya, dan tata nilai. Agama secara normatif terlalu jauh dari hasrat melakukan penekana-penekanan, baik intern maupun antar umat beragama. Karena selain mengutamakan religi, agama juga mengajarkan etiket dan menganjurkan moralaitas. Ini menunujkan bahwa agama adalah sumber nilai dan norma moral penting dalam berbagai praktik kehidupan manusia, oleh karena itu di Indonesia kebebasan dalam beragama sungguh dijamin undang-undang, bahkan umat beragama diberikan kebebasan dalam menjalankan praktik agama khususnya yang menyangkut pelaksanaan ibadah. Keyakinan/agama adalah pegangan hidup yang telah di bawa oleh seseorang sejak berada dalam dalam kandungan seorang ibu, sejak itu pula sudah ditanamkan nilai-nilai ajaran agama, melalui doa-doa calon ibu dan upacara tujuh bulanan yang dilaksanakan oleh kedua calon orang tua anak tersebut. Terkait dengan hal tersebut, sepatutnya sebagai orang tua hendakya selalu memberikan pemahaman dan penanaman nilai-nilai ajaran agama kepada anak-anak patut dilakukan sejak usia dini. Karena sangat penting membangun jiwa militan terhadap ajaran agama, kepada anak usia dini agar mereka semakin kuat dan kokoh menjaga, menjunjung dan mempertahankan agama dan keyakinannya yang sudah di bawa sejak berada dalam kandungan, sehngga mereka tidak mudah terpengaruh, terpropaganda oleh pihak-pihak yang mencoba memengaruhi keyakinan yang sudah diyakini selama ini.