Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Evaluasi Stabilitas Breakwater pada Kecamatan Panjang Kurniawan, Rizqi; Tugiono, Subuh; Wahono, Endro Prasetyo; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2095

Abstract

Abstract The coast will be easily damaged due to large waves, causing damage to the area around the coastal area which is densely populated with various activities, namely Pantai Kecamatan Panjang, among others as ports, settlements, industry, trade, tourism and fishing activities. With so many activities, it should be accompanied by development that prioritizes conservation aspects to reduce the impact of environmental degradation. One of the efforts to overcome the impact of its degradation is to make a breakwater. This study aims to assess and study the failure of the protected layer unit at the breakwater on the coast of Kecamatan Panjang, so testing the stability of the protected layer using a physical model was carried out at the Hydraulics Laboratory of the University of Lampung using an experimental method. The results showed that the level of breakwater damage was 0% at 4,47 cm HHWL position with a plan wave height of 4 cm. So, the crushed rock will work well to protect the breakwater. Key words: Breakwater, Armor Units, Physical Model, Stability
Studi Difraksi Gelombang Melalui Breakwater Tenggelam dengan Variasi Panjang Gelombang Haz, Arzuu Abnu; Zakaria, Ahmad; Tugiono, Subuh; Joko, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2207

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang urutan kedua di dunia yang mempunyai panjang garis pantai lebih dari 50.000 kilometer.Dengan garis pantai sepanjang itu, daerah di sekitar kawasan pantai mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, akan tetapi daerah tepian pantai akan mudah mengalami kerusakan akibat terjangan gelombang yang besar. Breakwateradalah struktur yang dibangun untuk melindungi fasilitas di daerah pesisir/pantai.Dalam analisis ini digunakan data, antara lain : tinggi gelombang terdifraksi, koefisien difraksi, tinggi gelombang dating.Hasil penelitian menunjukan bahwa perambatan gelombang 2-D mengambarkan suatu pola perambatan gelombang yang terdifraksi akibat bangunan pemecah gelombang (breakwater) tipe trapesium. Jarak muka air bebas, panjang gelombang dan tinggi gelombang mempengaruhi terjadinya difraksi.Semakin kecil nilai jarak muka air maka semakin kecil koefisien difraksinya. Semakin kecil nilai jarak muka air maka semakin besar periodenya. Hasil dari running program sigerd menunjukkan bahwa jarak muka air bebas tenang juga mempengaruhi ketinggian elevasi gelombang itu sendiri.
Studi Transmisi Gelombang Dengan Model Cylinder Concrete (Buis Beton) Breakwater Tenggelam Dengan Permodelan Fisik 2D Manurung, Lodewick; Tugiono, Subuh; Zakaria, Ahmad; Purwadi, Ofik Taufik
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2540

Abstract

One way to prevent damage caused by sea waves is to build a breakwater to reduce wave energy before it reaches the coast. In making the breakwater model the author chose to make a breakwater model with a concrete cylinder because it can be obtained easily. The research data obtained wave height (H), wavelength (L), and wave period (T). From the research data obtained, it can be made a table of incident wave height (H0), transmission wave height (Ht), and wave transmission coefficient (Kt). In this study, 12 models were used, namely 4 breakwater devices with different breakwater widths (lb), and in each breakwater device using 3 heights of still water level clearance or ds (2 cm, 4 cm, and 6 cm). Based on the research, the smallest transmission coefficient value occurs in the longest lb with ds of 2 cm, which is 0.3567 and the largest transmission coefficient occurs in the shortest lb with ds of 6 cm, which is 0.7190. The biggest change in wavelength occurred in the longest lb with ds 2 cm, which was 21.57% and the smallest change occurred in the shortest lb with ds 6 cm, which was 9.23%. The biggest change in wave propagation speed occurred in the longest lb with ds 2 cm, which was 20.14% and the smallest change occurred in the shortest lb with ds 6 cm, which was 5.93%.
Studi Refleksi Gelombang Menggunakan Model Breakwater Tipe Dinding Berpori dengan Pemodelan Fisik 2-D kuswadi, didit kuswadi; Tugiono, Subuh; Wahono, Endro Praseyto; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i2.2572

Abstract

Pemecah gelombang mempunyai fungsi untuk mereduksi gelombang dan melindungi garis pantaidari hamparan ombak. Gelombang yang merambak mengenai suatu bangunan pemecahgelombang, sebagian energinya akan diteruskan (transmisi), sebagian energinya dipantulkan(refleksi), dan sebagian energinya akan dihancurkan (disipasi). Hal tersebut melatar belakangipenelitian “Studi Refleksi Menggunakan Model Breakwater Tipe Dinding Berpori denganPemodelan Fisik 2-D”. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah, Tinggi gelombangdatang (Hi), Tinggi gelombang pantul (Hr), Ketinggian muka air tenang (d), Panjang gelombang(L), Koefisien Refleksi (Kr). Hubungan koefisien korelasi dan determinasi model breakwater yangdihasilkan berada pada range 59%-79% dan termasuk hubungan yang baik. Data yang dihasilkanyaitu berupa hubungan antara luasan lubang dengan koefisien refleksi yang dimana kofisienrefleksi terbesar dan terkecil dihasilkan pada model empat dan satu dengan angka kr, 0,3436 dan0,2373.
Analisis Stabilitas Breakwater Tenggelam Tipe Batu Pecah Rachmanda, Farhan; Tugiono, Subuh; Zakaria, Ahmad; Herison, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i2.2621

Abstract

Untuk mencegah kerusakan atau abrasi yang disebabkan oleh gelombang pada daerah pantai salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat suatu bangunan yang mampu meredam energi gelombang sebelum sampai ke daerah pantai yaitu dengan membangun breakwater. Dipilihnya breakwatertenggelam dikarenakan breakwater tenggelam lebih efisien dari segi estetika karena tidak menghilangkan kesan alamiah pada pantai dan cenderung meniru konsep terumbu karang. Pada penelitian ini dilakukan uji pemodelan fisik breakwater tipe batu pecah dengan dimensi model lebar puncak 9,20 cm, tinggi 8,12 cm, kemiringan 1:1,5 dan berat unit armor 14,18 gram serta kedalaman dasar terhadap muka air tenang (d) 14,12 cm dan kedalaman puncak breakwater terhadap muka air tenang (dbw) 6 cm. dengan batas maksimal Hi adalah 7,25 cm, Panjang gelombang (L) 53 cm, dan kecepatan gelombang (C) 94,64 cm/s.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas unit lapis lindung breakwater tenggelam tipe batu pecah serta mengetahui karakteristik gelombang yang terjadi pada breakwater tipe batu pecah. Dari hasil pengamatan gelombang pada model breakwater didapatkan tinggi gelombang datang (Hi) rata-rata sebesar 4,53 cmnilai panjang gelombang (L) rata-rata sebesar 65,08 cm, kecepatan (C) rata-rata gelombang sebesar 82,51 cm/s, dan dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa breakwater yang digunakan dikatakan layak karena memeiliki persentase kerusakan sebesar 0% dan memiliki nilai KDmaksimum sebesar 1,58 dimana nilai tersebut mendekati nilai angka aman.
Analisis Hidrolika dan Perencanaan Tinggi Jagaan (Freeboard) Jembatan Kereta Api (BH-102 KM. 53 + 778) pada Sungai Way Tipo Bekri Kabupaten Lampung Tengah Elvida, Maharani; Arifaini, Nur; Tugiono, Subuh; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i1.3012

Abstract

The planning of a railway bridge over the river is carried out by analyzing the hydraulic factors on the river in accordance with PM No. 60 of 2012 concerning Technical Requirements for Railway Lines. Hydrological and hydraulics analysis was carried out using the HSS Nakayasu method and the HEC-RAS v5.0.7 application program. This study aims to analyze the height of the flood water level based on hydraulic factors on the Way Tipo River and to design a guard height limit (freeboard) railway bridge based on the previously calculated water surface elevation results. Hydraulic analysis and high maintenance planning (freeboard) railway bridge (BH-102 KM. 53 + 778) on the Way Tipo Bekri River, Central Lampung Regency, resulting in flood discharge values for 50 and 100 year return periods of 742,281 m respectively3/s and 854,431 m3/s, the flood water level (MAB) is +45,38 m and +45,51 m, as well as the freeboard the length of the bridge is 1,32 m for the 50 year return period and 1,19 m for the 100 year return period in terms of the difference between the flood water level and the bottom girder of the bridge. It was concluded thatfreeboard The obtained railroad bridge meets the planning criteria, namely at least 1 meters from the bottom girder of the bridge to the flood water level.Key words : railway bridge, hydrology, hydraulics, HSS Nakayasu, HEC-RAS. Perencanaan jembatan kereta api di atas sungai dilakukan dengan menganalisa faktor hidrolika pada sungai sesuai dengan PM No.60 Tahun 2012 tentang Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api. Analisis hidrologi dan hidrolika dilakukan menggunakan metode HSS Nakayasu dan program aplikasi HEC-RAS v5.0.7. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinggi muka air banjir berdasarkan faktor hidrolika pada Sungai Way Tipo serta merancang batas tinggi jagaan (freeboard) jembatan kereta api berdasarkan hasil elevasi muka air yang telah dihitung sebelumnya. Analisis hidrolika dan perancangan tinggi jagaan (freeboard) jembatan kereta api (BH-102 KM. 53 + 778) pada Sungai Way Tipo Bekri Kabupaten Lampung Tengah menghasilkan nilai debit banjir untuk kala ulang 50 dan 100 tahun masing-masing sebesar 742,281 m3/s dan 854,431 m3/s, elevasi muka air banjir (MAB) sebesar +45,38 m dan +45,51 m, serta nilai freeboard jembatan adalah 1,32 m untuk kala ulang 50 tahun dan 1,19 m untuk kala ulang 100 tahun ditinjau dari selisih antara elevasi muka air banjir dengan gelagar terbawah jembatan. Disimpulkan bahwa freeboard jembatan kereta api yang diperoleh sudah memenuhi kriteria perencanaan yaitu minimal 1 meter dari gelagar terbawah jembatan terhadap muka air banjir. Kata kunci : jembatan kereta api, hidrologi, hidrolika, tinggi jagaan, HSS Nakayasu, HEC-RAS.
Analisis Stabilitas Bangunan Pengaman Pantai (Revetment) di Pantai Muli Lampung Selatan Tomi, Muhammad; Zakaria, Ahmad; Tugiono, Subuh; Kusumastuti, Dyah Indriana
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i2.3321

Abstract

This study analyzes the revetment structure located at Muli Beach, South Lampung, through wave analysis occurring at the beach. The stability of the coastal protection structure, revetment, at Muli Beach is of utmost importance due to safety and security concerns for beach users. If the revetment is unstable, it can cause damage to the structure and potentially pose hazards to the users. The aim of this research is to assess the stability of the revetment structure against high waves occurring at the beach. The analysis method employed in this study utilizes wave forecasting with a return period of 10 years. The analysis also encompasses the examination of the components constituting the revetment structure at Muli Beach. The research findings indicate that the composition of the revetment structure is unstable against high waves. The wave forecasting analysis at Muli Beach resulted in a significant wave height, Hs = 1,02 m and a wave height at breaking point Hb = 1,82 m. Regarding the structure's components, there are several shattered stones > 2, indicating inconsistency with the existing literature. In the analysis of the revetment toe protection, a stability coefficient value of Ns^3 = 290 was obtained, which can be considered safe. Based on these analysis results, it is recommended to implement necessary measures to prevent the collapse of the revetment structure during high wave events. Keywords: revetment, waves, stability, beach.
EVALUASI EROSI TANAH BERVEGETASI DENGAN ALAT RAINFALL SIMULATOR (TES EKSPERIMENTAL DI LABORATORIUM) Azzahra, Iftasya Shafa; Romdania, Yuda; Herison, Ahmad; Tugiono, Subuh; Murda, Gung Bagus J
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v29i2.3724

Abstract

Hujan adalah bagian dari siklus hidrologi yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan erosi. Penelitian di Kebun Kolektif TP PKK Kota Bandar Lampung mengindikasikan kekurangan unsur hara akibat erosi yang disebabkan oleh limpasan air hujan, ditambah dengan kondisi lahan yang cukup curam. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi kemiringan dan intensitas curah hujan terhadap laju erosi serta upaya pengendaliannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rainfall simulator. Hasil dari penelitian adalah laju erosi terkecil terjadi pada intensitas curah hujan 0,75 liter/menit dan kemiringan lereng 8% terjadi sebesar 0,04 Ton/Ha sedangkan laju erosi paling besar terjadi yaitu pada intensitas curah hujan 1,75 liter/menit dan kemiringan lereng 45% terjadi sebesar 0,59 Ton/Ha, terlihat bahwa intensitas curah hujan dan kemiringan lereng mempunyai pengaruh signifikan terhadap laju erosi tanah, laju erosi semakin meningkat seiring dengan kedua faktor tersebut. Kesimpulannya adalah curah hujan dengan intensitas tinggi dan kemiringan lereng yang curam meningkatkan laju erosi yang dapat merusak struktur tanah, sehingga perlu dilakukan teknik konservasi untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kesuburan tanah, seperti pemeliharaan vegetasi penutup tanah dan penyuluhan teknik konservasi tanah bagi petani dan masyarakat. Kata kunci: Siklus Hidrologi, Vegetasi, Limpasan, Curah Hujan, Kemiringan Lereng
Pengembangan Wisata Edukasi Energi Baru dan Terbarukan di Sekolah Alam Lampung Irsyad, Muhammad; Tugiono, Subuh; Harmen, Harmen; Amrizal, Amrizal; Martinus, Martinus
Nemui Nyimah Vol. 3 No. 1 (2023): Nemui Nyimah Volume 3 Nomor 1
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v3i1.60

Abstract

Sumber energi fosil Indonesia termasuk banyak, namun dengan eksplorasi yang terus meningkat, jumlah cadangan energi seperti minyak bumi dan gas alam terus berkurang. Indonesia juga memiliki potensi energi terbarukan yang berlimpah seperti: energi mataharri, energi biomassa, energi panas bumi, energi angin dan energi air laut. Pemanfaatan energi baru dan terbarukan ini juga didukung dengan kebijakan pemerintah yakni mencapai 23% pada tahun 2025. Perlu ada upaya mensosialisasikan penggunaan energi baru dan terbarukan kepada masyarakat. Edukasi tentang energi baru dan terbarukan ini sangat penting dan memberikan dampak yang baik apabila dilakukan kepada siswa dan mahasiswa, sehingga dapat melahirkan inovasi baru atau teknologi tepat guna dalam pemanfaatan energi baru dan terbarukan ini. Sekolah Alam Lampung dengan jenjang pendidikan mulai PAUD, TK, SD, SMP, sampai SMA memiliki ke khasan dalam pelaksanaan pendidikan yang membiasakan peserta didik berinteraksi dengan lingkungan, sehingga mereka terbiasa dengan fenomena alam, pemanfaagtan dan pemeliharaan alam. Model pendidikan ini sangat cocok untuk memasyaraktkan energi baru dan terbarukan kepada siswa, atau masyarakt luas. Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul: Pengembangan Wisata Edukasi Energi Baru dan Terbarukan cocok dilakukan di Sekolah Alam Lampung ini. Dalam program ini akan dibuat miniatur pemanfaatan energi baru dan terbarukan seperti: energi air dengan turbin airnya, energi angin dengan turbin anginnya, energi matahari dengan sel surya/photovoltaic dan pemanas airnya. Untuk pembangkit-pembangkit ini akan dihasilkan energi listrik yang dapat menghidupkan lampu. Selain itu juga dilakukan pembekalan kepada siswa terkait dengan pemanfaatan energi baru dan terbarukan ini, sehingga setelah kegiatan ini berakhir mereka dapat menjadi guide/duta energi baru dan terbarukan yang akan menjelaskan dengan baik dan benar ke setiap pengunjung dan Sekolah Alam Lampung berkembang menjadi objek Wisata Edukasi Energi Baru dan Terbarukan. Pelatihan dan praktik yang dilakukan mampu memotivasi siswa Sekolah Alam Lampung menjelaskan secara baik dalam bentuk video yang diunggah di instagram.