Thoriq Al Kautsar
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wanprestasi Debitur dalam Perjanjian Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Thoriq Al Kautsar; Rani Apriani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7968

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana proses kesepakatan dan penyelesaian wanprestasi antara peminjam dan kreditur dalam pinjaman UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah studi kepustakaan dan bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan survey dokumen. Penelitian ini didasarkan pada sumber data yang meliputi peraturan perundang-undangan yang berlaku, jurnal dan artikel, teori dan konsep hukum, serta berdasarkan kajian para ahli hukum terkemuka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan tersebut membuat obligor tidak mampu atau enggan untuk memenuhi kewajibannya baik dalam proses analisis kredit, proses pembayaran, proses wanprestasi, maupun penyelesaian wanprestasi UMKM. Kita dapat menyimpulkan bahwa itu terlihat. persetujuan kredit. Jika keuntungan usaha debitur menurun, debitur tidak dapat menepati janjinya karena akan wanprestasi dan bahkan tidak mampu membayar tunggakan.
BUSINESS LEGALITY AS A MEANS OF ENHANCING LEGAL UNDERSTANDING AMONG MICRO, SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES (MSMES) IN MAYANG VILLAGE, SUKOHARJO REGENCY Moh Faizin; I Ketut Astawa; Tri Setiady; Rahmat Kurnia; Apriguno Putrantio; Thoriq Al Kautsar
Journal of Social Comunity Services Vol. 3 No. 3 (2026): Journal of Social Community Service (JSCS)
Publisher : Antis-publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/jscs.v3i3.539

Abstract

Objective: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting local economic development. However, limited understanding of business legality remains a significant challenge for many MSME owners, including those in Mayang Village, Sukoharjo Regency. This condition restricts legal protection and limits access to business development opportunities. This community engagement programme aimed to enhance the legal understanding of MSME owners regarding the importance of business legality as a foundation for conducting lawful and sustainable business activities Method: The programme employed a legal education approach consisting of presentations, interactive discussions, and question-and-answer sessions covering legal aspects, business licensing, and procedures for obtaining business legality. The participants were MSME owners from Mayang Village. Results: The results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding of the importance of business legality, the benefits of obtaining business licences, and the procedures required to secure legal status in accordance with applicable regulations. The interactive discussions also revealed a high level of participant engagement in addressing legal issues encountered in business operations. The programme concludes that legal education on business legality is an effective approach to strengthening the legal awareness and understanding of MSME owners, thereby promoting legally compliant, administratively sound, competitive, and sustainable business practices.