Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dan Tenaga Kesehatan dengan Pemanfaatan Buku KIA pada Ibu Hamil saat Pandemi COVID-19 di Puskesmas Iringmulyo Ika Fitria Elmeida; Diah Meirawati
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.828 KB) | DOI: 10.30787/asjn.v3i2.917

Abstract

Latar belakang: Masih ada 30% ibu hamil di Indonesia yang tidak memiliki buku KIA, dan 10% tidak dapat menunjukkan buku KIA, kondisi ini mengakibatkan risiko peningkatan angka kematian ibu. Beberapa faktor terkait dengan pemanfaatan buku KIA diantaranya adalah dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan dengan pemanfaatan buku KIA pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo. Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan bulan November - Desember 2021 di wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo.  Populasi semua ibu hamil trimester III, dengan sampel sebanyak 78 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data menggunakan kai kuadrat. Hasil: Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan buku KIA dari segi kelengkapan pencatatan (p value: 0,027; OR; 3,268) dan fungsi edukasi (p value; 0,002; OR: 5,133). Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pemanfaatan buku KIA dari segi kelengkapan pencatatan (p value: 0,006; OR; 4,602 dan fungsi edukasi (p value; 0,000; OR: 12,100). Kesimpulan: Tenaga kesehatan harap selalu mengingatkan ibu untuk membawa buku KIA setiap kali memeriksakan kehamilannya, serta memberikan edukasi yang ada di dalam buku KIA dengan metode yang menarik seperti permainan game atau tanya jawab.
PENGARUH KUALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM PRAKTIK PADA KEPUASAN LULUSAN DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA BIDAN Ika Fitria Elmeida; Mamun Sutisna; Firman F Wirakusumah
Gaster Vol 10 No 1 (2013): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.522 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kualitas implementasi kurikulum praktik meliputi dimensi kehandalan, daya tanggap,  jaminan, empati, dan penampilan fisik merupakan  salah  satu alat pemasaran  jasa yang utama untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan dalam hal  ini adalah  lulusan dan pengguna  lulusan. Tujuan penelitian  ini untuk mengetahui pengaruh kualitas implementasi kurikulum praktik yang meliputi dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan tampilan fisik terhadap kepuasan lulusan dan mengetahui dimensi mana  yang pengaruhnya paling besar  terhadap kepuasan  lulusan D  III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang di Kota Bandar Lampung. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross  sectional serta menggunakan  teknik acak  sederhana proporsional, telah dilakukan terhadap 50 bidan lulusan tahun 2009 dan 2010 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel kualitas  implementasi kurikulum praktik dan kepuasan  lulusan diukur dengan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5. Uji statistik dengan diagram kartesius Importance performance, Pearson Product Moment dan analisis  jalur (path analysis). Hasil penelitian ini mencatat bahwa pengaruh kualitas implementasi kurikulum terhadap kepuasan lulusan secara simultan adalah 83% (nilai p ≤ 0,05). Secara parsial dimensi yang mempunyai pengaruh  bermakna  terhadap  kepuasan  lulusan  adalah  dimansi daya  tanggap,  empati  dan penampilan fisik (nilai p ≤ 0,05). Pengaruh daya tanggap, empati dan penampilan fisik masing-masing adalah 33,4%, 18,8%, dan 29,7% sehingga total pengaruh gabungan adalah 82% (nilai p ≤ 0,05). Simpulan: bahwa  kualitas  implementasi  kurikulum  praktik  berpengaruh  secara simultan terhadap kepuasan lulusan dan dimensi yang paling berpengaruh adalah daya tanggap dan penampilan fisik. Perlu diteliti faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kepuasan lulusan dan pengguna lulusan. Kata kunci: jasa pendidikan, kualitas implementasi kurikulum praktik, lulusan.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Tenaga Kesehatan dengan Pemanfaatan Buku KIA pada Ibu Hamil saat Pandemi COVID-19 di Puskesmas Iringmulyo Ika Fitria Elmeida; Diah Meirawati
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v3i2.917

Abstract

Latar belakang: Masih ada 30% ibu hamil di Indonesia yang tidak memiliki buku KIA, dan 10% tidak dapat menunjukkan buku KIA, kondisi ini mengakibatkan risiko peningkatan angka kematian ibu. Beberapa faktor terkait dengan pemanfaatan buku KIA diantaranya adalah dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tenaga kesehatan dengan pemanfaatan buku KIA pada Masa Pandemi Covid-19 di Wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo. Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan bulan November - Desember 2021 di wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo.  Populasi semua ibu hamil trimester III, dengan sampel sebanyak 78 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data menggunakan kai kuadrat. Hasil: Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan buku KIA dari segi kelengkapan pencatatan (p value: 0,027; OR; 3,268) dan fungsi edukasi (p value; 0,002; OR: 5,133). Ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan pemanfaatan buku KIA dari segi kelengkapan pencatatan (p value: 0,006; OR; 4,602 dan fungsi edukasi (p value; 0,000; OR: 12,100). Kesimpulan: Tenaga kesehatan harap selalu mengingatkan ibu untuk membawa buku KIA setiap kali memeriksakan kehamilannya, serta memberikan edukasi yang ada di dalam buku KIA dengan metode yang menarik seperti permainan game atau tanya jawab.
Upaya Peningkatan Produksi Asi Melalui Edukasi Makanan Laktogogue dan Pijat Oksitosin Pada Ibu Menyusui Di Desa Karang Anyar Lampung Selatan Ika Fitria Elmeida; Wiwin Winarsih; Risneni Risneni; Nurlaila Nurlaila; Nurchairina Nurchairina
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2037

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang optimal merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi serta kualitas hidup ibu dan anak. Namun, tidak sedikit ibu menyusui yang menghadapi kendala dalam produksi ASI sehingga diperlukan intervensi yang tepat, sederhana, dan mudah diaplikasikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui konsumsi makanan laktogogue serta praktik pijat oksitosin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui mengenai makanan laktogogue dan teknik pijat oksitosin sebagai strategi mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Kegiatan inti dilakukan di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan, dengan peserta sebanyak 30 ibu menyusui. Intervensi yang diberikan berupa edukasi makanan laktogogue menggunakan leaflet serta demonstrasi pijat oksitosin yang dipraktikkan secara langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi partisipatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan baik pengetahuan maupun keterampilan peserta. Pengetahuan ibu mengenai makanan laktogogue kategori baik meningkat dari 26,7% menjadi 83,3%, sedangkan keterampilan pijat oksitosin kategori baik meningkat dari 16,7% menjadi 80,0%. Rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 27,4 poin dan keterampilan meningkat 37,5 poin. Peserta juga menunjukkan antusiasme, rasa percaya diri, dan motivasi lebih tinggi untuk menyusui. Kesimpulannya, edukasi berbasis praktik dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu menyusui, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun psikologis. Program ini dapat menjadi model intervensi sederhana yang berkelanjutan untuk mendukung pencapaian target ASI eksklusif dan mewujudkan Desa Tangguh ASI.