Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS ANTIDIABETIK EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DI INDUKSI ALOKSAN Sigit Cahyo Hardiansyah; Yunilda Rosa; Nyayu Mirah H
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i02.353

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang dapat membahayakan bagi penderita apabila tidak segera ditanggulangi. Daun pandan wangi dikenal memiliki potensi sebagai tanaman yang digunakan sebagai alternatif pengobatan bagai penderita diabates mellitus karna memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas antidiabetik ekstrak daun pandan wangi (EDPW) dibandingkan glibenklamid. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental denganrancangan pre and post test with control grup design dengan menguji kelompok perlakuan glibenklamid (pembanding), Na-CMC 0,5 % dan EDPW dosis 500, 600 dan 700 mg/kgbb yang diberikan kepada tikus yang diabetes setelah diinduksi aloksan 150 mg/kgbb. Kemudian dilakukan uji secara statistik dengan uji one way ANOVAdan dilanjutkan uji statistik Post Hoc Turkey HSD untuk melihat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan. Pengukuran hasil pengujian diperoleh data persentase penurunan kadar glukosa darah pada perlakuan EDPW dosis 500mg/kgbb (21%), 600mg/kgbb (24%) dan 700 mg/kgbb (25%), glibenklamid (31%). Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi persentase penurunan kadar glukosa darah maka semakin baik efek antidiabetiknya sedangkan Na-CMC tidak mengalami penurunan kadar glukosa darah. Pada uji statistik Post Hoc Turkey HSD menunjukan bahwa EDPW dosis 600 mg/kgbb dan 700 mg/kgbb memiliki efektivitas yang setara dengan glibenklamid..
Studi Efektivitas Antioksidan dan Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) dari Minyak Biji Stroberi (Fragaria x ananassa) Khairunnisa Khairunnisa; Mayaranti Wilsya; Sigit Cahyo Hardiansyah; Wulandari Eka Putri
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.29952

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) khususnya UVA, UVB, dan UVC, adalah faktor terbesar penyebab kerusakan kulit, penuaan dini atau bahkan penyakit kanker kulit. Tanaman dengan efektifitas antioksidan yang tinggi sangat berpotensi memberikan efek tabir surya yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan minyak biji stroberi serta menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF)-nya. Metode yang digunakan adalah metode DPPH, serta pengukuran nilai SPF menggunakan metode Mansur secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ minyak biji stroberi sebesar 1,63 µg/mL an vitamin E sebagai pembanding sebesar 0,72 µg/ml, yang keduanya termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Uji statistik mann–withney (wilcoxon rank sum) menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara efektivitas antioksidan minyak biji stroberi dan vitamin E (p > 0,05). Hasil penentuan nilai SPF pada konsentrasi 25 ppm (5), 50 ppm (7), 100 ppm (11), 200 ppm (13) dan 400 ppm (25). Dapat disimpulkan bahwa, minyak biji stroberi berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi produk kosmetik tabir surya maupun anti-aging.
Studi Efektivitas Antioksidan dan Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) dari Minyak Biji Stroberi (Fragaria x ananassa) Khairunnisa Khairunnisa; Mayaranti Wilsya; Sigit Cahyo Hardiansyah; Wulandari Eka Putri
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.29952

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) khususnya UVA, UVB, dan UVC, adalah faktor terbesar penyebab kerusakan kulit, penuaan dini atau bahkan penyakit kanker kulit. Tanaman dengan efektifitas antioksidan yang tinggi sangat berpotensi memberikan efek tabir surya yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan minyak biji stroberi serta menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF)-nya. Metode yang digunakan adalah metode DPPH, serta pengukuran nilai SPF menggunakan metode Mansur secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ minyak biji stroberi sebesar 1,63 µg/mL an vitamin E sebagai pembanding sebesar 0,72 µg/ml, yang keduanya termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Uji statistik mann–withney (wilcoxon rank sum) menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara efektivitas antioksidan minyak biji stroberi dan vitamin E (p > 0,05). Hasil penentuan nilai SPF pada konsentrasi 25 ppm (5), 50 ppm (7), 100 ppm (11), 200 ppm (13) dan 400 ppm (25). Dapat disimpulkan bahwa, minyak biji stroberi berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi produk kosmetik tabir surya maupun anti-aging.