Maria Goretti Adiyanti
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbedaan Kritik Diri ditinjau dari Usia dan Jenis Kelamin pada Teman Tuli Nadia Rhesti Hanggraeni Handoko; Maria Goretti Adiyanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9870

Abstract

Teman Tuli (Tuli dengan T kapital) merupakan istilah yang digunakan disabilitas rungu/Tuli di Indonesia sebagai identitas mereka. Teman Tuli menganggap istilah tunarungu mengarah pada istilah medis yang digunakan untuk mendefinisikan kecacatan atau ketidakmampuan dalam mendengar, sehingga mereka lebih memilih menggunakan kata ‘Tuli’ sebagai panggilan mereka. Teman Tuli khususnya di Indonesia merasa mengalami cukup banyak kesulitan, seperti kesulitan dalam mendapatkan informasi, sulit mendapatkan pekerjaan, adanya anggapan negatif dari orang dengar, menjadi bahan candaan, bahkan adanya tuntutan agar mereka dapat mendengar. Beberapa kesulitan dan tuntutan yang mereka hadapi tidak jarang membuat mereka melakukan penilaian negatif atau melakukan kritik terhadap dirinya sendiri yang dapat menimbulkan dampak negatif di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan perilaku kritik diri pada teman Tuli ditinjau dari usia dan jenis kelamin. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan uji varian dua jalur (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku kritik diri yang signifikan pada teman Tuli ditinjau dari usia dan jenis kelamin ditunjukkan pada nilai signifikansi sebesar 0.000 (p<0.05) dengan nilai signifikansi sebesar 0.036 pada variable usia dan signifikansi sebesar 0.402 pada variabel jenis kelamin. Pada penelitian ini usia sangat mempengaruhi kritik diri, sedangkan jenis kelamin tidak berpengaruh pada kritik diri.
Intergenerational Collective Trauma: Analyzing the Psychosocial Crisis and Identity Formation Mechanisms among Post-Conflict Refugees in Poso Donnye Rura Amping; Maria Goretti Adiyanti; Irene Ludji
Journal Psikologi Forensik Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5, No 2 Tahun 2025
Publisher : Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71088/jpfi.v5i2.85

Abstract

The prolonged conflict in Poso has left a lasting mark of collective trauma, particularly within refugee communities. This trauma has triggered a psychosocial crisis transmitted across generations through collective narratives, refugee identity, parenting styles, and socially embedded suspicion and prejudice. This study aims to explore the intergenerational transmission mechanisms of collective trauma among post-conflict refugees in Poso. Employing a qualitative case study approach and thematic analysis, in-depth interviews were conducted with two generational groups: direct survivors of the conflict and those born afterward. Findings reveal that trauma plays a significant role in identity formation among younger generations, reflected in high levels of anxiety, social withdrawal, and heightened sensitivity to violence. Social mechanisms such as “self-defense” and “self-counter” emerge as adaptive responses aimed at protecting community identity. These insights contribute to the design of more context-sensitive psychosocial interventions, including peace education, intergenerational parenting programs, and intercommunity safe spaces that foster reconciliation and integration.
Family Factors and the Emergence of Suicidal Ideation in Adolescents Imelda Luwis; Maria Goretti Adiyanti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.8202

Abstract

Suicide remains the second leading cause of death among adolescents globally, with suicidal ideation often being the critical precursor. While family factors are recognized as a significant trigger, the qualitative mechanisms remain underexplored. This multiple-case study employed a qualitative design to investigate the family-related dynamics influencing suicidal ideation in adolescents. Three participants (aged 20–21) from Salatiga, Indonesia, with lived experience of suicidal ideation attributed to family factors, were selected via purposive and snowball sampling. Data were collected through in-depth interviews and observations, then analyzed thematically. Eleven key themes emerged: suicidal ideation, suicide attempts, family communication dysfunction, excessive pressure, grief, history of violence, parental overcontrol, responsibility burden, hopelessness, low self-esteem, and protective factors. The findings reveal that suicidal ideation arises from a complex interaction between dysfunctional family dynamics (e.g., poor communication, pressure, violence) and the adolescent's internal psychological state (e.g., hopelessness, low self-esteem). Protective factors, including improved family dynamics, social support, and religiosity, were crucial in mitigating risk. The study underscores the need for early intervention targeting family systems and strengthening protective resources to prevent adolescent suicide. Keywords: suicidal ideation, adolescents, family factors, qualitative study, protective factors