Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL JANTUNG Heppy Sulistiyowati; Rohman Rohman; Masykur Khair; Mia Atlantic; Maria Ulfah Yatmi; Desy Setiawati
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 6 No 2 (2023): Volume 6 No 2 Januari 2023
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jka.v6i2.2768

Abstract

Pendahuluan: Gagal jantung merupakan suatu gejala klinis yang ditandai dengan dispnea, kelelahan, dan tanda-tanda klinis penyebab individu sering dirawat di rumah sakit, kualitas hidup yang buruk, dan harapan hidup yang lebih pendek. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh edukasi terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung. Metode: tinjauan systematic review, database artikel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari PubMed, ProQuest, dan Science Direct. Hasil: Hasil penelusuran diperoleh 3.390 artikel yang diidentifikasi tetapi yang sesuai dengan kriteria inklusi adalah 5. Hasil artikel menunjukan adanya pengaruh pemberian edukasi terhadap peningkatan kualitas hidup maupun penurunan mortalitas pada pasien gagal jantung. Kesimpulan: Kualitas hidup pasien gagal jantung sangat penting untuk dipantau. Peningkatan kualitas hidup dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani pengobatan atau terapi, baik di RS mapun di rumah. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi dengan baik kepada pasien gagal jantung agar kualitas hidupnya dapat meningkat.
Self-Reflection: Early Detection and Anemia Education Program for Adolescent Girls Based on Self-Screening and Micro-Nutrition Training at SMK Islam PERTI Jakarta: Penelitian Nurharlinah; Karyatian; Mia Atlantic; Putri Nathalia; Khanza Aurelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2010

Abstract

Anemia in adolescent girls is one of the public health problems that still has a high prevalence in Indonesia. This condition is generally caused by low iron intake, lack of knowledge about micronutrients, and minimal awareness to detect early symptoms of anemia. Anemia that is not treated properly can have serious impacts on the physical, cognitive, and productivity development of adolescents, including decreased academic achievement and increased risk of reproductive health complications in the future.In response to these conditions, a community service program entitled “Cermin Diri” was implemented with the aim of increasing awareness, early detection skills, and understanding of micronutrients among adolescent girls through an educational and participatory approach. This program was implemented at SMK Islam PERTI Jakarta by involving grade X and XI female students as the main participants. The implementation method included interactive educational sessions on anemia and balanced nutrition, training in the use of simple self-screening tools for independent anemia detection, and group discussions to strengthen understanding and commitment to a healthy lifestyle.The results of the activity showed an increase in participants' knowledge about anemia and micronutrients, as well as growing awareness of the importance of early detection and improving diet. Participants also showed enthusiasm in using the self-screening tool and expressed a commitment to applying the knowledge gained in everyday life. This program shows great potential as an effective health education model that can be replicated in other schools to prevent anemia in adolescent girls.
Refleksi Diri: Program Deteksi Dini dan Edukasi Anemia bagi Remaja Putri Melalui Self-Screening dan Pelatihan Nutrisi Mikro di SMK Islam PERTI Jakarta Nurharlinah; Karyatian; Mia Atlantic; Putri Nathalia; Khanza Aurelia
Celebes Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): June - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v4i2.3140

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang masih tinggi prevalensinya di Indonesia. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi, kurangnya pengetahuan tentang gizi mikro, serta minimnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini terhadap gejala anemia. Anemia yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak serius pada perkembangan fisik, kognitif, dan produktivitas remaja, termasuk menurunnya prestasi belajar dan meningkatnya risiko komplikasi kesehatan reproduksi di masa mendatang. Sebagai respon terhadap kondisi tersebut, program pengabdian masyarakat bertajuk “Cermin Diri” dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan deteksi dini, serta pemahaman gizi mikro di kalangan remaja putri melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Program ini dilaksanakan di SMK Islam PERTI Jakarta dengan melibatkan siswi kelas X dan XI sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan mencakup sesi edukasi interaktif mengenai anemia dan gizi seimbang, pelatihan penggunaan alat self-screening sederhana untuk deteksi anemia mandiri, serta diskusi kelompok untuk memperkuat pemahaman dan komitmen terhadap gaya hidup sehat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai anemia dan nutrisi mikro, serta tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini dan perbaikan pola makan. Para peserta juga menunjukkan antusiasme dalam menggunakan alat self-screening dan menyampaikan komitmen untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Program ini menunjukkan potensi besar sebagai model edukasi kesehatan yang efektif dan dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain untuk mencegah anemia pada remaja putri.
Asuhan Keperawatan Terapi Menggambar Terhadap Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Demensia di PSBDBB 2 Cengkareng Amanda_nurrohman10. revangga; Mia Atlantic
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: the elderly experience various health problems, one of which is impaired cognitive function, one type of cognitive function disorder that is common in the elderly is, characterized by complaints from respondents such as not remembering dates, days, years, feeling dissatisfied with their lives. Therefore, the main nursing diagnosis is memory impairment related to the aging process. One of them handles cognitive function disorders non-pharmacologically, namely by providing drawing therapy. Objective: to provide nursing care to reduce cognitive function by providing drawing therapy for the elderly. Method: case study of 2 respondents by providing intervention for 5 days. Researcher results: in respondent I and respondent Translated with DeepL.com (free version) II obtained, namely after being given the intervention of giving drawing therapy, respondent I from the MMSE score of moderate cognitive function decline (20) to no cognitive function impairment with MMSE score (28) while respondent II from the MMSE score of severe cognitive function decline (10) to no cognitive function impairment with MMSE score (24). Conclusion: drawing therapy is proven effective to reduce cognitive function in the elderly.